Kenny Goh JPCC

Leading Yourself into Your Victory By Ps. Peter Pauwee

JPCC Kota Kasablanka Service 1 (5 May 2019)

Saya ingin berbicara hari ini mengenai memimpin diri kita sendiri pada kemenangan. Seringkali kita mendengar statement akan “The Best is yet to Come!” tetapi seringkali pada saat bersamaan kita juga mendengar bahwa yang terbaik belum ada. Memang benar bahwa yang terbaik akan datang, tetapi bagaimana kita bisa menghadapi situasi sekarang dimana kita belum menerima hal tersebut?

Bagaimana kita bisa berjalan menuju impian kita? saya percaya bahwa saat kita akan masuk ke dalam kondisi “The Best is yet to Come”, KIta harus menciptakan momentum saat ini dimana kita mendengard ari Tuhan dan bergerak ke arah yang benar.

Sharing Ps. Pauwee – Bulan depan saya dan istri saya, Ilona sudah menikah selama 30 tahun. Kami menikah sangat muda, di usia 19 dan 22 tahun. Kami bertemu di desa yang amat kecil di Belanda, dan ada pasar tahunan disana, dan disanalah kami bertemu. Saat itu istri saya berusia 14 tahun, dan dia membuat keputusan dan ekspektasi bahwa saya akan menjadi suaminya kelak.

Saat itu dia cukup aktif dalam mengejar saya, dan disaat saya mengunjungi sebuah toko injili, saya menemukan sebuah brosur berjudul “There is Hope”. Saya memberikan brosur ini kepada dia, dan sekarang dia mempunyai Iman dan Harapan.

Jadi disaat kita menuju impian dan masa depan kita, kita perlu 2 sayap seperti halnya pesawat, yang pertama adalah Iman, dan yang kedua adalah Harapan atau Ekspektasi.

Opening Verse – Better to be patient than powerful; better to have self-control than to conquer a city. Proverbs 16:32

Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota. Amsal 16:32 TB

Memimpin diri sendiri begitu penting, dan mudah dilakukan saat cuaca sedang baik, tetapi disaat badai sedang datang, barulah kita tahu apakah bisa memimpin diri kita baik dalam pernikahan, bisnis, dan juga komunitas DATE.

Hal ini bisa berupa sakit penyakit, perceraian, dan lain hal. Bagaimana kita memimpin diri kita sendiri untuk keluar dari situasi ini, saya percaya bahwa saat kita memimpin diri kita sendiri, kita harus mampu untuk mendengar suara Tuhan.

Saat saya bertemu dengan orang yang sulit mendengar Tuhan, itu dikarenakan akrena mereka mengkotak-kotakan kehidupan pribadi mereka dengan kehidupan spiritual mereka. Padahal seharusnya dimanapun kita berada, Tuhan selalu ada di sekeliling kita dan dekat dengan kita, kita harus belajar untuk emngintegrasikan Tuhan dalam semua aspek kehidupan kita.

Kita melihat Tuhan dalam setiap musim, orang lain, dan semua yang kita alami dan dengar. Daud adalah salah satu contoh orang yang bisa melihat dan mendengar Tuhan, dia adalah seorang gembala yang banyak menulis lagu. Daud tidak hanya memiliki kebenaran, dia juga mendapah pewahyuan tentang siapa dirinya di mata Tuhan.

Seperti yang dia katakan di Mazmur Daud, Tuhan menciptakan kita dengan begitu misterius dan kompleks, ada sebuah gambar begitu banyak ekspresi domba yang bisa menjelaskan hal ini. Tuhan melihat kita semua yang unik, berbeda-beda dan mungkin sedikit aneh, tetapi inilah cara Tuhan menciptakan kita, dan kita harus menerima diri kita sebagai domba yang mengenal suaraNya.

