JPCC Online Service (23 January 2022)
Selamat hari Minggu dan salam damai sejahtera untuk semua DATE Member yang dikasihi Tuhan, dan juga Saudara semua yang mengikuti ibadah daring JPCC pada hari ini. Kita sudah ada di minggu keempat di bulan pertama tahun 2022, dan sudah cukup belajar banyak tentang “DEVOTED” yang menjadi tema kita tahun ini.
Hari ini saya ingin menambahkan kepada apa yang sudah dibagikan selama beberapa minggu belakangan oleh rekan-rekan saya. Namun sebelumnya, saya mau memberitahukan bahwa kita akan menambah satu jadwal kebaktian di Sutera Hall dan di The Kasablanka mulai pada tanggal 30 Januari, tepatnya pada pukul 11 pagi. Pastikan kalian sudah mendaftar di aplikasi MyJPCC untuk mendapatkan tempat duduk yang jumlahnya sangat terbatas, sebab kita masih harus menghindari kerumunan demi mencegah penyebaran COVID.
Tetap jaga protokol kesehatan dan jangan lengah sebab kita perlu bersama menjaga keadaan yang sudah jauh membaik, supaya tidak mengalami kemunduran lagi.
Opening Verse – Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput. Yohanes 10:9 (TB)
Suatu pernyataan yang sangat penting saat Yesus berkata, “Akulah pintu. Artinya, Dialah jalan masuk ke dalam Kerajaan Allah. Melalui Yesus kita memperoleh keselamatan dan menemukan padang rumput.
Apa yang Dia maksud dengan “padang rumput“?
Kalau kita baca pasal ini keseluruhan, maka kita akan temukan bahwa Yesus memposisikan diri-Nya sebagai gembala yang baik dan memposisikan kita, sebagai domba-domba-Nya.
Supporting Verse – Kamu adalah domba-domba-Ku, domba gembalaan-Ku, dan Aku adalah Allahmu, demikianlah firman Tuhan ALLAH.” Yehezkiel 34:31 (TB)
Buat domba, padang rumput adalah tempat yang menyenangkan,tempat di mana mereka tidak pernah akan kelaparan. Kalimat “Ia akan masuk dan keluar” mengingatkan kita akan janji Tuhan kepada bangsa Israel kalau mereka hidup taat kepada Tuhan.
Supporting Verse – Diberkatilah engkau pada waktu masuk dan diberkatilah engkau pada waktu keluar. Ulangan 28:6 (TB)
Jadi, kalau kita masuk melalui pintu, yang adalah Yesus sendiri, maka ke mana pun kita pergi,
pada waktu kita keluar dan pada waktu kita masuk, kita tetap dapat menemukan penyediaan Tuhan atau God’s provision, sebab Dia, Yesus, adalah gembala yang baik.
Jadi, jangan berhenti di depan pintu. Jangan sekadar jadi pemerhati dari luar, tetapi masuklah ke dalam, dan temukan sukacita yang datang karena keselamatan yang kita terima, temukan padang rumput yang menggambarkan kebaikan Tuhan untuk kita.
Kita tidak dipanggil untuk jadi penggemar atau simpatisan saja, tetapi kita dipanggil untuk menjadi murid Yesus, dan untuk itu kita perlu masuk ke dalam dan tinggal di dalam Dia supaya kita dapat menghasilkan banyak buah.
Supporting Verse – Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Yohanes 15:4-5 (TB)
Jangan berada di dua pijakan; satu kaki di luar dan satu kaki di dalam.
Satu kaki di dunia dan satu kaki di dalam Kerajaan Allah. Sebab, orang yang mendua hati tak akan mendapatkan apa-apa, kata firman Tuhan.
Supporting Verse – Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas! Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku. Wahyu 3:15-16 (TB)
Dengan kata lain, jangan percaya Yesus setengah-setengah. Kita perlu mengambil keputusan untuk masuk ke dalam dan tinggal di dalam Yesus.
