JPCC Online Service (2 April 2023)
Apa kabar semuanya teman-teman yang hadir di JPCC dan juga teman-teman yang sedang menyaksikan di online? Welcome to JPCC! Hari ini kita tetap masih dalam seri di bulan ini yaitu tentang spiritual training atau latihan rohani. Kita tahu bahwa hidup saudara dan saya terdapat dari tubuh jiwa dan roh, kita sedang hidup dalam zaman dan generasi di mana yang namanya tubuh dan jiwa itu sangat dipedulikan.
Jaman sekarang ini ada begitu banyak orang-orang yang lebih mengerti tentang kesehatan, tentang yang namanya physical training, begitu banyak orang-orang yang tadinya tidak mau berolahraga akhirnya sekarang mulai mementingkan kesehatan jasmani mereka. Dan kita juga hidup dalam sebuah generasi dimana kita sangat mementingkan jiwa, pemikiran kita tentang mental health issue dan lain sebagainya tetapi sayangnya yang saya perhatikan, adalah kita sedang hidup dalam generasi di mana ours spiritual needs itu sama sekali tidak dipedulikan.
Kita hidup di mana yang namanya gereja, kita datang cuman sekedar untuk mendapatkan firman Tuhan yang sudah diolah oleh Pendeta dan diberikan atau disuapi kepada Jemaat. Kami rindu di JPCC bahwa setiap jemaat Tuhan yang percaya dan mengikuti Yesus Kristus bukan sekedar tubuhnya kuat, bukan sekedar mentalnya kuat, tetapi yang terlebih penting adalah kita memiliki sebuah kerohanian yang kuat.
Opening Verse – Latihan jasmani sedikit saja gunanya, tetapi latihan rohani berguna dalam segala hal, sebab mengandung janji untuk hidup pada masa kini dan masa yang akan datang. 1 Timotius 4:8 BIMK
Artinya kalau saudara nge-gym, membuat badan saudara menjadi sehat dan saudara merasakan dampak dari latihan ke gym pada badan jasmani saudara, bayangkan ini yang Tuhan sedang katakan bahwa pada saat engkau train your spirit, maka itu akan menjadi jauh lebih berguna daripada dampak yang kita dapatkan pada saat kita sekedar training our physical body.
Minggu pertama, Spiritual growth is about training, not trying.
Pada minggu pertama, kita belajar tentang bahwa pertumbuhan rohani kita bukanlah bahwa kita striving atau sekedar untuk mencoba, tetapi sebaliknya adalah sebuah training dimana kita harus disiplin dan konsisten dalam melatih kerohanian kita.
Minggu kedua, Mencintai Yesus = Mencintai Firman Tuhan
Pada minggu kedua, kita diajarkan bahwa kalau kita mau mencintai Yesus itu adalah sama dengan mencintai firman Tuhan, karena firman Tuhan mengajarkan bahwa Yesus datang ke dunia dan Dia adalah Firman Tuhan yang menjadi daging, dan menjadi manusia.
Minggu Ketiga, Bagaimana membaca Alkitab? Gunakan O.I.A
Minggu lalu kita belajar bagaimana caranya, di gereja kami senang untuk kita mengajarkan hal-hal yang aplikatif dan bisa kita aplikasikan dalam kehidupan kita. Minggu lalu kita belajar bagaimana membaca Alkitab dan kita menggunakan yang disebut sebagai O.I.A, O itu adalah observasi, I adalah interpretasi dan A adalah aplikasi. Kalau kita lakukan itu saat kita membaca firman Tuhan, Saya yakin dan percaya kerohanian kita pasti akan bertumbuh.
Di minggu ke-empat ini kita belajar tentang membangun kehidupan berdoa, karena berdoa itu merupakan bagian inti dari spiritual training yang berguna dalam segala hal dan memiliki dampak yang tidak terbatas.
Doa atau prayer itu bagaikan nafas bagi orang percaya. Saya mau bertanya ini dan saya mau saudara menjawab dengan jujur pada hari ini. Berapa banyak dari saudara yang percaya bahwa doa itu punya peran yang sangat penting dalam kehidupan kita sebagai orang percaya? Angkat Tanganmu tinggi-tinggi.
