Perjalanan Perubahan By Ps. Alvi Radjagukguk

JPCC Online Service (20 June 2021)

Salam damai sejahtera, jemaat yang dikasihi Tuhan. Kembali kita mengikuti online sunday service di hari ini. Siapkan catatan Saudara; kenapa Adam jatuh dalam dosa? Karena dia tidak mencatat tentunya. Firman Tuhan hari ini saya berikan judul “Perjalanan Perubahan”.

“Perjalanan Perubahan”. Perubahan adalah salah satu hal yang konstan atau terus-menerus terjadi dalam hidup kita. Tidak ada orang yang bisa berkata, “Akhirnya! Saya sudah enggak perlu berubah lagi!”. Karena perubahan yang sudah terjadi, tidak serta merta bertahan dengan sendirinya. Situasi, kondisi dan musim kehidupan berubah. Perubahan [apa] pun, masih bisa berubah.

Opening Verse – Karena itu haruslah kamu sempurna,[48] sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna. Matius 5:48 (TB)

Growing into spiritual maturity both in mind and character, actively integrating godly values into your daily life. Matthew 5:48 (AMP)

Bertumbuh menjadi dewasa rohani baik dalam pikiran dan karakter, dengan aktif menyatukan nilai-nilai ketuhanan ke dalam keseharianmu. Perubahan identik dengan yang namanya kedewasaan. Itu sebabnya perubahan adalah perjalanan seumur hidup, yang termanifestasi dalam kedewasaan rohani, secara pikiran dan karakter. It’s a life-long journey.

Supporting Verse – Tentu saja, kalian sudah mendengar tentang Dia, dan belajar tentang persatuan dengan Dia, sesuai dengan ajaran benar yang kita terima dari Dia. Jadi setiap kalian sudah diajar untuk meninggalkan sifat-sifat hidupmu yang lama. Hidup lama itu harus dibuang seperti baju lama yang dibuang. Kelakuan lama itu semakin buruk karena dipimpin oleh hawa nafsu yang gampang menipu kita— how true is that. Karena itu, biarlah hati dan pikiranmu diperbaharui oleh Roh Allah. Sebagaimana kamu memakai baju baru, begitulah hendaknya seluruh hidupmu menjadi baru. Karena kamu sudah diciptakan menjadi manusia baru yang semakin mencerminkan sifat-sifat Allah. Berarti kamu akan sungguh-sungguh hidup suci dan benar di hadapan-Nya. Efesus 4:21-24 (TSI)

Nah, sifat-sifat lama dari manusia lama kita berada di dalam hati dan pikiran kita. Itu sebabnya Rasul Paulus berkata bahwa hati dan pikiran kita perlu terus-menerus diperbaharui oleh Roh Kudus. Dan Tuhan ingin,hidup kita sebagai manusia baru itu yang terus diubahkan, supaya dapat semakin mencerminkan sifat-sifatnya Tuhan.

Dalam perjalanan kita menjadi semakin dewasa—yaitu menjadi semakin serupa dengan Kristus—kita perlu punya pengertian yang benar, sehingga proses pembaharuan tersebut dapat terjadi dengan berkesinambungan.

Yang pertama, pengertian yang benar yang kita perlu miliki adalah ini: Tuhan bersedia untuk mengubah kita. Sekali lagi, Tuhan bersedia untuk mengubah kita.Tuhan mengasihi kita tanpa syarat, namun Dia terlalu mengasihi kita untuk membiarkan kita tetap sama. Secara intuitif, kita mengerti bahwa Tuhan mau kita berubah, namun yang terkadang kita lupa adalah, Tuhan juga bersedia untuk menjadi bagian penting dari perubahan hidup kita itu.

Dalam perjalanan kita mengikuti Yesus, terkandung sebuah janji bahwa Dia juga yang akan mengajarkan dan menunjukkan caranya. Itu sebabnya, ketika Yesus mengajak beberapa orang untuk menjadi murid-Nya, Dia berkata demikian, ”Come, follow Me.and I will transform you, into fishers of men instead of fish.” Sepertinya Tuhan ingin berkata, ”Bagianmu adalah untuk mengikut Aku.Nanti Aku yang akan mengubah hidupmu, dalam perjalananmu mengikuti Aku.” Terjemahan The Message dari ayat yang sama [Matius 4:19] katakan demikian, Jesus said to them, “Come with me. I’ll make a new kind of fisherman out of you.