Supporting Verse – Sebab di dalam Dia, Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya, supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya. Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan,Yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya, yang dilimpahkan-Nya kepada kita dalam segala hikmat dan pengertian. Efesus 1:4-8 (TB)
Kemudian kalau kita teruskan di Efesus 1:11-14 (TB) dikatakan:
Supporting Verse – “Aku katakan ”di dalam Kristus”, karena di dalam Dialah kami mendapat bagian yang dijanjikan— kami yang dari semula ditentukan untuk menerima bagian itu sesuai dengan maksud Allah, yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendak-Nya supaya kami, yang sebelumnya telah menaruh harapan pada Kristus, boleh menjadi puji-pujian bagi kemuliaan-Nya. Di dalam Dia kamu juga— karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu— di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu. Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya. Efesus 1:11-14 (TB)
Beberapa kali Rasul Paulus menekankan agar kita berada di dalam Dia, sebab di dalam Dia kita menemukan bahwa kita umat yang dipilih Tuhan, umat yang kudus dan tidak bercacat di hadapan-Nya.
Di dalam Dia, kita beroleh kasih karunia. Di dalam Dia, kita beroleh pengampunan dosa. Di dalam Dia, kita menerima bagian yang dijanjikan. Di dalam Dia, kita mengenal kebenaran dan di dalam Dia, kita dimeteraikan oleh Roh Kudus.
Luar biasa, bukan? Dan bukan hanya sampai di situ saja!
Supporting Verse – Tetapi syukur bagi Allah, yang dalam Kristus selalu membawa kami di jalan kemenangan-Nya. Dengan perantaraan kami Ia menyebarkan keharuman pengenalan akan Dia di mana-mana. 2 Korintus 2:14 (TB)
Kita tidak tahu apa saja yang akan kita lewati di tahun 2022 ini, tetapi kita punya jaminan kemenangan kalau kita berada di dalam Kristus.
Dan, kemenangan yang kita alami itu punya tujuan, yaitu untuk menyebarkan keharuman supaya banyak orang mengenal Kristus. Kemenangan kita sama sekali bukan untuk menyatakan betapa hebatnya kita, tetapi untuk menyatakan betapa hebatnya Tuhan kita.
Di masa pandemi ini banyak orang mengalami krisis karena ketidakpastian. Banyak yang sudah buat rencana, tapi tiba-tiba harus diubah. Belum lagi pembatasan ruang gerak yang membuat banyak orang tidak dapat berpergian untuk mengunjungi keluarga di luar kota, sehingga ada yang tidak dapat mengunjungi anggota keluarga tercinta selama hampir dua tahun, dan banyak yang ingin pergi berlibur, tetapi harus menunda keinginannya.
Tidak heran kalau pandemi ini banyak menimbulkan persoalan-persoalan baru, mulai dari mental health issue, persoalan dalam rumah tangga, konflik antara suami-istri, orang tua dan anak, atau dalam pekerjaan dan bisnis juga.
Akibatnya, banyak yang tidak dapat melihat masa depan dengan jelas. Mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan. Tidak sedikit yang menyerah, tidak sedikit yang imannya tumbang karena tidak lagi dapat melihat harapan.
Ada yang memutuskan untuk berpisah dengan istri atau suaminya, atau terpaksa menutup bisnisnya dan lain sebagainya. Namun, di saat yang bersamaan, pandemi ini juga membuka peluang seperti yang belum pernah ada sebelumnya.
Ada juga yang memperoleh kesempatan meraup keuntungan. Ada yang justru kebanjiran pesanan dan mengalami peningkatkan ekonomi secara luar biasa. Dengan bertambahnya uang, mereka mampu untuk melakukan apa yang dulunya tidak dapat mereka lakukan. Mereka jadi mampu membeli apa saja yang selama ini mereka tidak bisa beli, sehingga terjadi perubahan gaya hidup.
Kalau tidak disadari, maka hal ini bisa membawa persoalan tersendiri, dan juga menimbulkan konflik dalam keluarga. Ada yang mulai mundur imannya karena sekarang terlalu sibuk, sehingga tidak punya waktu lagi untuk Tuhan.
