Konstruksi Mental Kerajaan By Ps. Jonathan Pattiasina

JPCC Kota Kasablanka Service 1 (10 Nov 2019)

Weekly Verse – “sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apa pun.” Yakobus‬ ‭1:3-4‬ ‭TB‬‬

Bagaimana kita berpikir tentang kehidupan kita dalam kekristenan, kita harus memahami bahwa begitu kita sudah lahir baru dalam Kerajaan Allah, roh kita sudah baru dan sempurna karena Yesus tidak mengerjakan pekerjaan secara setengah-setengah dalam hidup kita.

Opening Verse – “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” 2 Korintus‬ ‭5:17‬ ‭TB‬‬

“supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu,” Efesus‬ ‭4:23‬ ‭TB‬‬

Terjemahan yang lebih tepat adalah Roh kita diperbaharui oleh pikiran, Roh kita tidak diperbaharui lagi, karena Roh kita sudah baru dan disanalah Tuhan berdiam. Pikiran kita berbentuk roh dan tidak kelihatan. Saya ingin membahas bahwa yang perlu berubah setiap saat adalah mentalitas kita dan perlu ada struktur yang dibangun karena tidak terjadi begitu saja.

Kalau mentalitas kita tidak kuat, dan disaat kita mendengar kotbah yang berkata “Kamu akan berhasil kalau kamu kuat”, tetapi jika mental kita tidak berubah tentu besok kita tidak akan bangun dengan kondisi yang kuat seperti itu, karena kita harus melewatin sebuah proses agar mentalitas kita bisa dibangun.

Ada 4 gerbang yang perlu dibangun dalam hal mentalitas ini : Gerbang Identitas, Gerbang Pola Pikir, Gerbang Kebiasaan dan Gerbang Perkataan.

Inilah tempat dimana manusia baru kita bisa termanifestasi, dan 4 hal ini perlu kita perkuat dan tumbuhkan di dalam Tuhan. Dalam kebaktian pertama ini saya ingin fokus dalam membahas mengenai Identitas.

Seorang pahlawan akan lari jika identitasnya tidak jelas. Seperti halnya Gideon yang berada di tempat yang salah karena dia berada di dalam keadaan yang takut. Tetapi Tuhan datang dalam keadaan Gideon seperti itu, dan menguatkan Gideon. Gideon tetapi mengecilkan dirinya dan menyanggahnya serta mengatakan identitas salah yang dia punya selama ini. Tuhan melihat bahwa di dalam diri Gideon ada kekuatan untuk menyelamatkan bangsanya.