Tuhan tidak hanya akan mengubah hidup Saudara dan saya, Dia juga akan menunjukkan caranya. Saya yakin dia bukan Tuhan yang menuntut perubahan. Tapi, Dia adalah Tuhan yang menuntun kita sampai perubahan itu terjadi. Kita perlu mengingat dan menyadari, bahwa Tuhan sangat ingin berperan dalam perjalanan perubahan kita, melebihi keinginan dan usaha kita untuk berubah.

Kita sering berpikir, bahwa perubahan itu adalah sepenuhnya usaha kita. Padahal Tuhan sangat bersedia untuk menjadi Pribadi utama yang mengubahkan kita. Usaha manusia belaka tanpa intervensi Tuhan bisa menjadi sia-sia. Ada kalanya kita ingin berubah, namun kita jadi frustasi, dan menyerah kepada kelemahan, kekurangan dan keterbatasan kita, atau karena perubahan belum terjadi, atau belum terjadi secara drastis.

Belum lagi dusta dari si jahat, yang berusaha membohongi kita dengan berkata seperti ini,“Sudahlah! Kamu kan gagal di hal yang sama terus! Kamu nih enggak layak! Tuhan sepertinya juga sudah putus asa sama kamu. Orang terdekatmu aja enggak percaya kalau kamu bisa berubah! Sudah terlanjur, lanjutin aja! Kamu ini korban! Lumrah kalau kamu terus menghayati dan merawat rasa sakitmu itu. Hidupmu sudah rusak.Kamu ini pecundang! Masa depan kamu suram.”Familiar dengan suara-suara sumbang seperti itu, Saudara? Saya pastikan kalimat-kalimat seperti, itu tidak pernah datang dari Roh Kudus.

Kebenarannya adalah bahwa Tuhan tidak marah atau menyerah waktu kita belum mau berubah. Kasih Tuhan tetap sama besarnya, baik dalam perubahan atau pemberontakan kita. Tangan Tuhan terbuka sama lebarnya, waktu perubahan sudah mulai terjadi atau waktu kita jatuh lagi dalam perjalanan perubahan. Seringkali, bahkan Tuhan yang lebih percaya bahwa kita masih bisa berubah. Bahkan ketika kita sendiri menyerah kepada diri sendiri. Sekali lagi saya akan katakan, bahwa ingat dan sadari, bahwa Tuhan ingin berperan dalam perjalanan perubahan kita melebihi keinginan dan usaha kita untuk berubah. Karena Dia adalah Tuhan, yang sangat mengasihi Saudara dan saya.

Kesadaran ini akan membuat kita terbuka, dan mau bekerja sama dengan Tuhan, dan tidak lagi mengandalkan kekuatan atau pengertian kita sendiri. Tuhan mengasihi kita tanpa syarat (Dia menerima kita apa adanya). Namun, karena Dia sangat mengasihi kita, kita tidak akan dibiarkan tetap seadanya. Saya ulangi. Tuhan mengasihi, menerima kita apa adanya.Namun, karena Dia sangat mengasihi kita, kita tidak akan dibiarkan tetap seadanya. Izinkan Tuhan mengasihi kita, lebih lagi. Dengan mengijinkan Dia mengubah kita, sehingga pelan, mungkin, tapi pasti, kita dapat semakin mencerminkan sifat-sifat Tuhan.

Pengertian yang kedua yang perlu kita miliki, supaya proses pembaharuan bisa terjadi dengan berkesinambungan yaitu ini: Tuhan mau memancarkan kemuliaan-Nya lewat hidup kita. Dia mau memancarkan kemuliaan-Nya lewat hidup Saudara dan saya.

Supporting Verse – Jadi, dengan muka yang tidak lagi berselubung, kita semua memandang kepada Tuhan dan memancarkan kemuliaan-Nya. Kita menjadi seperti cermin! Dengan demikian Tuhan Yesus— yaitu oleh Roh-Nya, mengubahkan kita sehingga kita menjadi semakin sempurna memancarkan kemuliaan-Nya. 2 Korintus 3:18 (TSI)

Tuhan ingin hidup Saudara dan saya, memantulkan kemuliaan Tuhan dengan semakin cemerlang. Itu sebabnya, hidup kita perlu terus-menerus diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, di dalam kemuliaan yang semakin besar (from glory to glory). Setelah kita lahir baru, yaitu percaya dengan hati, mengaku dengan mulut, mengundang Yesus masuk dalam hidup kita sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi, kehidupan kita sebagai manusia baru, dimulai.