Supporting Verse – My sheep listen to my voice; I know them, and they follow me. John 10:27 NIV

Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, Yohanes 10:27 TB

Kita adalah milik Tuhan, dan bisa mendengar SuaraNya. Tuhan mengenal setiap dari kita, dan kita semua unik di mata Tuhan. Bagaimana kita bisa mendengar suara Tuhan? seperti halnya gembala dan domba, domba yang mengenal suara gembalanya akan selalu berada dekat dengannya.

Jika kita diam dalam Firman Tuhan, kita akan diam di dalamNya. Itulah caranya dekat dengan Tuhan. Mungkin ada beberapa dari kita yang mengalami kesulitan dalam melakukan ini, tetapi kita harus tetap berada dalam komunitas yang benar dan menuju tujuan yang sama. Tetaplah tertanam di gereja dan komunitas, apapun keadaan kita. Karena seringkali Tuhan memberikan hikmat dan penglihatan melalui perkataan orang lain.

Sharing Ps. Pauwee – Minggu lalu kami sedang berenang di Bali, dan ada seorang perempuan yang mengalami sakit di kepalanya. Saya segera mendoakan dia, dan katakan kepadanya agar coba meminum obat yang diberikan dokternya di Australia. Besoknya saya bertemu dia lagi, dan dia sudah baikan dan kondisinya jauh lebih baik, dan dia bersyukur akan doa dan saran yang saya berikan sebelumnya.

Begitu juga kondisi kita jika kita mau tetap terrtanam di dalam komunitas yang benar, karena domba yang berjalan sendirian akan berakhir sendirian, tetapi kabar baiknya gembala akan selalu mencari semua domba yang hilang. Jadi jika kita sedang berada dalam musim yang tidak ideal, tetaplah berada di dalam komunitas dan gereja karena ini adalah tempat yang aman dan bisa membawa kita ke tujuan hidup kita.

Daud menulis begitu banyak hal, dan mengatakan bahwa Tuhan ada dalam setiap musim kehidupan kita, dalam kebahagiaan dan kedukaan. Dia ada di setiap saat kehidupan kita dan kita harus berada dalam Komunitas dan Rumah Tuhan selamanya.

Sharing Ps. Pauwee – Tahun lalu saat saya sedang di rumah sendirian dan menyiapkan kotbah, tiba-tiba saya merasa begitu pusing, dan segera berjalan ke dapur, saya kemudian terjatuh ke lantai dan merasa tubuh saya berputar-putar. Saya merasa ditekan tubuhnya dan merasa mati. 5 menit kemudian saya sadar dan mulai muntah.

Hal ini terjadi selama berjam-jam, dan saya akhirnya bisa berjalan ke kantor dan menelpon istri saya, dan membutuhkan bantuan. Dia menelpon dokter dan ambulans, dan diketemukan bahwa ini masalah penyakit telinga yang saya punya. Selama berminggu-minggu, saya mengalami kondisi ini berkali-kali.

Disaat saya sedang terbang ke Jakarta, saya mendapatkan pewahyuan akan kesembuhan saya. Saya percaya bahwa Tuhan adalah penyembuh, dan Tuhan memberikan saya Firman. Saya yakin ada beberapa dari kita pagi ini yang perlu mendengar apa yang saya bagikan sekarang untuk kondisi yang sedang digumuli hari ini.

Supporting Verse – Dan Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya. Ialah yang empunya kuasa sampai selama-lamanya! Amin. 1 Petrus 5:10-11 TB

And the God of all grace, who called you to his eternal glory in Christ, after you have suffered a little while, will himself restore you and make you strong, firm and steadfast. To him be the power for ever and ever. Amen. 1 Peter 5:10-11 NIV

Ini kabar baik dan juga buruk, mungkin ini beklum berakhir, tetapi saya tahu bahwa yang terbaik akan datang. Saat saya berkotbah di Manilla beberapa minggu lalu, kondisi saya kembali kotbah, dan saya tergeletak dan tidak bisa berbuat apa-apa. Kabar baiknya bahwa ini hanya sebuah musim saja, Firman Tuhan masuk ke dalam hidup saya.

