JPCC Online Service (13 Juni 2021)
Salam damai sejahtera untuk kalian semua jemaat JPCC di mana pun kalian berada, dan juga kepada semua Saudara yang mengikuti ibadah online ini. Saya berharap dan berdoa tentunya, agar kalian semua dalam keadaan baik, sehat dan dalam perlindungan tangan Tuhan yang kuat. Kiranya berkat dan penyertaan Tuhan kita, Yesus Kristus, nyata atas kalian semua.
Dua minggu yang lalu saya menyampaikan dari kitab Yohanes 4, tentang seorang perempuan Samaria yang mulai mengalami perubahan hidup setelah dia berjumpa dengan Yesus. Dari seseorang yang suka menyendiri, tidak suka bertemu dengan orang karena kehidupan yang dia jalani, di mana wanita ini sudah pernah punya lima suami, dan pada waktu itu yang bersama dengan dia bukanlah suaminya. Dan bagaimana wanita ini kemudian berubah menjadi seorang yang berani muncul di depan orang banyak, di kotanya sendiri untuk menyaksikan apa yang terjadi padanya.
Sehingga akibatnya banyak orang datang kepada Yesus dan menjadi percaya. Seorang teman pernah mengatakan, bahwa khotbah terbaik dalam hidup seseorang adalah transformasi kehidupannya. Dan inilah yang terjadi di dalam cerita ini. Saya senang bagaimana Alkitab tidak menyembunyikan kehancuran atau kegagalan dari wanita ini. Tetapi Alkitab menunjukkan bagaimana kehancuran atau kegagalan, tidak perlu menjadi cerita yang negatif atau akhir dari suatu cerita.
Karena setelah wanita Samaria ini mengalami kasih Tuhan, semua kegagalan— yang memang merupakan bagian kehidupannya—dipakai Tuhan dalam bentuk yang berbeda, dan diubah menjadi bagian dari sebuah cerita kemenangan. Hanya karena satu bab yang buruk, bukan berarti sebuah buku seluruhnya jelek. Demikian juga dengan kegagalan, kemunduranatau kehancuran yang pernah atau mungkin sedang kalian hadapi, tidak perlu menjadi cerita yang buruk karena di dalam Yesus ada pengharapan. Sebab Dia turut bekerja, untuk mendatangkan kebaikan bagi semua orang yang mengasihi Dia. Sehingga kegagalanmu, bisa menjadi bagian dari sebuah come back story, menjadi bagian dari cerita kemenangan yang memuliakan nama Tuhan.
Hari ini saya akan melanjutkan apa yang menjadi pembahasan kita di bulan Juni ini, tentang transformasi: ”RE-NEW YOU” (Memperbaharui Diri Anda). Apa sih sebenarnya, yang dimaksud dengan transformasi? Mungkin sudah banyak yang tahu, tetapi biar saya coba untuk mengingatkan kembali. Sebab transformasi bukanlah perubahan biasa, [karena] ada perbedaan yang dapat dilihat dengan sangat jelas antara sebelum dan sesudah transformasi.
Semua orang dapat menyaksikan transformasi tanpa adanya keraguan. Transformasi adalah gabungan antara dua kata, yaitu “trans” yang artinya melampaui, menyeberang, “go beyond”, “across” (menyeberang) dalam bahasa Inggrisnya, dan “formation” yang berasal dari kata “form”, yang artinya bentuk.
Jadi kalau dua kata ini digabung, artinya melampaui bentuk atau tidak pada bentuk yang sama lagi. Tidak pada bentuk yang sama lagi. Itulah arti kata daripada “transformasi”. Seperti yang sudah saya sampaikan dua minggu yang lalu, bahwa pada saat dosa masuk ke dalam kehidupan manusia pertama dan istrinya, tidak ada yang berubah secara fisik. Dari luar mereka kelihatan tetap sama saja, tetapi ada yang berubah secara internal. Ada perubahan di dalam hidup mereka.
Dengan melanggar perintah Tuhan, mereka membuka pintu untuk dosa masuk, dan dosa membawa konsekuensi, karena upah dosa adalah maut atau kematian. Bersama dengan dosa, datang perasaan bersalah dan malu, yang tidak pernah mereka rasakan sebelumnya, yang membuat mereka kemudian menjadi takut, merasa tertuduh dan bersembunyi pada saat mendengar bunyi langkah Tuhan.