Hubungan kita dengan Tuhan dipulihkan,Tuhan—lewat Roh Kudus-Nya— tinggal dalam roh kita. Tapi, tantangannya adalah ini, Saudara: jiwa—yaitu pikiran, perasaan dan kehendak—jiwa—yaitu pikiran, perasaan dan kehendak— yang masih ada dalam kita, jiwa kita ini yang perlu terus-menerus mengalami perubahan, yaitu dengan menyelaraskannya; diselaraskan dengan firman Tuhan.Itu sebabnya, meskipun sudah lahir baru, tidak otomatis keesokan harinya, pikiran sia-sia dari manusia lama [akan] langsung pergi.

Tidak otomatis rasa sakit hati kita langsung hilang dan kita mau serta-merta mengampuni orang yang paling bersalah sama kita. Atau tidak langsung besoknya, kita jadi disiplin dalam meluangkan waktu [untuk] membaca firman Tuhan. Istilah saya, masih ada residu dari manusia lama, yang perlu diubahkan oleh Roh Kudus.

Supporting Verse – Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. Roma 12:1-2 (TB)

Dari ayat ini kita bisa menyimpulkan, bahwa pembaharuan budi—atau pikiran yang diperbaharui itu— mendahului hidup yang diubahkan. Sekali lagi, bahwa pembaharuan budi atau pikiran kita, itu perlu terjadi dulu sebelum hidup kita diubahkan, ya. Kalau kita berbicara tentang perubahan hidup, perubahan hidup itu bukan modifikasi perilaku.

Bukan luarnya yang diubah, yang dimodifikasi, tapi perubahan hidup adalah sesuatu yang berporos kepada pembaharuan pikiran kita. Karena pikiran kita adalah muara dari perkataan, tindakan, perasaan dan perilaku kita. Proses pembaharuan terjadi waktu pikiran kita diperhadapkan dan diselaraskan dengan firman Tuhan. Kalau pikiran kita ini idle atau diam, dan tidak menerus–terus-menerus ditantang dan diperbaharui dengan firman Tuhan, maka pikiran kita akan cenderung kembali kepada pola pikir manusia lama kita— itu pasti.

Itu sebabnya, saya setuju dengan apa yang Bill Johnson katakan,“The mind is either at war with God or it is being renewed. There is no middle ground.”Pikiran kita pilihannya cuma dua: diperbaharui atau berperang melawan Tuhan. Waktu pikiran kita berhenti diperbaharui dengan firman Tuhan, maka pikiran kita berpotensi menjadi seperti benteng yang melawan pemikiran Kristus. Semakin lama didiamkan— pikiran kita—semakin tinggi, semakin kuat benteng yang terbangun untuk melawan pemikiran Kristus.

Tapi kabar luar biasanya adalah, bahwa firman Tuhan punya kekuatan yang luar biasa, untuk menyelaraskan pikiran kita dengan pikiran Kristus.

Supporting Verse – Oh, Firman Allah sungguh hidup dan berkuasa! Karena kita mengalami bahwa Firman-Nya mempunyai kekuatan yang besar—perhatikan— di dalam diri kita.Kekuatannya lebih tajam daripada pedang yang kedua sisinya paling tajam.Jadi Firman Allah sangat berkuasa[12] sampai bisa tembus menusuk hati kita sehingga pikiran, keinginan, dan niat hati kita yang sebenarnya dinyatakan kepada kita. Ibrani 4:12 (TSI)

Waw! Artinya begini, Saudara: setiap kali kita membaca, merenungkan, memperkatakan firman Tuhan, firman Tuhan itu kembali membaca pikiran kita, keinginan kita dan niat hati kita, yang memang perlu diselaraskan dengan firman Tuhan. Itulah luar biasanya firman Tuhan!

Supporting Verse – Seluruh Kitab Suci diilhami oleh Allah, dan berguna untuk mengajar kita, apa yang benar, serta menyadarkan kita akan apa yang salah dalam hidup kita. Kitab Suci meluruskan kita, ketika kita salah dan menolong kita melakukan apa yang benar. 2 Timotius 3:16 (FAYH)

Tidak hanya Tuhan ingin kita berubah; Dia berikan seluruh Alkitab, seluruh Kitab Suci, untuk membantu kita di dalam perjalanan perubahan tersebut. Itu sebabnya, tadi saya katakan Tuhan bukan Tuhan, yang menuntut perubahan kepada Saudara dan saya. Tapi Dia berikan kitab suci-Nya— seluruh Alkitab—untuk menuntun kita, dalam perjalanan perubahan tersebut.

Dan di dalam diri setiap pengikut Kristus, Tuhan taruh kemampuan untuk mengerti kebenaran firman Tuhan. Ayat yang tadi sempat kita baca, [mari] kita baca beberapa ayat sebelumnya.2 Korintus 3, kita mulai sekarang dari ayat ke-14 sampai 18.

