JPCC Kota Kasablanka Service 4 (7 July 2019)
Dalam menyambut ulang tahun ke 20 dari JPCC, Saya ingin mengambil kesempatan hari ini untuk berterima kasih kepada semua Partners JPCC yang selama 20 tahun ini telah menerima tempat ini sebagai sebuah keluarga, baik dari DATE Facilitators, DATE Leaders, DATE Members, Jemaat dan terutama juga untuk semua volunteers yang sudah melayani dan berkorban dengan luar biasa, percayalah bahwa meski mata manusia tidak bisa melihat semuanya, tetapi mata Tuhan tidak akan melewatkan semua pelayanan yang sudah diberikan.
Opening Verse – “Dan kepada anggota-anggota tubuh yang menurut pemandangan kita kurang terhormat, kita berikan penghormatan khusus. Dan terhadap anggota-anggota kita yang tidak elok, kita berikan perhatian khusus. Hal itu tidak dibutuhkan oleh anggota-anggota kita yang elok. Allah telah menyusun tubuh kita begitu rupa, sehingga kepada anggota-anggota yang tidak mulia diberikan penghormatan khusus, supaya jangan terjadi perpecahan dalam tubuh, tetapi supaya anggota-anggota yang berbeda itu saling memperhatikan.” 1 Korintus 12:23-25 TB
Saya berterima kasih karena ada banyak orang yang punya kedudukan, berhasil dan punya nama di tempat ini, tetapi mereka tidak menuntut perhatian dan penghormatan yang khusus, mereka datang sebagai orang biasa, dan tidak mau diperlakukan secara khusus, sikap itu menunjukkan suatu kematangan yang luar biasa, dan pada saat yang sama juga memampukan kami untuk memperhatikan orang lain yang sedang berjuang untuk menjadi berhasil. Karena seperti kata Firman Tuhan, bisa terjadi perpecahan di gereja jika kita salah memberikan penghormatan.
Saya juga berterima kasih kepada mereka yang sudah “melempar batu” kepada kami karena secara tidak sadar apa yang dilemparkan membuat kami lebih baik dan diperbesar kapasitasnya.
Setiap orang tentu mempunyai cara yang berbeda untuk mengukur keberhasilan, sebagian besar hanya melihat dari penampilan luarnya saja. Tetapi saya pelajari bahwa penampilan luar bisa saja menipu kita.
Kami belajar bahwa seperti halnya pohon, yang penting bukan hanya besar dan kuatnya, tetapi ada atau tidak “Buah” yang keluar dari sebuah pohon..
Supporting Verse – “Karena tidak ada pohon yang baik yang menghasilkan buah yang tidak baik, dan juga tidak ada pohon yang tidak baik yang menghasilkan buah yang baik. Sebab setiap pohon dikenal pada buahnya. Karena dari semak duri orang tidak memetik buah ara dan dari duri-duri tidak memetik buah anggur.” Lukas 6:43-44 TB
We don’t use People to build Ministry but We use Ministry to build People – Ps. Jeffrey Rachmat
Yang selalu kita tuju di JPCC adalah Buahnya, terutama seperti berapa banyak orang yang mengenal Yesus secara pribadi dan diubahkan hidupnya, itulah yang kami inginkan dan tuju.
Itulah mengapa JPCC melakukan apa yang kita lakukan selama 20 tahun, karena kalau kita hanya memperhatikan apa yang Tuhan bisa lakukan dengan TanganNya, maka kita akan kehilangan kesempatan untuk mengenal HatiNya dan bersekutu denganNya.
Sharing Ps. Jeffrey – Saya ingat disaat kami diundang ke Ulang tahun seorang anak dari teman kami. Disaat kami datang dan bertemu dengan orang tuanya. Orang tuanya senang dan memanggil anaknya untuk berterima kasih karena kedatangan kami.
Anak ini kemudian datang, tetapi dia tidak tertarik dengan apa yang saya katakan, dan apa yang anak ini lihat hanyalah hadiah apa yang saya bawa olehnya. Setelah saya memberikan hadiahnya, anak ini segera kabur tanpa sempat mengucapkan terima kasih.