Perhatikan, bahwa awal perubahan itu terjadi dari dalam diri mereka, mulai dari hati dan pikiran mereka, yang kemudian termanifestasikan keluar dalam tindakan mereka. Apa yang terjadi kepada manusia pertama dan istrinya ini, merupakan suatu pelajaran yang sangat penting untuk kita semua.
Bahwa manusia menjalani hidup ini dari dalam ke luar. We are living life, from the inside out. Apa yang terjadi di dalam hati dan pikiran, pada akhirnya akan termanifestasi ke luar dalam bentuk tindakan.
Opening Verse – Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. Amsal 4:23 (TB)
Seperti air mencerminkan wajah, demikianlah hati manusia mencerminkan manusia itu. Amsal 27:19 (TB)
“Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya.” Lukas 6:45 (TB)
Jadi kita hidup ini dari dalam ke luar. Demikian juga pada saat ketika kita bertobat dan dengan iman kita percaya, menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru selamat, atau istilah yang sering dipakai adalah “dilahirkan kembali” (born again). Secara fisik tidak ada yang berubah, dari luar kita kelihatan masih tetap sama, manusia yang sama, tetapi ada yang berubah secara internal. Ada yang berubah di dalam hati kita, akibat dari kita diperdamaikan kembali dengan Allah.
Supporting Verse – Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. 2 Korintus 5:17 (TB)
Pada saat kita menerima Yesus, kita dilahirkan kembali dalam Kristus; kita adalah ciptaan yang baru. Kalau boleh pakai istilah ini: ada DNA-nya Tuhan dalam kita.
Supporting Verse – Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah. Yohanes 1:12-13 (TB)
This means that anyone who belongs to Christ has become a new person.The old life is gone; a new life has begun! 2 Corinthians 5:17 (NLT)
Hidup yang lama sudah hilang dan hidup yang baru sudah dimulai! Jadi hidup yang baru bukan cuma sekadar “datang” atau kita terima [begitu] saja—seperti yang terkesan dalam terjemahan bahasa kita [Indonesia]—tetapi, hidup yang baru “dimulai”. It’s a new start, suatu awal yang baru.
Dulu kita di luar Kristus, namun pada saat kita mengambil keputusan berada di dalam Kristus, kita merupakan ciptaan yang baru, hidup yang lama sudah tidak ada lagi. Sebab kegelapan sudah tidak lagi menguasai kita. Tidak ada penghukuman bagi mereka yang berada di dalam Kristus. Artinya, suatu perjalanan dari kehidupan yang baru, bisa dimulai. Ada start dan awal yang baru buat kita.
Namun, semua perubahan itu terjadi secara internal, di dalam hati. Artinya selain kita, hanya Tuhan saja yang tahu. Sebab hanya Tuhan yang dapat melihat hati manusia, sedangkan manusia hanya dapat melihat apa yang ada di depan mata mereka. Manusia menilai dari luar.Jadi apa yang terjadi di dalam hati kita perlu untuk dimanifestasikan keluar, sehingga dapat disaksikan oleh orang banyak dan membawa kemuliaan bagi nama Tuhan.
Supporting Verse – Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” Matius 5:14-16 (TB)
Yesus sendiri yang memperkenalkan istilah “dilahirkan kembali”. Dia katakan ini, ketika dia bertemu dengan seorang pemimpin agama Yahudi yang bernama Nikodemus.
Supporting Verse – Yesus menjawab, kata-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.” Yohanes 3:3 (TB)
Secara jasmani, ketika seorang bayi lahir biasanya banyak orang membandingkan bayi tersebut: “Mirip siapa ya kira-kira?” Ada yang bilang, “Mirip ibunya!” Ada yang bilang, “Mirip bapaknya!” Tetapi meskipun mukanya mirip dengan bapaknya, tidak berarti kelakuannya sama dengan bapaknya, karena bayi itu masih kecil dan masih harus bertumbuh. Dan ia akan sama kelakuannya dengan bapaknya, kalau selama masa pertumbuhan, Dia menghabiskan banyak waktu dengan bapaknya, melihat apa yang bapaknya lakukan dan mendengarkan apa yang bapaknya katakan. Tetapi kalau dia jarang bersama dengan bapaknya, maka bisa jadi mukanya saja yang mirip tetapi kelakuannya jauh berbeda.
Hal yang sama terjadi secara rohani. Banyak anak-anak Tuhan mempunyai pengertian, bahwa mereka diciptakan serupa dan segambar dengan Allah, tetapi bukan berarti sifat dan karakter mereka mencerminkan karakternya Tuhan. Bahkan masih banyak yang sifat dan karakternya jauh dari karakter Bapa yang di surga.