Supporting Verse – “Tetapi orang Israel melakukan apa yang jahat di mata Tuhan; sebab itu Tuhan menyerahkan mereka ke dalam tangan orang Midian, tujuh tahun lamanya, dan selama itu orang Midian berkuasa atas orang Israel. Karena takutnya kepada orang Midian itu, maka orang Israel membuat tempat-tempat perlindungan di pegunungan, yakni gua-gua dan kubu-kubu. Setiap kali orang Israel selesai menabur, datanglah orang Midian, orang Amalek dan orang-orang dari sebelah timur, lalu maju mendatangi mereka; berkemahlah orang-orang itu di daerah mereka, dan memusnahkan hasil tanah itu sampai ke dekat Gaza, dan tidak meninggalkan bahan makanan apa pun di Israel, juga domba, atau lembu atau keledai pun tidak. Sebab orang-orang itu datang maju dengan ternaknya dan kemahnya, dan datangnya itu berbanyak-banyak seperti belalang. Orang-orangnya dan unta-untanya tidak terhitung banyaknya, sekaliannya datang ke negeri itu untuk memusnahkannya, sehingga orang Israel menjadi sangat melarat oleh perbuatan orang Midian itu. Lalu berserulah orang Israel kepada Tuhan. Ketika orang Israel berseru kepada Tuhan karena orang Midian itu, maka Tuhan mengutus seorang nabi kepada orang Israel, yang berkata kepada mereka: “Beginilah firman Tuhan, Allah Israel: Akulah yang menuntun kamu keluar dari Mesir dan yang membawa kamu keluar dari rumah perbudakan. Aku melepaskan kamu dari tangan orang Mesir dan dari tangan semua orang yang menindas kamu, bahkan Aku menghalau mereka dari depanmu dan negeri mereka Kuberikan kepadamu. Dan Aku telah berfirman kepadamu: Akulah Tuhan, Allahmu, maka janganlah kamu menyembah allah orang Amori, yang negerinya kamu diami ini. Tetapi kamu tidak mendengarkan firman-Ku itu.” Kemudian datanglah Malaikat Tuhan dan duduk di bawah pohon tarbantin di Ofra, kepunyaan Yoas, orang Abiezer itu, sedang Gideon, anaknya, mengirik gandum dalam tempat pemerasan anggur agar tersembunyi bagi orang Midian. Malaikat Tuhan menampakkan diri kepadanya dan berfirman kepadanya, demikian: “ Tuhan menyertai engkau, ya pahlawan yang gagah berani.” Jawab Gideon kepada-Nya: “Ah, tuanku, jika Tuhan menyertai kami, mengapa semuanya ini menimpa kami? Di manakah segala perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib yang diceritakan oleh nenek moyang kami kepada kami, ketika mereka berkata: Bukankah Tuhan telah menuntun kita keluar dari Mesir? Tetapi sekarang Tuhan membuang kami dan menyerahkan kami ke dalam cengkeraman orang Midian.” Lalu berpalinglah Tuhan kepadanya dan berfirman: “Pergilah dengan kekuatanmu ini dan selamatkanlah orang Israel dari cengkeraman orang Midian. Bukankah Aku mengutus engkau!” Tetapi jawabnya kepada-Nya: “Ah Tuhanku, dengan apakah akan kuselamatkan orang Israel? Ketahuilah, kaumku adalah yang paling kecil di antara suku Manasye dan aku pun seorang yang paling muda di antara kaum keluargaku.” Berfirmanlah Tuhan kepadanya: “Tetapi Akulah yang menyertai engkau, sebab itu engkau akan memukul kalah orang Midian itu sampai habis.” Maka jawabnya kepada-Nya: “Jika sekiranya aku mendapat kasih karunia di mata-Mu, maka berikanlah kepadaku tanda, bahwa Engkau sendirilah yang berfirman kepadaku. Janganlah kiranya pergi dari sini, sampai aku datang kepada-Mu membawa persembahanku dan meletakkannya di hadapan-Mu.” Firman-Nya: “Aku akan tinggal, sampai engkau kembali.” Masuklah Gideon ke dalam, lalu mengolah seekor anak kambing dan roti yang tidak beragi dari seefa tepung; ditaruhnya daging itu ke dalam bakul dan kuahnya ke dalam periuk, dibawanya itu kepada-Nya ke bawah pohon tarbantin, lalu disuguhkannya. Berfirmanlah Malaikat Allah kepadanya: “Ambillah daging dan roti yang tidak beragi itu, letakkanlah ke atas batu ini, dan curahkan kuahnya.” Maka diperbuatnya demikian. Dan Malaikat Tuhan mengulurkan tongkat yang ada di tangan-Nya; dengan ujungnya disinggung-Nya daging dan roti itu; maka timbullah api dari batu itu dan memakan habis daging dan roti itu. Kemudian hilanglah Malaikat Tuhan dari pandangannya. Maka tahulah Gideon, bahwa itulah Malaikat Tuhan, lalu katanya: “Celakalah aku, Tuhanku ALLAH! sebab memang telah kulihat Malaikat Tuhan dengan berhadapan muka.” Tetapi berfirmanlah Tuhan kepadanya: “Selamatlah engkau! Jangan takut, engkau tidak akan mati.” Lalu Gideon mendirikan mezbah di sana bagi Tuhan dan menamainya: Tuhan itu keselamatan. Mezbah itu masih ada sampai sekarang di Ofra, kota orang Abiezer. Pada malam itu juga Tuhan berfirman kepadanya: “Ambillah seekor lembu jantan kepunyaan ayahmu, yakni lembu jantan yang kedua, berumur tujuh tahun, runtuhkanlah mezbah Baal kepunyaan ayahmu dan tebanglah tiang berhala yang di dekatnya. Kemudian dirikanlah mezbah bagi Tuhan, Allahmu, di atas kubu pertahanan ini dengan disusun baik, lalu ambillah lembu jantan yang kedua dan persembahkanlah korban bakaran dengan kayu tiang berhala yang akan kautebang itu.” Kemudian Gideon membawa sepuluh orang hambanya dan diperbuatnyalah seperti yang difirmankan Tuhan kepadanya. Tetapi karena ia takut kepada kaum keluarganya dan kepada orang-orang kota itu untuk melakukan hal itu pada waktu siang, maka dilakukannyalah pada waktu malam. Ketika orang-orang kota itu bangun pagi-pagi, tampaklah telah dirobohkan mezbah Baal itu, telah ditebang tiang berhala yang di dekatnya dan telah dikorbankan lembu jantan yang kedua di atas mezbah yang didirikan itu. Berkatalah mereka seorang kepada yang lain: “Siapakah yang melakukan hal itu?” Setelah diperiksa dan ditanya-tanya, maka kata orang: “Gideon bin Yoas, dialah yang melakukan hal itu.” Sesudah itu berkatalah orang-orang kota itu kepada Yoas: “Bawalah anakmu itu ke luar; dia harus mati, karena ia telah merobohkan mezbah Baal dan karena ia telah menebang tiang berhala yang di dekatnya.” Tetapi jawab Yoas kepada semua orang yang mengerumuninya itu: “Kamu mau berjuang membela Baal? Atau kamu mau menolong dia? Siapa yang berjuang membela Baal akan dihukum mati sebelum pagi. Jika Baal itu allah, biarlah ia berjuang membela dirinya sendiri, setelah mezbahnya dirobohkan orang.” Dan pada hari itu diberikan oranglah nama Yerubaal kepada Gideon, karena kata orang: “Biarlah Baal berjuang dengan dia, setelah dirobohkannya mezbahnya itu.” Seluruh orang Midian dan orang Amalek dan orang-orang dari sebelah timur telah berkumpul bersama-sama; mereka telah menyeberang dan berkemah di lembah Yizreel. Pada waktu itu Roh Tuhan menguasai Gideon; ditiupnyalah sangkakala dan orang-orang Abiezer dikerahkan untuk mengikuti dia. Juga dikirimnya pesan kepada seluruh suku Manasye dan orang-orang ini pun dikerahkan untuk mengikuti dia. Dikirimnya pula pesan kepada suku Asyer, Zebulon dan Naftali, dan orang-orang ini pun maju untuk menggabungkan diri dengan mereka. Kemudian berkatalah Gideon kepada Allah: “Jika Engkau mau menyelamatkan orang Israel dengan perantaraanku, seperti yang Kaufirmankan itu, maka aku membentangkan guntingan bulu domba di tempat pengirikan; apabila hanya di atas guntingan bulu itu ada embun, tetapi seluruh tanah di situ tinggal kering, maka tahulah aku, bahwa Engkau mau menyelamatkan orang Israel dengan perantaraanku, seperti yang Kaufirmankan.” Dan demikianlah terjadi; sebab keesokan harinya pagi-pagi ia bangun, dipulasnya guntingan bulu itu dan diperasnya air embun dari guntingan bulu itu, secawan penuh air. Lalu berkatalah Gideon kepada Allah: “Janganlah kiranya murka-Mu bangkit terhadap aku, apabila aku berkata lagi, sekali ini saja; biarkanlah aku satu kali lagi saja mengambil percobaan dengan guntingan bulu itu: sekiranya yang kering hanya guntingan bulu itu, dan di atas seluruh tanah itu ada embun.” Dan demikianlah diperbuat Allah pada malam itu, sebab hanya guntingan bulu itu yang kering, dan di atas seluruh tanah itu ada embun.” Hakim-hakim‬ ‭6:1-40‬ ‭TB‬‬