Supporting Verse – Tetapi pikiran nenek moyang orang Israel sudah tertutup. Bahkan sampai sekarang pun, ketika anak-anak mereka membaca buku Perjanjian Lama, sepertinya kain selubung itu masih menutupi pikiran mereka sehingga mereka tidak bisa mengerti apa maksudnya. Karena kain selubung itu hanya bisa disingkirkan ketika seseorang percaya kepada Kristus. Tetapi kasihan, sampai hari ini ketika mereka membaca Hukum Musa, seperti masih ada kain yang menutupi pikiran mereka. Akan tetapi ketika seseorang bertobat dan mengikut Tuhan Yesus, maka kain itu akan Allah singkirkan dari pikirannya—luar biasa. Dan sinar kemuliaan yang memancar dari Tuhan Yesus kepada kita menggambarkan Roh Kudus. Dan di mana ada Roh Tuhan, di situ ada kebebasan dari peraturan dan hukum yang lama itu—dari hukum Taurat. Jadi, dengan muka yang tidak lagi berselubung, kita semua memandang kepada Tuhan dan memancarkan kemuliaan-Nya. Kita menjadi seperti cermin! Dengan demikian Tuhan Yesus— yaitu oleh Roh-Nya, mengubahkan kita sehingga kita menjadi semakin sempurna memancarkan kemuliaan-Nya. 2 Korintus 3 :14-18 (TSI)

Saudara, semakin kita meluangkan waktu untuk memperbaharui pikiran kita dengan firman Tuhan, menyelaraskan dengan firman Tuhan, semakin kita belajar bagaimana kita berpikir seperti Kristus berpikir. Makanya jangan kaget,[kalau] seperti ada pemikiran-pemikiran yang baru yang belum pernah Saudara alami atau miliki sebelumnya.

Semakin kita sering meluangkan waktu untuk memperbaharui pikiran kita dengan firman Tuhan, kita semakin belajar untuk mengatakan apa yang Kristus katakan. Kosa kata kita berubah, atau bahkan mungkin intonasi kita berubah. Semakin kita belajar meluangkan waktu, disiplin untuk memperbaharui pikiran kita dengan firman Tuhan, kita juga akan belajar untuk bertindak seperti Kristus bertindak.

Itulah luar biasanya firman Tuhan. Buat beberapa orang prosesnya mungkin lebih cepat, buat beberapa orang lainnya mungkin lebih lambat. Tapi yang pasti, firman Tuhan punya kuasa yang begitu besar untuk menyelaraskan pikiran kita dengan pikiran Kristus.

Yang ketiga, Pemikiran yang ketiga; pengertian yang benar yang ketiga yang kita perlu miliki, supaya proses pembaharuan dapat terus-menerus terjadi dalam hidup kita. Perubahan hidup bersifat relasional. Perjalanan perubahan yang termanifestasi dalam–termanifestasi dalam kedewasaan rohani secara pikiran dan karakter, hanya bisa terjadi dalam konteks hubungan.

Pertama kali Tuhan memperkenalkan kata “tidak baik” adalah waktu Dia melihat Adam— ciptaan pertama-Nya—dalam keadaan sendirian.

Supporting Verse – TUHAN Allah berfirman: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja—ingat, ini bukan ayat buat orang jomblo saja ya, dulu saya pikir demikian— Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia. Kejadian 2:18 (TB)

Kata “penolong” di sini berasal dari kata “ezer”, yang artinya mengelilingi, menjaga dan membantu. Mengelilingi, menjaga dan membantu. Orang-orang seperti ini– Oh sorry, kelewatan. Waktu seseorang terisolasi secara hubungan, artinya mereka enggak punya “ezer”, enggak punya orang-orang yang mengelilingi, menjaga dan membantu mereka, ini yang akan terjadi:

Supporting Verse — Orang yang memisahkan diri dari orang lain berarti memperhatikan diri sendiri saja; setiap pendapat orang lain ia bantah. Amsal 18:1 (BIS)

He who [willfully] separates himself [from God and man] seeks his own desire, He quarrels against all sound wisdom. Proverbs 18:1 (AMP)

Orang-orang seperti ini sering kali merasa benar sendiri atau self righteous, sehingga sulit untuk transformasi itu bisa terjadi dalam hidupnya.Setiap kali diberi masukan, nasihat, apalagi teguran, egonya terusik, amarahnya meledak. 

Orang yang sengaja memisahkan dirinya dari Tuhan dan orang lain, mencari keinginannya sendiri. Dia bertengkar melawan semua pertimbangan yang sehat. Capek banget, Saudara, punya temen kaya begini, ya enggak? Orang ini menyangka bahwa semua jalannya lurus tapi sebenarnya berujung kepada maut.