Pertanyaan saya yang kedua, Berapa banyak dari saudara yang tadi mengangkat tangan yang bilang bahwa doa itu penting banget bagi kita sebagai orang-orang percaya, Namun kita kesulitan mempunyai kehidupan doa yang konsisten dan yang dewasa?
Nah, semua orang yang sudah mengangkat tangan sebelumnya kembali mengangkat tangan lagi. Inilah yang membuat tension yang besar dalam kehidupan orang-orang di zaman sekarang ini, bahwa semua dari kita percaya dan tahu serta yakin bahwa doa itu penting bagi kita orang Kristen, tapi kok kenapa sangat sulit untuk kita bisa berkata bahwa kita mempunyai kehidupan berdoa yang konsisten.
Hari ini saya akan mencoba untuk membantu saudara dengan apa yang saya bisa ungkapkan tentang apa sih itu doa dan bagaimana kita berdoa. Semoga hari ini bisa mengubah perspektif kita sebagai anak-anak Tuhan, untuk kita bisa mempunyai sebuah kehidupan berdoa yang konsisten.
Pertanyaan saya yang terakhir, berapa banyak dari saudara yang mau mulai di tahun ini mempunyai kehidupan berdoa yang konsisten, yang dewasa dan yang disiplin di hadapan Tuhan?
Doa merupakan Nafas hidup orang percaya, dan sama seperti dengan membaca Alkitab, kedisiplinan dalam Berdoa adalah sebuah tanggung jawab untuk meneladankan kehidupan para pengikut Kristus.
Supporting Verse – Ajarkanlah semuanya itu dan suruhlah orang-orang menurutinya. Janganlah membiarkan seorang pun menganggap engkau rendah karena engkau masih muda. Sebaliknya, hendaklah engkau menjadi teladan bagi orang-orang percaya dalam percakapanmu dan kelakuanmu, dalam cara engkau mengasihi sesama dan percaya kepada Yesus Kristus, dan dengan hidupmu yang murni. 1 Timotius 4:11-12 BIMK
Saya sering katakan bahwa kita bukan dalam krisis pengajaran dalam gereja, dalam kekristenan di zaman sekarang. Ada begitu banyak orang-orang yang pintar mengajar, ada begitu banyak pengajaran yang hebat yang kita bisa temukan di YouTube, Revivo dan sebagainya, tetapi kita sedang berada dalam krisis keteladanan, karena banyak orang yang bisa mengajar belum tentu hidupnya menjadi teladan.
Kalau saya berbicara seorang Teladan, itu bukan tanggung jawab para pendeta-pendeta saja. Malah yang lebih penting adalah saudara, saudara keluar dari gereja dan kehidupan saudara yang menjadi teladan seperti yang Timotius katakan. Salah satu teladan yang harus kita lakukan dan harus kita contohkan kepada dunia adalah kehidupan kita dalam berdoa kepada Tuhan.
Nah, beberapa hari yang lalu saya bertanya di sosmed saya, apa sih yang membuat teman-teman sulit mempunyai kehidupan berdoa yang konsisten, dan saya bikin polling agar mereka bisa menjawab dan saya mencatat semua jawaban-jawaban mereka. Dari semua yang menjawab pertanyaan itu di sosmed saya, saya temukan ada 4 alasan yang saya rangkum akan mengapa kita sulit memiliki kehidupan berdoa yang konsisten.
Pertama, kita mudah terganggu (distracted).
Kedua, kita tidak percaya diri (guilt and no confidence), banyak dari mereka feel Guilty atau tidak Confident untuk masuk dalam hadirat Tuhan.
Ketiga, kita mementingkan diri sendiri (selfish and lazy)
Keempat, kita kurang iman, kurang iman itu adalah rangkuman saya yang keempat.
Ini jawaban beberapa dari mereka. “kemalasan dan kecapean membuat saya sulit untuk berdoa, Pastor”, “oh karena saya merasa doa saya tidak dijawab-jawab oleh Tuhan, maka percuma semua doa saya”, “terlalu banyak distraction”, “scrolling sosmed lebih penting, nonton k-drama daripada doa”. “takut salah berdoa”, “takut salah ngomong ke Tuhan”, “susah fokus dan susah berkomitmen”, Apakah saudara ada di dalam empat kategori ini?
