JPCC Kota Kasablanka Service 4 (21 July 2019)
Opening Verse – “Tuhan Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu.” Kejadian 2:15 TB
Saya ingin memulai sharing hari ini dengan Kisah penciptaan di taman eden, ada instruksi yang menarik disini dimana Tuhan menempatkan manusia di taman eden “untuk” memelihara dan mengusahakan taman Eden.
Kata “untuk” disini menggambarkan bahwa Tuhan kita bukanlah Tuhan yang iseng. Selain itu ada dua kata yang menarik disini yaitu “memelihara” dan “mengusahakan”.
Dalam bahasa inggris, kedua kata ini adalah “Work it and Keep it”, Mengusahakan artinya membuat menjadi lebih baik, di dalam mengusahakan menuntut akan adanya perubahan.
Sementara Memelihara artinya menjaga agar tetap ada dalam kondisi yang sama dan tidak dibutuhkan perubahan.
Selama kita hidup, manusia mengerti dan mengenal dua hal ini. Ada hal yang perlu kita ubah untuk menjadi lebih baik lagi, tetapi ada juga hal yang perlu terus kita pertahankan seperti semula.
Kita harus mengerti hal mana yang perlu kita ubah dan hal apa yang perlu untuk kita pertahankan, contohnya hal seperti menghormati orang tua perlu untuk kita terus pertahankan.
Kekudusan dalam pernikahan dan juga kehidupan pribadi juga suatu hal yang perlu kita terus pertahankan. Begitu juga halnya dengan integritas.
Tetapi ada juga hal yang perlu kita ubah, karena perubahan adalah hal yang konstan dalam dunia ini dan akan terus menerus terjadi.
Ada kalanya kita dipimpin atau memimpin perubahan, seperti dalam hal cara berbayar dengan E-Money. Kita tidak bisa membayar parkir dengan uang cash dan harus membayarnya dengan E-money, hal ini adalah contoh dimana kita dipimpin oleh perubahan.
Setiap pertumbuhan dan kemajuan membawa perubahan. Kita tidak bisa maju kalau kita tidak mau berubah, kalau saya melihat anak saya, masa pertumbuhan membawa perubahan baik dalam hal ukuran sepatu dan baju yang terus berubah. Ironisnya ada banyak orang yang bisnisnya maju tetapi tidak mau berubah.
Perubahan besar selalu dimulai dari perubahan-perubahan yang kecil. Banyak orang ingin mengubah dunia tetapi tidak bisa merubah dirinya sendiri. Tidak sanggup untuk memegang janji dan mendisiplinkan dirinya sendiri.
Supporting Verse – ““Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” Matius 5:13-16 TB
Yang dimaksud dengan “mereka” disini adalah siapa saja yang ada di sekitar kita, karena hanya Tuhan yang bisa kedalaman hati seseorang.
Terang kita harus termanifestasi dalam perbuatan baik kita yang harus bisa dilihat oleh orang di sekeliling kita. Disaat cuapan kita tidak selaras dengan perbuatan kita, maka kita akan membingungkan orang di sekeliling kita.
Pertanyaannya apakah kita memuliakan nama Tuhan dengan perbuatan kita atau sebaliknya membingungkan orang di sekeliling kita?
Supporting Verse – “Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan. Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar.” 2 Korintus 3:17-18 TB
Jangan menuntut orang lain untuk berubah karena yang Tuhan mau ubah adalah diri kita sendiri. Semakin lama seharusnya kta menjadi semakin cemerlang, terutama disaat kita dekat dan berjalan dengan Tuhan.
Kita harus menjadi lebih baik sekarang daripada kita yang dulu. I am a better person now than I was before. Baik sebagai orang tua, pasangan suami atau istri, pemimpin dan peran lainnya dalam hidup kita.
Kita harus menjadi semakin cemerlang, dan kita yang di masa akan datang akan lebih baik dari kita yang sekarang, oleh karena inilah kita bisa hidup dengan pengharapan karena Tuhan ingin merubah kita agar bisa menjadi serupa dengan gambarNya yang selalu sama dan tidak berubah.