Perubahan baru dapat terjadi, waktu kita belajar untuk mendengar apa yang perlu kita dengar dan bukan apa yang mau kita dengar saja. Hubungan dengan Tuhan, memang [sifatnya] personal, [sehingga] setiap kita perlu membangun iman yang personal pula. Tetapi perubahan hidup selalu bersifat relasional.

Supporting Verse – Tidak, tetapi sebaliknya dengan penuh kasih kita senantiasa mengikuti kebenaran—berkata benar, berbuat benar, hidup benar. Dengan demikian, di dalam segala hal kita makin lama makin menyerupai Kristus yang menjadi kepala dari tubuh-Nya. Di bawah pimpinan-Nya seluruh tubuh itu disatukan dengan sempurna, dan setiap bagian dengan tugasnya yang khusus menolong bagian-bagian lain, sehingga seluruh tubuh itu tetap sehat, tumbuh—terjemahan lain katakan, “menjadi dewasa”— dan penuh dengan kasih. Efesus 4:15-16 (FAYH)

Perhatikan ini, Saudara! Kita bisa tetap menjadi sehat, tumbuh menjadi dewasa, penuh dengan kasih, bilamana anggota tubuh Kristus yang lainnya— yaitu orang-orang di luar diri kita—juga ikut berfungsi menolong bagian-bagian yang lain.

Nah, bagi Saudara yang belum tertanam dalam komunitas sel di gereja lokal Saudara, atau sudah menjadi sedikit terlalu nyaman dengan ibadah daring saja—termasuk Saudara yang mungkin sudah cukup sering mengikuti ibadah daring JPCC, tapi belum memutuskan untuk tertanam di gereja lokal manapun—ketahuilah, bahwa perubahan hidup tidak terjadihanya dengan menonton berbagai kebaktian atau mendengarkan banyak khotbah.

Saya khawatir, kita akhirnya menggunakan firman Tuhan yang kita dengar tersebut, hanya untuk menilai orang lain,dan bukan justru untuk menyelaraskan hidup kitadengan firman Tuhan tersebut. Karena Tuhan tidak menciptakan Saudara dan saya untuk hidup sendirian. Tuhan tidak menciptakan kita hidup terlepas dengan orang percaya yang lainnya.

Bagi Saudara yang sudah tertanam di DATE atau komsel di gereja lokal Saudara, saya paham, ada yang bosan, dan bahkan ada yang tidak mau datang ke pertemuan komsel kalau masih daring. Sangat lumrah untuk merasa bosan, I get it, I do.Tapi jangan terlalu menghayati kebosanan tersebut, karena pilihannya cuma dua: bosan atau terpapar [COVID-19]. Justru di waktu-waktu seperti sekarang, kita perlu komunitas untuk membantu kita tetap waras.

Benar, ya? Nah, bagi Saudara yang selama ini terus tertanam dan memuridkan orang lain, bahkan, bagi DATE maupun di komsel gereja Saudara, dan Saudara sudah memilih untuk berdamai dengan kebosanan dan bahkan bisa menyiasati kebosanan tersebut; saya acungkan empat jempol buat Saudara. Itu [lah] kedewasaan. Itu adalah tanda kedewasaan! Saudara tidak lagi mementingkan apa yang nyaman bagi Saudara, tapi Saudara justru menyediakan diri Saudara, untuk dipakai Tuhan untuk membantu menolong orang lain dalam perjalanan perubahan hidup mereka.

Mari kita jadikan setiap DATE atau komsel kita,tempat yang kondusif untuk Tuhan mengubahkan banyak kehidupan; untuk Tuhan mengubahkan setiap orang yang ada di dalamnya. Saya suka dengan apa yang Billy Graham katakan,“Adalah bagian Roh Kudus untuk menyatakan kesalahanbagian Tuhan untuk menghakimi, dan bagian saya adalah untuk mengasihi.”

Bagian Saudara dan saya— terutama waktu kita melihat proses perjalanan perubahan orang yang kayanya lama banget, enggak berubah-berubah— ingat, bagian kita bukan untuk menyatakan kesalahan atau menghakimi, bukan untuk menuduh mereka, tapi bagian kita adalah untuk mengasihi. Karena hanya kasih Agape Kristus yang tidak pernah gagal, baik buat diri kita maupun buat orang lain.

P.S : Hi Friends! I need a favor, please do let me know if any of you know a freelance opportunity for a copywriter (content, social media, press release, company profile, etc). My email is vconly@gmail.com, Sharing is caring so any support is very much appreciated. Thanks much and God Bless!