Kalau saudara mau jujur, kenapa kita sulit mempunyai kehidupan berdoa yang konsisten. Berapa banyakdari saudara yang di tahun ini mau belajar untuk melatih rohani kita dengan mempunyai kehidupan berdoa yang konsisten dan disiplin?
Izinkan saya mengajarkan, yang pertama saya akan mulai dengan apa sih itu doa? what is a prayer?
Ada begitu banyak definisi berdoa yang saya temukan, karena hampir semua agama di muka bumi ini mempunyai konsep tentang berdoa. Semua agama punya konsep berdoa yang berbeda-beda dan itu sebabnya menjadi sangat ritualistik bagi banyak orang.
Nah, sebelum kita mencoba untuk mengerti apa sih doa yang dimaksudkan oleh Tuhan Yesus, ijinkan saya membagikan kepada saudara doa itu bukan “…”, What is not a prayer? Sebelum kita belajar tentang what is a prayer.
Pertama, Doa bukanlah sebuah presentasi formal.
Banyak orang berpikir bahwa “Oh, kalau doa itu kita harus punya title atau jabatan tertentu”, “Oh doa itu kita harus pandai berbicara”, “Oh doa itu harus pakai dupa dan kemenyan dan lain sebagainya biar wangi dan supaya doa kita diterima oleh Tuhan”.
Kita bisa berbicara kepada Tuhan apa adanya, sejujurnya dan sesederhananya kepada Tuhan. Apa yang saudara anggap sebagai Excuse atau alasan sebelumnya, bahwa “Oh saya tidak jago ngomong, saya enggak tahu harus ngomong apa sama Tuhan”, its not an excuse because prayer is not a formal presentation.
Kedua, Doa bukan ajang saudara memberikan ‘daftar keinginan’ kepada Tuhan
Banyak dari kita melakukan itu, setiap kali kita berpikir bahwa berdoa adalah kita meminta sesuatu kepada Tuhan. Tuhan kita bukanlah “Genie in a Bottle”, yang kalau kita gosok tiga kali, maka Dia akan keluar dan memberikan saudara tiga wishes yang Dia akan jawab.
Ketiga, Doa bukan sebuah negosiasi rohani.
Karena saya sering temukan ada banyak orang yang selalu bernegosiasi dan mereka pikir itu doa mereka, dimana mereka bisa berkata begini sama Tuhan- “Tuhan, kalau aku bisa jadian sama dia, Tuhan, aku berjanji akan berhenti merokok!”, atau “Tuhan kalau aku dapat kerjaan ini, aku berjanji minggu ini pun aku register masuk date dan rajin ke gereja”. Prayer is not a negotiation.
Keempat, Doa juga bukan remindernya kita kepada Tuhan.
Kita suka berpikir bahwa doa itu seperti, “Oh Tuhan ingat ya, tiga hari lagi nih.. saya akan berhenti kerja, jadi dalam 3 hari Tuhan Yesus, as a reminder, tolong berikan saya berkat”.
Sebaliknya doa adalah reminder untuk kita untuk terus bergantung kepada kedaulatan Tuhan, dan doa bukan ajang kita, bukan aktivitas kita mencoba untuk memenangkan hati Tuhan. Kita berpikir bahwa kalau doa kita bagus, maka Tuhan bisa lebih senang dan bangga kepada kita. Doa juga bukan ajang untuk membuat orang lain terkagum-kagum dengan kerohanian kita.
Jadi apa itu sebuah doa?
Definisi daripada kamus menuliskan bahwa doa adalah membuat sebuah permintaan atau petisi kepada Tuhan dengan penuh kerendahan hati. Untuk berkata-kata kepada Tuhan dalam pengagungan-pengakuan, permohonan atau ucapan syukur.
Tetapi kalau saudara perhatikan, ini adalah satu arah. Ini adalah monolog, di mana kita yang meminta sesuatu. Itu sebabnya di zaman sekarang banyak punyakesulitan untuk kehidupan yang berdoa, karena banyak orang berpikir bahwa doa itu satu arah.
“Doa adalah mengangkat pikiran dan hati seseorang kepada Tuhan atau meminta hal-hal baik kepada Tuhan dari Tuhan” – St. John Damascene
Definisi yang baik dan bagus, tetapi ini yang saya pikirkan beberapa waktu yang lalu. Kalau kita tidak sadar bahwa Tuhan sangat mau mempunyai hubungan dengan saudara dan saya, maka kita akan terjebak dalam pemikiran bahwa doa itu adalah sebuah monolog kepada Tuhan. Itu sebabnya di JPCC kami mengatakan bahwa doa adalah sebuah dialog intim dengan Tuhan dan bukan sebuah monolog.