Bangunlah mentalitas kita terlebih dahulu, Issue dari Gideon adalah isu mentalitas. Mentalitas yang tidak kuat biasanya didasari Identitas yang palsu.

Supporting Verse – “Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat. Ia diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak. Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru: “ya Abba, ya Bapa!”” Galatia‬ ‭4:4-6‬ ‭TB‬‬

Kata “Anak” ini menurut saya sangatlah penting tetapi sudah begitu direndahkan artinya di masa sekarang. Trinitas memutuskan bahwa gambar dan paradigma manusia ada pada kata “Allah Anak”. Anak menunjukkan bahwa diambil dari sumber yaitu BapaNya. Yesus datang ke dunia untuk menunjukkan identitas kita.

Tujuan akhir kita bukan masuk surga, tetapi adalah menjadi serupa dengan gambaran Anak Allah. Ini adalah mindset yang perlu kita ciptakan di diri kita, Tuhan telah mengangkat kita menjadi AnakNya. Kata yang dipakai adalah “Adopsi”, Anak yang diadopsi artinya disukai, dimaui, layak dan berkenan. Kata ini menunjukkan bahwa kita disukai, diinginkan dan dicintai oleh Tuhan.

7 Identitas yang perlu dipikirkan dan dilatih adalah Unik, Berkuasa, Baru, Kudus, Merdeka, Berkenan dan Mintalah apa saja.

Identitas kita penting sekali, Bapa mengutus Roh AnakNya di dalam kita agar kita punya kedekatan dan keintiman denganNya, Keintiman adalah pemberian Tuhan, milik kita dan bukan usaha kita atau agama. Dia datang dan diam di dalam diri kita.