Ada yang mulai meninggalkan iman, karena mereka karena tergiur dosa dan kenikmatan yang ditawarkan oleh dunia ini. Jadi yang mengalami krisis berhadapan dengan ujian, demikian juga yang mengalami rezeki, juga berhadapan dengan ujian.
Pertanyaannya, bagaimana kita bisa tetap teguh di dalam iman dalam menghadapi krisis atau bagaimana caranya tetap dapat menjaga keseimbangan pada saat mendapatkan keuntungan?
Supporting Verse – Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur. Kolose 2:6-7 (TB)
Buat kita yang sudah masuk melalui pintu dengan menerima Yesus sebagai Juru Selamat, Paulus katakan, kita harus tetap hidup di dalam Dia. Maksudnya adalah: kita perlu berakar di dalam Dia dan juga dibangun di atas Dia.
Perhatikan, ke dalam dulu baru ke atas; berakar dulu baru bangun di atasnya. Maka kita akan bertambah teguh di dalam iman dan hati kita akan melimpah dengan ucapan syukur.
Itu sebabnya mengapa kita di JPCC mengambil tema “DEVOTED” (“SETIA”) di tahun ini, karena kita perlu bertumbuh semakin dalam, berakar ke bawah. Kita perlu untuk membangun pengenalan akan Tuhan yang lebih dalam. Membangun hubungan pribadi dengan Tuhan, bukan hanya hubungan yang bersifat transaksional.
“Devoted to Christ” artinya kita berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia. Inilah kunci untuk mengalami pertumbuhan rohani dan kehidupan yang menghasilkan buah, yaitu jika kita mempunyai akar yang kuat di dalam Yesus Kristus.
Akar yang dalam dan kuat menyediakan pondasi bagi sebuah pohon untuk tetap tegak ketika menghadapi tiupan angin. Demikian juga kalau kita berakar di dalam Kristus, kita mempunyai iman yang kuat sehingga tidak mudah diombang-ambingkan oleh berbagai macam pengajaran dan tidak mudah jatuh ke dalam dosa.
Orang yang berakar di dalam Yesus, menjadikan Tuhan sebagai tempat untuk mendapatkan kekuatan dan penghiburan terutama ketika berhadapan dengan kesulitan dan persoalan.
Orang yang berakar di dalam Yesus selalu memberikan kemuliaan kembali kepada Tuhan apabila mereka mengalami kemenangan karena sadar semuanya itu datangnya hanya dari Tuhan.
Supporting Verse – TUHAN adalah kekuatanku dan perisaiku; kepada-Nya hatiku percaya. Aku tertolong sebab itu beria-ria hatiku, dan dengan nyanyianku aku bersyukur kepada-Nya. Mazmur 28:7 (TB)
Salah satu fungsi akar pohon adalah untuk menyerap air dan mineral dari dalam tanah untuk dibagikan ke tubuh pohon. Demikian halnya kalau kita berakar di dalam Dia, maka Tuhan sudah menyediakan semua nutrisi penting yang kita butuhkan untuk bertumbuh dan menghasilkan buah.
Di zaman ini orang berlomba-lomba untuk segera mencapai sukses. Semakin muda semakin keren. Sukses sering diidentikkan dengan harta benda yang dimiliki seseorang, yang bisa ditunjukkan melalui media sosial atau dalam pergaulan.
Ada banyak coach for success, atau orang-orang yang pekerjaannya membimbing orang menjadi sukses. Ada juga yang menjadi motivator yang memotivasi orang menjadi sukses, dan lain sebagainya. Saya sama sekali tidak keberatan atau tidak menentang orang-orang mencapai sukses di usia muda, tetapi membangun ke atas tanpa terlebih dahulu membangun ke bawah, sangatlah rentan.
Kita tahu bahwa pondasi sebuah bangunan sangat penting, dan pondasi itulah yang menentukan seberapa besar bangunan yang dapat dibangun di atasnya. Demikian juga, akar sebuah pohonlah yang menentukan kekuatan pohon itu. Pada saat akar sebuah pohon masuk jauh ke dalam, maka pohon tersebut tidak perlu takut dalam menghadapi tiupan angin.