Doa kita, adalah intimate conversation dimana Tuhan mau mendekat kepada saudara Tuhan, mau berbicara kepada saudara, dan Tuhan mau mengungkapkan isi hatiNya.
Pertanyaan saya, kita mau dengar atau enggak?
Hari ini, pesan Tuhan hari ini, bisa mengubah kacamata kita tentang melihat kehidupan berdoa seperti yang Yesus inginkan. Itu sebabnya saya membuat sebuah definisi yang sederhana, dan mengubah kehidupan doa saya dan saya berdoa agar hari ini juga bisa mengubah cara pandang saudara tentang doa dan saya tulisnya begini.
Doa adalah sebuah interaksi yang intim yang hangat yang kita lakukan secara sengaja dengan Tuhan. Prayer is an intimate intentional interaction with God. Kata kuncinya secara sengaja, kata intentional artinya niat. Doa bukanlah cuman sekedar sesuatu yang kita lakukan kalau kita ingat saja, tetapi ada sesuatu yang kita niat dalam kehidupan kita berjalan bersama dengan Yesus. Aku mau berinteraksi dengan Tuhan secara sengaja.
Is prayer your steering wheel? or your back-up wheel (Ban Serep)?
Apakah doa itu setir pengemudi saudara? atau doa itu cuman sekedar Ban serep dimana seringkali kita lakukan dan membuat doa hanya sekedar sebagai ban serep dan berdoa kalau kepepet saja. Karena itulah kehidupan doa kita tidak konsisten, karena kita tidak berpikir bahwa doa itu sebuah interaksi yang hangat dengan Tuhan yang kita lakukan dengan sengaja, seperti saya berinteraksi dengan sengaja dengan istri saya dan anak-anak saya.
Saya tidak tulis bahwa doa adalah sebuah kata-kata intim yang kita lakukan dan sebaliknya menyebutnya sebagai interaksi karena seringkali yang saya temukan dalam 30 tahun saya berjalan bersama dengan Tuhan, doa yang luar biasa bahkan tidak ada kata-kata yang bisa kita keluarkan.
Bahkan pada saat kita tidak tahu harus ngomong apa, Tuhan sudah tahu dan ini benar-benar apa yang ditulis dalam Roma 8:26.
Supporting Verse – Roh Allah juga menolong kita dalam kelemahan kita. Karena sebenarnya kita tidak tahu apa yang perlu kita doakan, tetapi Roh-Nya sendiri berdoa untuk kita dan menyampaikan permohonan kita kepada Allah dengan seruan yang penuh perasaan dan dengan cara yang tidak bisa dijelaskan oleh bahasa manusia. Allah tahu isi hati semua orang. Dia juga tahu sedalam-dalamnya permohonan yang disampaikan oleh Roh-Nya ketika Roh itu menaikkan doa bagi kita, umat yang sudah disucikan Allah. Permohonan Roh itu selalu sesuai dengan kehendak Allah sendiri. Maka yakinlah bahwa di balik segala sesuatu yang kita alami, Allah bekerja mengatur semuanya itu untuk menghasilkan kebaikan bagi kita yang mengasihi-Nya. Sebab kita adalah orang-orang yang sudah Dia pilih sesuai dengan rencana-Nya. Roma 8:26-28 TSI
Itu sebabnya saya tulis prayer is an intimate intentional interaction, yang penting adalah kita berinteraksi, kalau saya chatting sama istri saya, tidak harus 300 paragraf panjangnya tetapi yang penting saya senang untuk bisa berinteraksi dengan orang-orang yang kita kasihi.
Nah, mungkin saudara berkata begini “Loh, kalau begitu, kalau memang Tuhan sudah tahu apa yang ada di hati kita maka ngapain Kita harus berdoa, Pastor? Tuhan juga udah tahu kok!”
Betul, berdoa kita bukanlah untuk mengubah pikiranNya Tuhan, tetapi doa kita adalah untuk mengubah hati kita agar hati kita menjadi sejajar, selaras dengan hatiNya Tuhan.