Cerita ini mungkin terdengar lucu, tetapi berapa banyak orang percaya yang seperti ini hubungannya dengan Tuhan? Orang yang bisa segera “lupa” akan Tuhan disaat Tuhan sudah memberikan apa yang mereka inginkan dan doakan sebelumnya.
Kita bisa salah menilai orang jika kita hanya menilai apa yang dia bawa dan tidak mengenal siapa dirinya. Banyak orang melontarkan sesuatu yang tidak benar dan gosip, kebanyakan dari kita hanya melihat talenta dan penampilan, tetapi tidak mengenal hubungan dan pribadi orang tersebut seperti apa.
Sharing Ps. Jeffrey – Beberapa waktu lalu disaat membaca Firman, saya senang ketika menemukan kejadian dimana Tuhan berkata bahwa dia akan memberikan apa saja yang Raja Salomo minta, dan sekilas kejadian ini mirip seperti Aladin.
Dari apa yang dia bisa minta, Raja Salomo sebaliknya “hanya” meminta hikmat untuk bisa memimpin umat Tuhan dengan benar, tetapi lucunya apa yang dia tidak minta justru Tuhan kasih dan berikan kepadanya.
Supporting Verse – “Dan juga apa yang tidak kauminta Aku berikan kepadamu, baik kekayaan maupun kemuliaan, sehingga sepanjang umurmu takkan ada seorang pun seperti engkau di antara raja-raja. Dan jika engkau hidup menurut jalan yang Kutunjukkan dan tetap mengikuti segala ketetapan dan perintah-Ku, sama seperti ayahmu Daud, maka Aku akan memperpanjang umurmu.” 1 Raja-raja 3:13-14 TB
Tema kita bulan ini adalah Agent of Change, dan judul kotbah saya hari ini adalah We’re just Agent.
Ada 3 hal yang ingin saya sampaikan dalam sharing saya hari ini :
1. Kita bukan pengubah, Kita hanyalah Agen
Kita tidak sanggup untuk mengubah seseorang dan hanya Tuhan yang sanggup melakukannya. Jadi, jangan sampai kita lupa akan posisi kita sendiri, karena ada begitu banyak anak yang ingin merubah orang tua, ataupun juga sebaliknya, dan juga ada banyak suami atau istri yang ingin mengubah pasangannya.
Seringkali saya juga tidak sabar melihat orang yang tidak berubah meskipun sudah didaoakan dan ditolong, dan karena kita suka mencoba mengubahnya dengan kekuatan kita dan akibatnya malah menghambat proses dan pekerjaan Tuhan, semua disebabkan karena kita ikut campur tangan.
Disaat menyiapkan sharing hari ini, Saya juga mendapatkan gambar seorang pemahat atau orang yang sedang memahat, dimana hanya dialah yang tahu apa yang sedang dia kerjakan dan juga hasil akhirnya.
Kita yang menonton seringkali merasa kesal dan tidak mengetahui apa yang dia lakukan, mengapa sang pemahat memotong bagian-bagian yang terlihat bagus, tetapi jika kita membiarkan sang pemahat ini bekerja, kita akan mengerti sebabnya disaat hasilnya atau pekerjaannya sudah selesai.
2. Semakin kita Berubah, Semakin Efektif kita menjadi agen perubahan
Kita akan menjadi lebih otentik dan menajdi diri kita sendiri, karena susah sekali pada jaman sekarang yang identik dengan social media untuk bisa menjadi diri kita sendiri.
Kita terlalu sibuk melihat keadaan orang sekitar, tetapi tahukah jika kita sibuk melakukan ini, maka jika kita tidak hati-hati kita akan menjadi seperti mereka dan bukan menjadi diri kita sendiri.
Sedangkan jika kita mau menjadi otentik dan agen perubahan, kita harus bisa menjadi diri kita sendiri dan tidak perlu melihat kiri kanan, dan hanya perlu sibuk melihat ke dalam, dan mengerti serta melihat apa yang Tuhan sudah berikan dalam hidup kita.