Tuhan juga memberikan kita purpose atau tujuan, seperti disaat anak bungsu yang hilang pulang kembali kepada Bapanya dan diberikan sepatu yang baru. Identitas kita adalah Yesus Kristus, Semua yang kita butuhkan dalam hidup ini ada di dalamNya.

Bagaimana kita membawa semua teologia ini dalam mentalitas kita? Identitas kita berhubungan dengan hal-hal yang kita kerjakan secara berulang kali.

Identitas dari bahasa latin berasal dari kata “Iden”, yang berkembang menjadi kata “Idem” atau sama dengan yang diatas, dengan artian
“regularly present the same thing”.

Secara terus menerus kita harus mengingatkan diri kita, membangun kebiasaan dengan identitas baru kita bahwa kita berkenan dan Tuhan berpihak serta mengasihi kita, katakan ini kepada diri kita karena kita harus merepresentasikan hal ini kepada orang di sekeliling kita.

Identitas bukan hanya dibangun dengan cara mengulang-ulang perkataan, tetapi diperoleh sewaktu kita terus mengalami perjumpaan atau encounter dengan Tuhan. Oleh karena itulah penyembahan atau worship itu penting, sebab penyembahan adalah sarana keserupaan, kita akan menjadi sama dengan siapa yang kita sembah.

Salah satu kata penting di Alkitab adalah pekerjaan kita menunjukkan identitas kita. Kata pekerjaan pertama di taman Eden adalah Ibadah atau Penyembahan, Ibadah tidak berurusan dengan kebaktian tetapi berurusan dengan keserupaan dengan Tuhan.

Identitas kita seharusnya terlihat pada pekerjaan kita. Jika kita tidak melakukan ini maka kita tidak terupdate atau tersynchronized dengan Surga. Kita adalah mahluk gambar dan identitas kita seharusnya tergambar dengan jelas.

Gideon meminta tanda demi tanda dalam menggenapi identitasnya, banyak orang percaya menghabiskan waktu meminta apa yang Tuhan sudah berikan kepada kita semua, seperti halnya Gideon. Identitas yang kuat akan memberikan kita sebuah pengertian dan pola pikir.

Kalau kita mempunyai identitas yang jelas kepada Kristus, maka kita tidak akan mudah untuk kompromi. Hanya orang yang berpikir untuk membangun mentalitas akan menerjemahkan apa yang didengarnya dalam kehidupan sehari-hari.

Semua karakter yang baik dan ada di dalam Yesus ada di dalam diri kita semua sebagai orang percaya. Tetapi mungkin hal ini tidak keluar karena kita kita tidak melatih hal itu. Karena itulah Tuhan berkata kepada Gideon “Go with your power!”, hal ini dikarenakan Tuhan telah memberikan kekuatanNya kepada Gideon.

Begitu juga dengan kita, Tuhan sudah memberikan KuasaNya kepada kita dan kita perlu untuk melatih hal itu dengan ibadah kita dalam kehidupan sehari-hari. Tema bulan ini di JPCC adalah Grit, dan saya bisa melihat bahwa ada identitas alkitabiah yang ada disana, dan kita perlu mempunyai hubungan dengan Tuhan untuk menghidupi hal itu.

Supporting Verse – “Tetapi jauhilah takhayul dan dongeng nenek-nenek tua. Latihlah dirimu beribadah. Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.” 1 Timotius‬ ‭4:7-8‬ ‭TB‬‬

Beribadah dan Identitas kita di dalam Kristus perlu dilatih, kata latih muncul dari kata “Gymnasio”, sesuatu yang perlu dibangun sampai kita menjadi kuat. Ibadah berguna buat pekerjaan, hubungan, studi, hubungan orang tua dan anak, dan segala hal.

Kata Ibadah berasal dari bahasa Yunani “Eusebia” atau seperti Tuhan, Ibadah adalah sesuatu yang kita kerjakan dan menyerupai Tuhan seperti halnya mengampuni, pekerjaan kita, dan apapun yang kita lakukan disaat kita pergi.

The right concept is powerful but the wrong concept is dangerous.

Apa yang Yesus akan perbuat, kita harus memikirkan hal itu. Materi Identitas ini baru saja muncul belakangan ini dan sebelumnya kita diajari identitas yang mungkin kurang jelas konsepnya.

Identitas memberikan kepada kita akses kepada Pribadi Tuhan, dan juga akses kepada semua persedianNya, dan juga akses terhadap warisanNya.

Sangat disayangkan karena kita menyukai WarisanNya. tetapi tidak menyukai dan menghidupi IdentitasNya. Kita harus bertumbuh menjadi dewasa agar bisa menerima dan menghidupi WarisanNya.

Closing Verse – “Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh Allah.” Galatia‬ ‭4:7‬ ‭TB‬‬