“Inti dari doa kita bukanlah sekedar untuk mendapatkan jawaban dari Tuhan tetapi agar kita memiliki kesatuan yang sempurna dan Utuh dengannya” – Oswald Chambers, My Utmost for His Highest.
Itulah tujuan daripada kita berdoa, karena kalau saudara mengerti ini, kehidupan berdoa saudara dan saya pasti akan diubahkan karena doa yang mengubahkan saudara, bukan kita berdoa untuk Tuhan mengubah pemikiran Dia.
Bukannya kita begging Tuhan to change His Mind, tetapi doa supaya kita bisa selaras dengan apa yang Tuhan mau. Interaksi ini bisa kita lakukan kapan saja, 24 jam dalam sehari kita bisa berinteraksi demikian. Itu sebabnya saya tulis bahwa doa bukan sekedar sebuah aktivitas yang kita lakukan tetapi doa adalah cara saudara dan saya hidup.
Doa bukan sekedar aktifitas yang kita lakukan pada waktu bangun tidur saja, doa juga bukan aktivitas yang kita lakukan sebelum kita makan saja, atau pada waktu sebelum kita tidur. Tetapi kalau kita sadar bahwa doa adalah intimate intentational interaction with God, maka kita bisa berdoa kapan saja dan di mana saja.
Doa adalah cara kita hidup, it’s as simple as saying Thank you disaat saudara merasakan lagi minum kopi yang enak banget. That’s your prayer, kita secara konsisten aware dengan hadirat Tuhan di dalam hidup kita, kita lagi kerja, kita lagi di kantor, kita lagi di sekolah, atau di manapun itu, kita bisa constantly interacting with God.
Kedua, adalah bagaimana kita berdoa.
Kalau tadi adalah “Apa itu doa”, maka yang kedua adalah “Bagaimana kita berdoa?”.
Yesus mengajarkan bagaimana kita berdoa, ada begitu banyak pengajaran tentang doa, tetapi saya suka mengutip dari Matius 6. Karena Yesus sendiri yang mengajarkan bagaimana kita berdoa dan Yesus mengajarkan begini.
Supporting Verse – “Janganlah kamu berdoa seperti orang-orang munafik. Karena mereka suka berdiri memamerkan dirinya dengan berdoa di depan umum, di rumah-rumah pertemuan, atau di simpang-simpang jalan. Aku menegaskan kepadamu: Hanya itulah upah mereka. Sebaliknya, waktu kamu berdoa, masuklah ke kamarmu, tutuplah pintu, dan berdoalah kepada Bapamu. Dia ada di tempat tersembunyi dan menyaksikan apa saja yang dilakukan secara tersembunyi. Maka Dialah yang akan memberi upah kepadamu secara terang-terangan. Matius 6:5-6 TSI
“And when you come before God, don’t turn that into a theatrical production either. All these people making a regular show out of their prayers, hoping for fifteen minutes of fame! Do you think God sits in a box seat? “Here’s what I want you to do: Find a quiet, secluded place so you won’t be tempted to role-play before God. Just be there as simply and honestly as you can manage. The focus will shift from you to God, and you will begin to sense his grace. Matthew 6:5-6 MSG
Kata kuncinya adalah “find a quiet place or space”, so here’s a practical step, yang saudara bisa lakukan. Kalau saya berbicara tentang “find a quiet place”, ini bukan kita berbicara sebuah physical place… “Oh saya harus punya ruang doa, kursi doa dan sebagainya”, itu semuanya baik dan bagus, tetapi di zaman modern ini saya rasa bahwa “quiteness” yang kita perlukan adalah dari semua distraction yang ada di sekeliling kita.
Ada begitu banyak orang-orang yang menjawab tadi bahwa saya tidak bisa konsisten dalam Doa saya karena mereka distracted, dan lebih sibuk scrolling dengan apa yang mereka tonton, apa yang mereka baca, dan apa yang mereka lihat. Find a quite place dalam arti tenangkan hatimu, tenangkan pikiranmu, cari space atau ruangan di mana engkau benar-benar bisa disconnect dengan dunia yang ribut dan penuh hiruk pikuk ini, dan connect with the Everlasting God.