Mengapa demikian? Bisa jadi karena mereka baru dilahirkan kembali, baru menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru selamatnya, sehingga mereka masih perlu waktu untuk bertumbuh arah Dia. Tetapi ada juga mereka-mereka yang sudah lama mengalami kelahiran baru, tetapi karena jarang bergaul dengan Bapa, mereka tidak bertumbuh secara rohani. Itu sebabnya sifat mereka masih seperti anak kecil yang suka bermain-main; termasuk bermain-main dengan dosa. Minta terus diperhatikan, minta terus di layani. Mereka hanya mau datang dalam doa kepada Bapa-nya kalau mereka ada maunya.
Kalau yang diberi– Kalau yang mereka minta tidak diberikan, lalu mereka bilang, “Tuhan jahat!” dan…atau mereka marah. Kita harus mengerjakan “pekerjaan rumah” kita kalau kita mau bertumbuh menjadi dewasa. Apa yang saya maksud dengan ”pekerjaan rumah”? Mari kita lihat di kitab Filipi ini.
Supporting Verse – Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir, karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya. Filipi 2:12-13 (TB)
Dikatakan di [Ayat 12] “Karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu.”Dalam bahasa Inggrisnya dikatakan: ”Work out your salvation!” Bukan, “Work for your salvation!” (“Kerjalah agar diselamatkan!”) tetapi, “Work out your salvation!” (“Kerjakan keselamatanmu!”).
Kita tidak bekerja untuk mendapatkan keselamatan, karena keselamatan itu adalah kasih karunia Allah, pemberian Allah; bukan kita yang bekerja untuk keselamatan tetapi Allah yang bekerja untuk kita. Tetapi setelah kita menerimanya di dalam hati kita harus mengerjakan keselamatan itu ke luar; work out your salvation. Supaya perubahan yang terjadi di dalam kita itu, terlihat sampai ke luar. Dan itulah yang menjadi pekerjaan rumah kita!
Tuhan sudah mengerjakan bagian-Nya di dalam kita. Sekarang, kita yang harus mengerjakan bagian kita, supaya ciptaan baru yang Tuhan berikan termanifestasikan ke luar. Supaya DNA-nya Tuhan dalam hidup kita dapat disaksikan orang banyak, sehingga hidup kita memuliakan nama Tuhan, dan tidak menjadi batu sandungan buat orang lain.
Mengapa kita harus melakukannya dengan takut dan gentar? Karena kita perlu menghargai apa yang Tuhan sudah lakukan buat kita. Keselamatan yang merupakan perwujudan dari kasih karunia Tuhan, memang diberikan secara cuma-cuma, namun bukan berarti itu murahan! Justru karena kita tidak sanggup membayarnya maka diberikan kepada kita secara cuma-cuma. Karena itu, kita harus memperlakukannya dengan takut dan gentar.
Bayangkan, seperti kalau kita mendapatkan suatu barang yang sangat indah dan luar biasa mahalnya, barang yang kita sendiri tidak sanggup beli, maka kita akan memperlakukannya dengan sebaik mungkin, dengan takut dan gentar. Nah, sekarang, bagaimana kita work out our salvation; bagaimana kita mengerjakannya [keselamatan itu],dan dari mana mulainya?
Supporting Verse – Di dalam nama Tuhan Yesus saya peringatkan kalian:Jangan lagi hidup seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah. Pikiran mereka sia-sia, dan pengertian mereka masih gelap. Mereka jauh sekali dari cara hidup yang dikehendaki Allah. Hal itu karena mereka tidak tahu apa-apa tentang Allah, dan juga karena kekerasan hati mereka. Mereka tidak tahu malu. Karena itu mereka memberi diri mereka sepenuhnya untuk melakukan segala hal yang jahat, dan tidak pernah merasa puas. Tetapi bukan seperti itu cara hidup yang sudah kalian pelajari pada waktu pertama kali kalian mengenal Kristus! Tentu saja, kalian sudah mendengar tentang Dia, dan belajar tentang persatuan dengan Dia, sesuai dengan ajaran benar yang kita terima dari Dia. Jadi setiap kalian sudah diajar untuk meninggalkan sifat-sifat hidupmu yang lama. Hidup lama itu harus dibuang seperti baju lama yang dibuang. Kelakuan lama itu semakin buruk karena dipimpin oleh hawa nafsu yang gampang menipu kita. Karena itu, biarlah hati dan pikiranmu diperbaharui oleh Roh Allah. Sebagaimana kamu memakai baju baru, begitulah hendaknya seluruh hidupmu menjadi baru. Karena kamu sudah diciptakan menjadi manusia baru yang semakin mencerminkan sifat-sifat Allah. Berarti kamu akan sungguh-sungguh hidup suci dan benar di hadapan-Nya. Efesus 4:17-24 (TSI)
Kita tidak memakai baju yang baru di atas baju yang lama, bukan? Kalau kita mau memakai baju yang baru, kita harus menanggalkan baju yang lama lebih dahulu, baru kemudian kita pakai baju yang baru. Dalam kita belajar mengenal Kristus, kita harus menanggalkan sifat-sifat yang lama yang didorong oleh hawa nafsu yang menipu, dan segera menggantikannya dengan sifat-sifat yang baru.