Supporting Verse – “Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya.” Ibrani 13:8 TB
Tuhan kita adalah Tuhan yang menyukai perubahan, Tuhan tidak berubah dalam nilai, karakter dan kebenaranNya, tetapi cara dan metode Dia bisa berubah dalam menolong dan meresponi kebutuhan kita agar Kita bisa menang dalam kehidupan.
Tuhan Yesus tidak berubah tetapi Dia memberikan mukjizat dan menyembuhkan orang dengan caranya yang selalu berbeda-beda. Itu yang perlu untuk kita ketahui.
Tuhan bukan tidak peduli atau tidak menjawab doa kita, tetapi Dia memakai cara lain yang tidak kita ketahui sebelumnya karena Dia adalah Tuhan Pencipta.
Seringkali kita menantikan Tuhan untuk bekerja dengan cara yang lama dalam menjawab doa kita, dan tanpa kita sadari Dia sedang membuat cara yang baru dan kita kelewatan dalam melihat hal tersebut.
Supporting Verse – “firman-Nya: “Janganlah ingat-ingat hal-hal yang dahulu, dan janganlah perhatikan hal-hal yang dari zaman purbakala! Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara.” Yesaya 43:18-19 TB
Punyailah pemikiran yang terbuka dalam melihat cara Tuhan bekerja untuk kita semua, bahwa Dia juga bisa memakai siapa saja untuk menjawab doa kita.
Orang yang paling kecil di pandangan manusia, Tuhan bisa pakai untuk mengalahkan sesuatu yang besar. Dia sanggup untuk melakukan segala sesuatu, bahkan hal yang tak mungkin untuk pandangan kita.
Supporting Verse – “Engkau telah mendengar semuanya itu dan sekarang engkau harus melihatnya; tidakkah kamu sendiri mau mengakuinya? Aku mengabarkan kepadamu hal-hal yang baru dari sejak sekarang, dan hal-hal yang tersimpan yang belum kauketahui. Baru sekarang hal-hal itu diciptakan dan bukan dari sejak dahulu, dan sebelumnya engkau tidak mendengarnya, supaya jangan engkau berkata: Memang aku telah mengetahuinya!” Yesaya 48:6-7 TB
Diperlukan Iman untuk kita berjalan bersama dengan Tuhan, orang yang dipakai Tuhan untuk membawa perubahan adalah orang yang terbuka pikirannya, dan berani untuk merangkul ide dan kreativitas yang baru serta berani untuk mencobanya, sehingga dapat membawa solusi dalam persoalan yang ada sekarang dan di masa yang akan datang.
Semua barang yang ada di pasaran yang ada sekarang ini ada untuk menyelesaikan masalah yang ada di jaman sekarang, dan pencipta produk tersebut di pabrik sedang memikirkan ide apalagi yang bisa dipakai untuk menyelesaikan masalah yang akan datang.
Supporting Verse – “Nubuat-nubuat yang dahulu sekarang sudah menjadi kenyataan, hal-hal yang baru hendak Kuberitahukan. Sebelum hal-hal itu muncul, Aku mengabarkannya kepadamu.” Nyanyikanlah nyanyian baru bagi Tuhan dan pujilah Dia dari ujung bumi! Baiklah laut bergemuruh serta segala isinya dan pulau-pulau dengan segala penduduknya.” Yesaya 42:9-10 TB
Nubuat adalah perkataan akan sesuatu yang akan terjadi di masa yang akan datang. Orang yang dipakai Tuhan untuk menyampaikan nubuat mungkin bisa jadi dikira masyarakat seperti orang aneh atau gila, tetapi apa yang dulu dinubuatkan sekarang sudah menjadi kenyataan. Hal yang sama juga bisa terjadi di masa yang akan datang.
Sharing Ps. Jeffrey – Di jaman saya masih muda dulu ada film berjudul Knight Rider, Serial Knight Rider berbicara mengenai seseorang yang punya mobil yang bisa diajak berbicara dan bernama Kit.