Supporting Verse – “Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu. Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya.” Matius 7:24-27 (TB)
Orang yang membangun rumah di atas pasir, tentu rumahnya jadi lebih dahulu dan waktu yang dia tempuh untuk membangun rumah tidak selama orang yang mendirikan rumah di atas batu. Karena tidak dianggap penting dan jarang orang yang memperingatkan, maka tidak banyak orang yang mau membangun dasar yang kokoh lebih dahulu.
Maunya langsung berhasil. Maunya langsung bisa mencapai puncak. Dan mungkin saja ada di antara mereka yang berhasil mencapai tujuan tersebut, sampai akhirnya krisis datang.
“Talent will get you to the top, but it takes character to keep you there.” John Wooden, pelatih basket terkenal di Amerika
Talenta akan membawamu ke puncak, tapi karakterlah yang akan membuatmu tetap di sana. Kalau tidak ada hujan, banjir, atau angin, semua bangunan akan aman-aman saja. Kalau tidak ada krisis, maka semua akan aman-aman saja.
Tetapi Yesus katakan, “Kemudian turunlah hujan, banjir, dan angin yang melanda.” Itu semua datang untuk menguji apa yang sudah kita bangun. Hujan dan banjir, sering kali diidentikkan dengan berkat, dan angin sering kali menggambarkan kesulitan. Namun kita lihat, keduanya datang untuk menguji pondasi kehidupan kita.
Semakin muda seseorang dalam mencapai puncak kesuksesan, semakin besar kemungkinan dia untuk bertemu dengan angin, hujan maupun banjir dalam hidupnya. Bayangkan seseorang yang sudah berada di puncak pada usia 30 tahun, maka setidaknya, 30-40 tahun ke depan dalam karirnya, dia harus mampu bertahan melawan tiupan angin yang keras di atas sana. Kalau dia tidak berakar kuat ke dalam, maka besar kemungkinan dia akan tumbang.
Dalam buku saya “Suit Up”, saya katakan, “Success without moral excellence is not a true success.”
Di umur saya yang sekarang ini, kemungkinan untuk saya bertemu lagi dengan pandemi jauh lebih kecil dibandingkan dengan anak-anak saya yang umurnya masih 20-an. Karena jangka waktu hidup mereka yang masih panjang, bisa jadi mereka akan bertemu lagi dengan pandemi di masa yang akan datang.
Meskipun saya tidak berharap demikian tentunya. Tetapi, sebagai orang tua, saya bertanggung-jawab untuk membantu mereka membangun pondasi yang kuat dalam hidup mereka sehingga kalau-kalau mereka bertemu dengan musim seperti sekarang ini, di masa yang akan datang, mereka dapat mengatasinya.
Ketika hujan, banjir, dan angin melanda, pada saat itulah semua yang membangun di atas dasar yang kokoh, akan mendapatkan upahnya. Itu sebabnya tidak perlu iri dengan orang yang membangun di atas pasir. Hiduplah tetap di dalam Dia, berakar terus ke bawah. Jangan tunggu sampai hujan, banjir, dan angin datang, baru sibuk mau bangun pondasi, karena pada saat itu, sudah terlambat.
Berikut ini ada tiga hal yang di dalamnya kita perlu berakar:
Yang pertama, kita perlu berakar dalam firman Tuhan.
Pondasi yang kuat kita dapatkan pada saat kita menjadi pelaku firman Tuhan, dan bukan hanya menjadi pembaca atau pendengar firman Tuhan saja. Tentu saja kita harus membaca dan mendengarkan firman Tuhan, tetapi jangan berhenti sampai di sana saja! Lakukanlah kebenaran firman Tuhan tersebut.
Pergi ke gym saja atau hang out di fitness center saja, tidak membuat badan kita menjadi lebih sehat dan berbentuk. Kita harus mengangkat beban dan berlatih dengan benar untuk mendapatkan hasilnya.
Kebenaran firman Tuhan akan memberikan nilai-nilai. Firman Tuhan akan mengajarkan prinsip-prinsip kehidupan yang benar dan semua itu kemudian akan membentuk moral karakter kita sebagai bagian dari pondasi untuk menopang semua yang kita bangun di atasnya.