Karena segala sesuatu yang kita hubungkan di dunia ini semuanya sifatnya sementara. Semua godaan, semua tipuan dunia, semua yang kita setiap hari senang untuk bisa rasakan, mendapatkan adrenalin rush , time to disconnect dari itu semua, dan sebaliknya coba berlatih diri kita untuk terhubungkan dengan Bapa di surga yang kekal.
Tutup laptop saudara, tutup dan matikan netflix, YouTube dan buka firman Tuhan dan simply connect with God. Ingat, doa adalah intentional intimate interaction. Berinteraksi dengan Tuhan, karena ini yang namanya keintiman itu tidak bisa terjadi secara otomatis. Tidak ada yang namanya hubungan pertemanan, persahabatan dan bahkan pernikahan tanpa sebuah interaksi yang intentional dan sengaja.
Itu sebabnya kita harus mengambil suatu keputusan. If it’s important to you, you will find a way and not making an excuse. Kalau saudara membaca Alkitab, maka saudara akan bisa melihat bahwa Yesus itu selalu mencari waktu untuk meninggalkan semua kebisingan dari pelayanan Dia, mencari waktu untuk disconnect from His busy world, agar bisa connect dengan BapaNya di surga.
Semakin bertambahnya umur saya, semakin saya sadar bahwa saya memerlukan hadirat Tuhan dalam hidup saya. Kalau saudara berkata bahwa “Oh, lebih saya sibuk, lebih saya tidak perlu hadirat Tuhan”. Saya sangat sedih dengan apa yang Tuhan sebenarnya sudah rencanakan dalam kehidupan saudara.
Saya berharap hari ini saudara bisa membuka satu perspektif baru tentang doa, Find your quite space and begin to disconnect supaya kita bisa nyambung dengan Tuhan.
Supporting Verse – Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan. Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya. Matius 6:7-8 TB
Dan setelah ini Yesus mengajarkan sesuatu yang kita kenal sebagai doa Bapa kami, atau the Lord’s Prayer. JPCC ingin membantu saudara dengan membuat sebuah metode berdoa yang kita sebut sebagai P.R.A.Y.
P : Praise (Pujian), doa selalu diawali dengan pujian kepada Bapa.
R : Repent (Pertobatan), doa selalu disertai pengakuan akan penebusan Kristus. Meminta pengampunan kepada Tuhan.
A : Ask (Permintaan), ada permintaan di dalam doan. Nah, kita biasanya sering banget cuman di sini doang. Meminta sesuatu dimana ada permintaan di dalam doa kita.
Y : Yield (Penundukan), penundukan, berserah, artinya isi doa kita dan hasil doa kita sesuai dengan kehendak Bapa.
Supporting Verse – Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. [Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin] Matius 6:9-13 TB
Kalau saudara ingat empat unsur ini saja, Praise, Repentance, Ask, and Yield, dalam kehidupan saudara sehari-hari, kita bisa berinteraksi dengan Tuhan dalam apapun yang kita kerjakan. Berdoalah demikian kata Yesus, dan dari 4 unsur ini, ada dua unsur yang paling jarang kita katakan dalam doa-doa kita sehari-hari, yaitu pertobatan dan penundukan.
Kita jago memuji dan meminta sesuatu kepada Dia, tetapi seringkali doa kita tidak diisi dengan sebuah penundukan diri dan tidak diisi dengan sebuah pertobatan dan mungkin karena itulah kita frustrasi dengan kehidupan doa kita. Karena sebenarnya pada waktu saudara bilang kita kecewa sama Tuhan karena Tuhan tidak menjawab doa kita, maybe apa yang saudara minta tidak sesuai dengan kehendakNya Tuhan.
Sharing Ps. Sidney – Sudah berjalan 6 tahun lebih saya masih mengidap penyakit saya yang bernama Meniere Disease. Dari 6 tahun yang lalu sampai sekarang kondisinya malah tidak membaik karena belum ada obatnya. Bahkan baru 2 malam lalu, dan tadi malam saya juga mendapatkan serangan kembali selama 2 hari berturut-turut, sesuatu yang jarang terjadi tetapi kayaknya karena saya harus berkotbah biasanya saya diganggu sedikit.