Saat dulu saya menonton film ini, kita hanya bisa membayangkan, tetapi sekarang hal ini bisa menjadi kenyataan, dan bahkan sekarang kita juga bisa berbicara dengan handphone kita.
Jaman sekarang bahkan ada beberapa tembok yang bisa bereaksi dan bisa diajak ngobrol dalam fitur smart home. Sedangkan dahulu hal-hal ini hanya berupa ide saja. Menariknya, Tuhan juga bisa dan akan memberitahukan hal-hal yang terjadi di masa yang akan datang.
Nubuat-nubuat yang dahulu sekarang sudah menjadi kenyataan, saya senang disaat teman-teman disini menciptakan lagu baru, karena segala hal baru yang baik adalah tanda perubahan dan kemajuan.
Sepanjang sejarah sampai hari ini, kita lihat bahwa orang yang membawa perubahan yang baik adalah orang yang terbuka pikirannya, dan bisa melihat apa yang orang lain belum lihat.
Supporting verse – “Everything I prophesied has come true, and now I will prophesy again. I will tell you the future before it happens.” Isaiah 42:9 NLT
“Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.” Yohanes 16:13 TB
Jadi jika kita mau dipakai Tuhan untuk membawa perubahan, kita harus punya cara dan pikiran yang terbuka serta siap untuk menerima ide yang baru, karena satu ide saja dari Tuhan bisa mengubah kehidupan kita.
Masalahnya, siapa yang peka dan mendengar Tuhan disaat Dia berbicara? Terutama dalam jaman sekarang dimana kita semua serba sibuk, bahkan yang tidak sibuk pun berlaga untuk sibuk dalam melihat hidup orang lain.
Tahukan kita, bahwa di dalam keramaian akan sulit untuk mendeteksi suara seseorang, tetapi dalam ketenangan, kita akan bisa mendengar suara bisikan dengan begitu jelas. Ide atau kreatifitas sebenarnya ada dimana-mana, menunggu siapa yang terbuka pikirannya dan siap untuk menerimanya.
Ilustrasi – Ada 3 jenis manusia dalam dunia ini, orang yang pertama adalah orang yang membuat sesuatu terjadi (makes things happen), orang yang kedua adalah orang yang melihat sesuatu terjadi atau disebut juga penonton, dan orang yang ketiga adalah orang yang tidak tahu apa-apa mengenai apa yang sedang terjadi.
Orang dalam kategori ketiga, atau disebut sebagai orang yang tidak tahu apa-apa jumlahnya selalu akan lebih banyak, tetapi orang yang membuat segala sesuatu terjadi selalu lebih sedikit jumlahnya.
Ibaratnya dalam pertandingan sepakbola, tentu hanya ada 25 orang yang ada di lapangan dan bisa membuat suatu hal terjadi (pemain kedua tim, pemain cadangan, pelatih dan tim wasit).
Lucunya yang menonton di stadium selalu lebih cerewet dan begitu demanding daripada orang dan pemain yang ada di lapangan. Kebanyakan dari penonton selalu menjelekkan performa si pemain, Padahal kalau si penonton ini disuruh ikut bermain di lapangan, performanya pasti jauh lebih buruk daripada si pemain.
Bahkan ada lebih banyak orang diluar stadion yang bahkan tidak tahu apa yang terjadi, tidak tahu kalau sedang ada pertandinhan sepakbola dan sebaliknya malah mengira sedang ada demo disana.
Kita bisa memainkan salah satu dari ketiga peran ini, dimanakah peran yang kita paling sering alami? Saya percaya bahwa Tuhan kita tidak iseng, kalau Dia menyuruh kita mengusahakan dan menjadikan sesuatu lebih baik lagi, Dia sudah memberikan kita kemampuan untuk memberikan dan melakukan hal yang demikian, saya berdoa agar di tempat ini ditemukan banyak orang yang peka akan suara Tuhan, sehingga kita bisa diberikan ide dan kreatifitas baru dalam kehidupan kita semua.



