JPCC Kota Kasablanka Service 3 (10 Maret 2019)
Opening Verse – “Takut akan Tuhan adalah didikan yang mendatangkan hikmat, dan kerendahan hati mendahului kehormatan.” Amsal 15:33 TB
Kita bisa menjadi berkat dimanapun Tuhan tempatkan kita. Dunia terus berubah, kita mungkin tidak tahu jenis pekerjaan apa yang akan ada dalam beberapa tahun mendatang, tetapi kita bisa terus berharap kepada Tuhan dan memberikan yang terbaik agar kita bisa menjadi bintang dimanapun Tuhan akan tempatkan kita.
Seringkali kita berpikir bahwa kita mengenal seseorang, tetapi sebenarnya kita tidak mengetahui dirinya dengan dekat, begitu juga hubungan kita dengan Tuhan, beberapa dari kita mungkin tidak punya kedalaman dalam pengenalan akan Tuhan.
Saya mengenal Ps. Jeffrey begitu lama, tetapi setelah beliau menikah dengan Ps. Angela Rachmat, dia tentu akan lebih jauh mengenal Ps. Jeffrey daripada saya.
Kita akan belajar 3 hal dari ciri-ciri orang yang mengenal Tuhan, dengan tujuan agar kita bisa meningkatkan pengenalan kita akan Tuhan.
1. Orang yang mengenal Allah mencari Kerajaan Allah.
Supporting Verse – “Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” Matius 6:31-33 TB
Semua orang tentu bisa merasa kuatir, tetapi jangan suka memikirkan dan merasakan kuatir yang tidak perlu.
Seperti halnya saya mengenal seorang wanita yang merasa khawatir jika “anaknya” nanti akan masuk dalam pergaulan yang buruk seperti perokok atau narkoba, tetapi dia sendiri padahal belum punya anak saat ini.
Ciri-ciri yang pertama dari orang yang mengenal Allah adalah mencari kerajaan Allah, dengan Cara “aktif” untuk mencari kerajaan Allah.
Salah satunya dengan tidak malas, dan mengambil waktu untuk terus merenungkan Firman Tuhan serta menyembahNya.
Mencari Tuhan ini berbicara dengan Prioritas, selama kita tidak mencari Tuhan, maka Prioritas hidup kita akan menjadi stagnan.
Dampak dari ini adalah kita tidak akan menjadi kuatir, Kebanyakan dari kita merasa kuatir karena kita tidak menjadikan Yesus sebagai sumber, dan sebaliknya menjadikan uang sebagai yang utama dan sebenarnya merupakan sumber kekuatiran.
Kita juga harus mencari Kebenaran Tuhan. Jika kita bisa memberikan 10% dari pemikiran kita kepada Tuhan setiap harinya, dan menanyakan Tuhan apa yang Dia mau dari kita, baik secara karakter atau nilai kehidupan, maka kita tidak akan merasa kuatir, carilah dahulu Kerajaan Allah dan Kebenaran-Nya, maka semua akan ditambahkan kepada kita.
Supporting Verse – “Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian? Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu? Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya? Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal, namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannya pun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu. Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya? Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?” Matius 6:25-31 TB
Selama burung masih terbang dan bersiul, janganlah merasa kuatir. Kalau burung saja dipelihara Tuhan, apa lagi diri kta, orang yang suka merasa kuatir menandakan bahwa dia tidak mempunyai pengenalan Tuhan yang baik.
Seperti halnya ada WC Pria dan Perempuan, mungkin perspektif burung ini lebih sesuai untuk suami. Sementara kalau untuk wanita, perspektif bunga bakung lebih sesuai, Bunga tidak bekerja dan meminta, setiap hari selalu bangun, seperti halnya rumput yang selalu dipelihara Tuhan.
Hubungan bunga dan rumput, dengan kekuatiran kita ini adalah seperti halnya gaya hidup Prince Harry dan Princess Meghan yang mungkin mirip seperti Salomo, dimana mereka tidak diperbolehkan untuk memakai baju desainer yang sama untuk kedua kalinya. Jika Bunga dan Rumput saja begitu dipelihara Tuhan, Dia tentunya akan memperhatikan kita dengan lebih lagi.
2. Orang yang mengenal Allah mendengarkan Nasehat
Kegagalan dalam hidup dan dosa akan menurun, caranya adalah kita harus belajar untuk rendah hati dan lemah lembut, mau diajar dan ditegur, tidak mudah marah dan mau berubah.
Sehingga dampaknya, dalam hidup kita, kegagalan dan dosa akan menurun. Orang yang mengenal Allah sangat mudah untuk diarahkan dan dibimbing, jadilah seperti Daud, dan jangan seperti Saul.
Supporting Verse – “Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali. Jika ia tidak mendengarkan engkau, bawalah seorang atau dua orang lagi, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan. Jika ia tidak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya kepada jemaat. Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat, pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut cukai.” Matius 18:15-17 TB
3. Orang yang mengenal Allah berjaga-jaga
Dampaknya dengan berjaga-jaga adalah kesiapan hidup kita akan naik, karena Sukses adalah momen dimana persiapan yang bertemu dengan kesempatan.
Sebuah persiapan harus kita lakukan sendiri dan bayar harganya, ada persiapan yang harus kita lakukan sendiri dan tidak bisa meminta dari orang lain seperti halnya gaya hidup, stamina dan kesehatan diri kita.
Ada hal-hal yang tidak bisa dibagi, karena yang namanya masalah tidak tahu kapan akan datang dan muncuk, baik dalam kesehatan atau finansial, karena itu persiapan begitu penting dalam hidup kita.
Supporting Verse – “Akan tetapi, waktu mereka sedang pergi untuk membelinya, datanglah mempelai itu dan mereka yang telah siap sedia masuk bersama-sama dengan dia ke ruang perjamuan kawin, lalu pintu ditutup. Kemudian datang juga gadis-gadis yang lain itu dan berkata: Tuan, tuan, bukakanlah kami pintu! Tetapi ia menjawab: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya aku tidak mengenal kamu. Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya.” Matius 25:10-13 TB
Mengenal Allah penting karena mengenal Allah adalah hidup yang kekal, dan kunci kebahagiaan manusia, serta akan memampukan dan membuat kita untuk melakukan perkara-perkara yang besar.
Orang bijaksana adalah orang yang mendengar firman dan melakukan-nya, inilah cara untuk membangun kesiapan disaat masalah datang.
Setiap kali kita mendengar Firman, teruslah melakukannya, begitulah cara kita berjaga-jaga agar kesiapan dalam hidup kita naik, baik disaat masalah atau berkat datang, kita akan bisa menyikapi hal itu dengan baik dan Kemuliaan Tuhan akan nyata dalam hidup kita.