Delete file (hapus berkas) yang lama, segera upload file (unggah berkas) yang baru. Jadi, yang diperbaharui bukan hanya dalam roh saja, tetapi juga pikiran. Supaya kita dapat mengenakan manusia baru yang mencerminkan sifat-sifat Allah, dalam perbuatan kita.
Supporting Verse – Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Roma 12:1 (TB)
Ayat ini dibuka dengan, ”karena itu”. Pertanyaannya, karena apa? Apa yang mendasari Paulus untuk memberikan nasihat, supaya kita mempersembahkan tubuh kita sebagai persembahan yang hidup,yang kudus dan yang berkenan kepada Allah? “Karena itu”.
Kata ini atau kalimat ini tidak dapat dilepaskan dari ayat-ayat sebelumnya dimana Paulus menjelaskan kepada jemaat di Roma, tentang kemurahan Tuhan. Bahwa Dia telah menunjukkan belas kasihan-Nya kepada kita semua, melalui kematian dan kebangkitan Yesus Kristus. Karena Kristus, kita yang percaya kepada-Nya, dibenarkan oleh iman, diperdamaikan dengan Allah dan memiliki pengharapan akan kehidupan yang kekal.
Karena itu pakailah tubuhmu untuk memuliakan nama Tuhan. Pakailah hidupmu sesuai dengan nilai yang sudah dibayarkan oleh Yesus. Jadi tubuh kita ini adalah wadah atau sarana, tempat kita memamerkan kemuliaan Tuhan.
Supporting Verse – Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, –dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu! 1 Korintus 6:19-20 (TB)
Itu sebabnya, kita harus menjaga tubuh kita ini dengan sungguh-sungguh, dan hidup dalam kekudusan, tidak hidup semau kita sendiri. Kita mempersembahkan tubuh kita ini sebagai persembahan yang hidup. Di dalam Perjanjian Lama, kita lihat orang membawa binatang kurban, untuk dipersembahkan di atas mezbah, dalam keadaan mati. Dan hewan itu hanya dapat dipersembahkan kepada Tuhan, satu kali saja. Artinya, kalau besok harinya mereka membawa persembahan lagi, mereka harus membawa binatang yang baru.
Namun sekarang, kita ada di dalam Perjanjian Baru. Kita tidak diminta untuk mempersembahkan binatang, tetapi kita mempersembahkan tubuh kita, sebagai korban yang hidup. Bukan cuma sekali saja, tetapi setiap hari selama kita hidup; kita hidup untuk Dia. Setiap hari kita bangun pagi kita perlu mengambil keputusan untuk mempersembahkan tubuh kita sebagai persembahan yang hidup bagi Tuhan. Karena itulah ibadah yang sesungguhnya, bukan cuma di hari Minggu saja.
Supporting Verse – Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.“Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini.” Roma 12:2 (TB)
Artinya, jangan berada di dalam bentuk yang sudah disediakan oleh dunia ini, tetapi, berubahlah! Kata [berubah] ini dalam bahasa aslinya, memakai kata “metamorfo”, yang artinya berubah menjadi bentuk yang lain.
Dari kata yang sama kita dapatkan kata “metamorfosis”. Seperti ulat yang berubah menjadi kupu-kupu. Dan itulah gambaran yang jelas dari sebuah transformasi. Tentunya cara berpikir ulat berbeda dengan kupu-kupu, meskipun kupu-kupu tersebut tadinya adalah ulat. Dari yang biasa jalan menggunakan kakinya untuk merangkak atau merayap, sekarang dia punya sayap yang memungkinkan dia untuk terbang. Bayangkan kalau kupu-kupu tidak berubah cara berpikirnya maka meskipun sudah mendapatkan tubuh yang baru dan mempunyai sayap, dia masih merayap dengan kakinya!