Yang kedua, kita perlu berakar dalam kasih Tuhan.
Supporting Verse – “Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.” Yohanes 13:34-35 (TB)
Tuhan adalah kasih dan kasih Tuhan adalah kasih tanpa syarat. Kita tidak dapat mengasihi seperti Tuhan mengasihi, kalau kita tidak hidup di dalam Dia. Tetapi kalau kita hidup di dalam Dia dan Dia di dalam kita, maka kita mampu untuk mengasihi seperti Tuhan mengasihi.
Bahkan kita menjadi mampu atau dimampukan untuk mengasihi orang-orang yang bersalah kepada kita sekalipun.Itulah sebabnya, kita perlu berakar di dalam kasih.
Supporting Verse – Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna. 1 Korintus 13:2 (TB)
Yang ketiga, kita perlu berakar dalam kuasa Roh Kudus.
Supporting Verse – Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita. Efesus 3:20 (TB)
Roh Kudus diutus untuk menolong, untuk memimpin, untuk menghibur, untuk menginsafkan, dan mengingatkan kita akan firman Tuhan dan memberitahukan kepada kita hal-hal yang akan datang. Kalau kuasa Roh Kudus bekerja di dalam kita, maka kita mampu untuk melakukan perkara-perkara yang jauh lebih banyak dari yang kita doakan atau pikirkan.
Supporting Verse – God can do anything, you know— far more than you could ever imagine or guess or request in your wildest dreams! He does it not by pushing us around but by working within us, his Spirit deeply and gently within us. Ephesians 3:20 (MSG)
Dikatakan, Roh Kudus itu bekerja secara mendalam dan secara lembut dalam hati kita, tidak dengan paksa. Dan orang yang hidupnya bergaul dengan Roh Kudus, tentu saja akan menghasilkan buah roh dalam hidupnya.
Supporting Verse – Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu. Galatia 5:22-23 (TB)
Dengan mengambil tema “DEVOTED” di tahun ini, kita mau berakar di dalam firman Tuhan, kita mau berakar di dalam kasih-Nya, dan mau berakar di dalam kuasa Roh Kudus. Dan tujuannya adalah supaya kita menjadi orang yang teguh di dalam iman.
Supporting Verse – As you therefore have received Christ Jesus the Lord, so walk in Him, rooted and built up in Him and established in the faith, as you have been taught, abounding in it with thanksgiving. Colossians 2:6-7 (NKJV)
Established in the faith, artinya mempunyai iman yang mapan. Stabil imannya, tidak mudah digoyahkan, tidak mudah diombang-ambingkan oleh berbagai macam pengajaran. Orang-orang yang established in the faith tidak mudah menyerah kepada kesulitan.
Mereka adalah orang-orang yang mengandalkan Tuhan dalam segala area kehidupan. Mereka bergantung sepenuhnya kepada Tuhan karena mereka mengenal Tuhan mereka. Dan ada janji Tuhan buat orang-orang yang seperti ini, seperti tertulis dalam ayat ini.
Closing Verse – Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!― dengarkan― Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah. Yeremia 17:7-8 (TB)
Suatu janji yang sangat luar biasa yang bisa dijadikan pegangan kita untuk menjalani tahun 2022 ini, jika kita berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia.
Semoga kalian diberkati oleh pemberitaan firman Tuhan pada hari ini. Semoga kita menggunakan waktu kita sebaik-baiknya di tahun 2022 ini, untuk berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia. Amin.
P.S : Dear Friends, I am open for a freelancing copywriting work. My experience varies from content creation, creative writing for established magazine such as Pride and PuriMagz, web copywriting, fast translating (web,mobile, and tablet), social media, marketing materials and company profile. Click here to see some of my freelancing portfolios – links
If your organization need a Freelance Copywriters or Social Media Specialist, Feel free to contact me, and see how I can free up your time and relieve your stress over your copy/content needs and deadlines. My contact is 087877383841 and vconly@gmail.com. Sharing is caring so any support is very much appreciated. Thanks much and God Bless!