6 tahun saya berdoa, tetapi doa saya tidak dipenuhi dengan sekedar permintaan, karena saya terus memuji Dia dalam segala hal. Saya terus berserah kepada Tuhan dan saya selalu berkata “Tuhan, Kalau boleh, kalau boleh, aku mendapatkan kesembuhan, I know You are Able, Aku tahu Engkau sanggup Tuhan, tetapi saya selalu akhiri doa saya dengan kata-kata ini “but not my will be done, but let Your will be done” karena meskipun Kalau tuhan sembuhkan aku, aku akan tetap mengucap syukur dan memuji Engkau. Dan kalaupun aku tidak atau belum diberikan kesembuhan, aku akan tetap memuji dan mengucap syukur karena Engkau baik.
Itulah interaksi kita yang sengaja yang kita lakukan kepada Tuhan, apapun yang saudara sedang alami, apapun yang saudara sedang lewati, itu yang seharusnya kita lakukan. Masalahnya, seringkali kita menganggap bahwa doa itu sekedar aktivitas yang dipisahkan dengan kehidupan kita sehari-hari. Kita selalu berpikir bahwa “Oh, yang namanya doa itu itu adalah aktivitas rohani, kalau saya lagi nonton atau kalau saya lagi makan, saya lagi sama keluarga, itu aktivitas duniawi, No! Jesus is at the center of it all.”
Artinya Yesus ada dalam segala aspek hidup kita, dan artinya kita bisa berinteraksi dengan Tuhan kapanpun dan di manapun serta dalam kondisi apapun saudara berada saat ini.
Supporting Verse – Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh; kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi. Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa. Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu. Yakobus 4:2-3 TB
Jika kehendakmu selaras, sejajar dengan Kehendak Tuhan, engkau akan mendapatkan kehendakmu – Charles Spurgeon.
Artinya doa, sebenarnya doa itu gampang, selama hidup kita, hati kita, pikiran kita dan permintaan kita itu selaras dengan apa yang Tuhan kehendaki dalam hidup kita, tidak mungkin Dia tidak mengabulkan apa yang sudah diminta, dan jika belum dikabulkan artinya (dengarkan saya baik-baik) Dia mempunyai rencana yang jauh lebih indah daripada apa yang saudara minta karena Tuhan turut bekerja di balik ini semua.
Supporting Verse – Carilah kebahagiaanmu pada TUHAN, Ia akan memuaskan keinginan hatimu. Mazmur 37:4 BIMK
Yang kita harus kejar bukanlah kepuasan hati kita, keinginan kita, tetapi kita mencari kebahagiaan kita pada Tuhan, di dalam Tuhan, dan saat itu terjadi, engkau akan melihat apapun yang kau butuhkan, Dia akan memuaskan bukan kebutuhan hatimu, (perhatikan baik-baik) karena kita selalu berpikir bahwa Tuhan hanya sekedar ingin menjawab doa yang kamu butuhkan, but Dia akan memberikan “The desires of your heart”, itu bahasa Inggrisnya, Dia akan memberikan keinginan hatimu.
Saya cuma sekedar mikir dikit aja, tiba-tiba Tuhan sudah berikan. Tetapi yang pertama, tentu harus menjadi prioritas. Kebahagiaanmu di dalam Tuhan dan kepada Tuhan, bukan kepada dirimu dan bukan kepada kepuasan dirimu saja.
Closing Verse – Dan kita berani menghadap Allah, karena kita yakin Ia mengabulkan doa kita, kalau kita minta apa saja yang sesuai dengan kehendak-Nya. Karena kita tahu bahwa Ia mendengarkan kita kalau kita memohon kepada-Nya, maka kita tahu juga bahwa Ia memberikan kita apa yang kita minta daripada-Nya. 1 Yohanes 5:14-15 BIMK
Here’s the question, Bagaimana saudara bisa tahu Kehendak Tuhan, kalau saudara saja tidak mau berdoa dan tidak mau membaca firman Tuhan untuk bisa mengerti isi hati Tuhan?
Itu sebabnya kami katakan di JPCC bahwa doa dan belajar dan merenungkan firman Tuhan itu tidak bisa terpisahkan. Selama kita tidak menjadikan doa sebagai aktivitas saja, tetapi cara kita hidup, maka tahun ini saudara akan melihat terobosan demi terobosan, karena saudara akan melihat bahwa Kehendak Tuhan selaras dengan kehendakmu.
P.S : If you like our site, and would like to contribute, please feel free to do so at : https://saweria.co/316notes