Saya sih, belum pernah lihat yang demikian, tetapi pastinya, itu adalah sesuatu yang sangat aneh. Demikian juga aneh, kalau kita sudah menjadi ciptaan baru tetapi cara pikir kita masih saja yang lama dan bukan cara berpikirnya Kristus.
Sama seperti kalau kita berubah, dari biasa memakai produk Apple kemudian kita menggunakan Android, seperti Samsung, atau sebaliknya; maka kita harus mengubah cara kita berpikir, supaya yang baru yang ada di tangan kita dapat bekerja dengan baik.
Bahkan untuk membantu kita,setiap pembelian selalu disertai dengan manual book atau buku petunjuk, supaya kita bisa memakai produknya dengan baik. Dan juga tersedia pusat layanan pelanggan yang selalu dapat dihubungi. Hal yang sama juga terjadi secara rohani! Firman Tuhan diberikan kepada kita, sebagai pelita yang menunjukkan jalan buat kita; sebagai buku petunjuk untuk kita pakai hidup kita yang baru ini, yang Tuhan sudah berikan kepada kita. Dan Roh Kudus diutus layaknya seperti agen pusat pelayanan pelanggan, yang tersedia on call (diajak bicara) selama 24 jam, untuk menolong kita senantiasa, memimpin, menghibur, menginsyafkan dan mengingatkan kita akan apa yang Yesus sudah katakan.
Kita akan kesulitan untuk menghidupi ciptaan yang baru, kalau kita tidak mau membaca firman Tuhan dan kita mengabaikan Roh Kudus dalam kehidupan kita. Sebaliknya, kalau kita belajar membaca firman Tuhan, kita mulai download (mengunggah) pemikiran Kristus. Dan kalau kita rajin on-call (berbicara) dengan Roh Kudus, serta belajar taat akan suara-Nya dalam hati kita, maka kita mulai bertumbuh menjadi dewasa.
Dan yang pasti, sifat dan karakter Allah mulai terlihat pada kita.Dan yang terakhir, kata “pembaharuan” dalam Roma 12:2 dalam bahasa aslinya adalah “anakainosis”, yang artinya adalah renovasi. Jadi ada pikiran-pikiran kita yang perlu direnovasi, perlu diganti dengan pemikiran Kristus.
Closing Verse – Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah. Apabila Kristus, yang adalah hidup kita, menyatakan diri kelak, kamupun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan. Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala, semuanya itu mendatangkan murka Allah (atas orang-orang durhaka). Dahulu kamu juga melakukan hal-hal itu ketika kamu hidup di dalamnya. Tetapi sekarang, buanglah semuanya ini, yaitu marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu. Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya, dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya; Pikiran-pikiran inilah yang perlu untuk diganti— kalau itu ada dalam pemikiran kita—perlu direnovasi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan. Kolose 3:1-10 (TB)
Dan ini yang harus dibuang— kata firman Tuhan—marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor, atau saling mendustai, karena tidak sesuai dengan standar manusia yang baru. Dan ini bukan terjadi sekali, terus kemudian selesai, tetapi merupakan sebuah proses yang berkelanjutan, yang terus-menerus sampai kita memperoleh pengetahuan yang benar tentang Siapa Tuhan, yang menciptakan kita.
Kalau renovasi pikiran ini dilakukan, maka Rasul Paulus katakan, kita mulai dapat membedakan, manakah kehendak Allah; apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.
Jadi, sebagai penutup apa yang kita sudah pelajari hari ini? Kita hidup, dari dalam ke luar. Kita perlu mengerjakan pekerjaan rumah kita, sehingga DNA Kristus termanifestasi ke luar, dan bisa jadi kesaksian buat banyak orang. Setiap hari, kita perlu mengambil keputusan untuk hidup buat Tuhan. Merenovasi cara kita berpikir, sampai transformasi kehidupan terjadi. Kita hidup sesuai dengan nilai yang Tuhan sudah bayarkan atas kita.
Semoga apa yang saya sampaikan ini memberkati kalian semua. Bagi Dialah segala hormat kemuliaan. Di dalam nama Yesus, Amin.
P.S : Hi Friends! I need a favor, please do let me know if any of you know a freelance opportunity for a copywriter (content, social media, press release, company profile, etc). Sharing is caring so any support is very much appreciated. Thanks much and God Bless!