Berubah juga dalam artian menjadi lebih berharga, karena perubahan ini seharusnya membawa kita menjadi lebih baik dari sebelumnya.
Berubah juga berarti Menjadi tahan banting, dan tidak cepat pecah.
Sharing Ps. Jeffrey – Teman saya bercerita tentang mobilnya yang baru saja ditabrak, tetapi lucunya disaat dia turun, mobilnya sendiri aman dan mobil yang menabraknya malah hancur. Itu karena kualitas mobilnya berbeda.
Bahan yang berbeda, artinya, jika kita tahan banting dan tidak mduah pecah, artinya karakter dan kualitas kita berbeda sehingga kita tidak mudah putus ada dalam kehidupan (Contoh : Disaat ada kekecewaan dalam hubungan, ataupun juga dalam pelayanan, kita tidak akan mudah untuk keluar).
Berubah juga berarti menjadi lebih hidup dan atraktif, istri saya suatu hari berkata bahwa dia batal untuk membeli barang karena penjualnya agak menyebalkan. Jawaban-nya agak ketus dan terlihat malas berjual, dan hal ini membuat istri saya batal untuk membeli.
Jika kita menjadi agen perubahan, kita harus menjadi kelihatan hidup dan menunjukkan apa yang kita pegang adalah sesuatu yang berharga, jangan sampai kita kehilangan rasa asin dan terang yang ada dalam hidup kita sebagai orang percaya.
Supporting Verse – “Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.” 1 Korintus 9:27 TB
“Dan apa yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu.” Filipi 4:9 TB
Apa yang sudah kita pelajari, terima, dengar dari Tuhan dan kerjakan, harus kita lakukan juga dalam keseharian kita.
3. Pakai kacamata Belas Kasihan daripada Penghakiman
Ibaratnya seorang penjual handphone, jika kita sedang berjualan dan melihat ada calon pelanggan yang mempunyai tipe handphone versi lama dan menjelekkan handphone mereka, mungkin saja calon pelanggan ini bisa jadi batal untuk membeli di toko kita.
Oleh karena itu jangan habiskan waktu untuk menuding, cobalah untuk mengerti terlebih dahulu kenapa.
Selama 20 tahun menggembalakan, saya sering membuat beberapa keselahan, seperti terkadang saya suka mereka-reka rencana Tuhan atas beberapa orang, dan kemudian mencoba untuk melihat apa yang salah dari orang ini, dan bahkan saya juga sempat memberikan janji akan sesuatu saya tidak bisa pastikan akan terjadi.
Sekarang saya belajar menjadi orang yang lebih berempati, menampung kegelisahan dan kemarahan teman-teman kepada Tuhan akan masalah yang mereka hadapi. Saya tidak mencoba untuk sok tahu, tidak cepat berkomentar, tetapi lebih cepat belajar untuk mendengar karena kita tidak bisa mempercepat waktu dan harus membiarkan Tuhan untuk menyelesaikan pekerjaannya.
Closing Verse – “Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah;” Yakobus 1:19 TB
Karena pada saat Tuhan selesai dengan pekerjaanNya, seperti seorang Pemahat disaat dia sudah menyelesaikan apa yang Dia pahat, baru kita bisa tahu bahwa segala sesuatu indah pada waktuNya.
Tetapi kalau belum waktunya, mungkin apa yang ada terlihat berantakan tetapi ketahuilah bahwa itu bukan berarti Tuhan sedang tidak bekerja dan berencana.
Tuhan adalah Tuhan dan kita hanyalah agen, baru setelah Tuhan selesai bekerja barulah kita tahu, oleh karena itu jadilah agen yang baik dan belajar untuk mengenal HatiNya dan MukaNya dengan sungguh-sungguh, jangan hanya mengenal TanganNya saja dan apa yang dia bisa berikan saja untuk kita, tetapi kenal Hatinya secara pribadi.