Saya akan menuju ke sesuatu, dan ini hanya sebuah musim saja. Saya juga diberkati dengan teman-teman yang menguatkan saya, ayat yang dikirim beberapa dari mereka juga sama dengan ayat pewahyuan yang saya terima dari Tuhan. Ini hanya sebuah musim dan saya akan lewati, sekarang saya punya Iman dan Ekspektasi.

Saya mendengar dari Tuhan dan mulai bergerak ke arah yang benar, terus mencoba mencari dokter yang tepat untuk penyakit saya, dan saya percaya bahwa disaat kita punya pengharapan dan ekspektasi, bergerak ke arah yang benar sesuai kehendak Tuhan, kesembuhan akan terjadi, dan ini akan melalui sebuah proses dan tidak terjadi secara instan.

Punyai Iman, Ekspektasi, kerendahan hati untuk mendengar instruksi Tuhan dan bergerak kesana, seperti yang dilakukan oleh Samuel saat mencari orang yang perlu dia urapi sesuai kehendak Tuhan.

Tuhan melihat apa yang ada di dalam setiap orang, dan Dia juga berkata agar kita tidak melihat permasalahan kita dari kondisi dan situasi diluar saja, seperti halnya dokter mungkin bisa berkata bahwa tidak ada obat atas penyakit kita.

Tuhan selalu melakukan hal-hal yang tidak terduga, seperti pada akhirnya bagaimana Daud bisa ditemukan oleh Samuel agar bisa diurapi olehnya untuk menjadi Raja. Kalau kita mendengar dari Tuhan dan mengharapkan sesuatu, apa yang kita harapkan ini mungkin selalu datang dengan cara yang tidak terduga, seperti halnya kelahiran Yesus.

Setelah semua hal ini terjadi, Daud kembali menjadi gembala, karena dia tahu dari pengalamannya bahwa Tuhan bisa menciptakan suatu saat atau waktu untuk melakukan apa yang Dia janjikan, jadi jika kita mengharapkan suatu terobosan, jangan menyerah dan tetap dalam Firman-nya.

Disaat menghadapi Goliath, Daud tahu bahwa di dalam hatinya, ini adalah momen yang diciptakan oleh Tuha agar dia mampu maju melangkah dan membuka pintu untuk mengalami terobosan. Begitu juga bagi kita semua, di dalam semua pergumulan yang sedang kita hadapi saat ini.

Sebelum berperang melawan Goliath, Saul datang kepada Daud, dan berpikir sebelumnya bahwa Daud akan memakai jubah perang yang lengkap, tetapi Daud menolaknya karena dia tahu dari pengalaman-nya, dia berani untuk menjadi berbeda, melangkah dari karunia dan pengalaman hidup yang dipunyainya, begitu juga diri kita disaat menghadapi pergumulan kita.

Daud datang ke Goliath dengan sebuah tongkat kepada Goliath, Daud mulai berbicara, karena dia punya Iman dan Ekspektasi, dia berkata bwha dia percaya di dalam Tuhan dan bukan senjata, dan Tuhan akan memberikan kemenangan. Dia berkata bahwa Daud akan memenggal Goliath dengan pedangnya sendiri.

Daud begitu spesifik akan harapan dan ekspektasi yang dia miliki, jadi jika kita merasa diintimidasi oleh sebuah pergumulan saat ini, apa yang kita harapkan? bisakah kita ceritakan secara spesifik harapan dan ekspektasi kita? karena jika kita tahu akan hal itu, kita akan bisa bergerak seperti yang dilakukan Daud.

Daud punya iman, ekspektasi dan bergerak ke arah yang Tuhan kehendaki. Jadi, Apa yang kita butuhkan saat ini? Apa pergumulan yang mengintimidasi kita hari ini, dan apa harapan dan ekspektasi yang kita punya saat ini?

Mulailah bayangkan impian, tantangan dan deskripsikan secara spesifik bentuknya seperti apa disaat kita berkemenangan, berhasil, sembuh dari penyakit dan mengalami rekonsiliasi hubungan, karena imajinasi dan ekspektasi kita adalah bagian dari terobosan yang kita inginkan.