Heart of Compassion By Ps. Alvi Radjagukguk

JPCC Service 1 Kota Kasablanka (14 April 2019)

Hari ini kita akan belajar mengenai Compassion, atau secara judul saya beri nama Hati yang berbelas kasihan. Setelah kita belajar mengenai Tema “A Servant Heart” di Bulan Februari, melalui Karakter Tuhan yang digambarkan dengan wajah lembu, dan begitu juga melalui tema “Honoring” di bulan lalu.

Selanjutnya di Bulan ini sampai di Bulan Juni kita akan belajar mengenai Karakter Tuhan di wajah Manusia, khusus bulan ini khususnya kita akan belajar mengenai Compassion atau Belas Kasihan.

Menurut saya ini semua ini berkaitan, karena sulit untuk berbelas kasihan kepada seseorang jika kita tidak menghargai dan menghormati mereka.

Itu sebabnya setelah kita menghormati dan mengerti bahwa semua orang diciptakan segambar dengan Tuhan, hal selanjutnya yang bisa kita lakukan ada berbelas kasih. Tidak mungkin kita menjadi generasi bintang yang dihormati manusia jika kita hanya hidup untuk diri sendiri.

Kita adalah ciptaan Tuhan yang relational dan membutuhkan orang lain. Kita butuh satu dengan yang lain, karena setiap kita diciptsakan untuk berhubungan dan peduli satu sama lain. Kita diciptakan oleh Tuhan bukan untuk diri sendiri saja, dan kita akan merasa hidup kita menjadi kosong dan stagnan jika kita hidup hanya untuk diri sendiri saja.

There’s more to life, Kalau kita punya pertanyaan ini, jangan kaget karena Tuhan menciptakan kita untuk menjadi mahluk yang berkontribusi antara satu dengan yang lain.

Penting untuk kita membahas compassion karena kita hidup di jaman yang begitu individualistis, sibuk mengejar apa yang kita mau baik di status, uang, kekuasaan dan pencapaian untuk diri sendiri saja.

Opening Verse – 3:1 Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. 3:2 Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, 3:3 tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, 3:4 suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah. 3:5 Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu! 2 Timotius 3:1-5 TB

Hidup yang fokus untuk diri sendiri tidak akan ada habisnya, dimulai dari pemikiran More for me (keinginan), menjadi pemikiran More of me (kesombongan), dan akhirnya bisa menjadi pemikiran All about me (Individualisme).

Kita kadang suka tidak sadar akan pergeseran pemikiran ini karena hidup kita hanya untuk diri kita sendiri saja, seharusnya pemikiran ini bisa diubah menjadi Less for Me, agar kita mulau punya space untuk orang lain,

Dan selanjutnya menjadi pemikiran Less of Me, mengerti bahwa hidup kita tidak pernah hanya untuk diri kita sendiri saja, melihat kegunaan dari belas kasihan, bahwa dunia kita bukan hanya untuk diri kita saja.

Menariknya hari-hari ini ada gangguan kejiwaan EDD (Empathy Deficit Disorder). Gangguan ini berarti ketidakmampuan seorang untuk keluar dari dunia mereka, dan mendalami apa yang orang lain alami, selanjutnya dari sini akan mengeluarkan gangguan komunikasi, sikap bermusuhan dan kebencian.

Makanya hari-hari ini kita menemukan bahwa pertemanan bisa rusak karena perbedaan referensi politik. EDD ini semakin menjalar ke banyak orang, tidak bisa mendalami apa yang orang lain alami.

Gejala yang timbul dari gangguan EDD ini akan membuat orang menjadi self-righteous, merasa bahwa dirinya adalah yang paling benar. Gejala yang kedua adalah tidak mampu menempatkan dirinya di sepatu orang lain, karena merasa bahwa hidup adalah hanya mengenai dirinya saja. Gejala yang ketiga menjadi cuek dan tidak peduli akan kondisi sekitarnya.

Dalam Alkitab, penggunaan kata belas kasihan diekspresikan dalam berbagai macam bahasa, salah satunya dalam terminologi bahasa Yunani, dengan artian “Splagchnizomai“, dengan artian : To be moved as to one’s bowels (bowels were thought to be the seat of love and pity). to be moved with compassion.

Sewaktu jaman dulu, bagian perut bawah ini dipercaya sebagai pusat dari kasih dan iba. Makanya pengertian lain dari ini, adalah digerakkan oleh karena belas kasihan, kasih dan pergerakan, karena disaat orang punya belas kasihan, lebih gampang untuk dia merasa iba dan bergerak.

Apa bedanya antara Simpati, Empati dan Belas Kasihan?

Simpati hanya menyadari jika orang lain sedang menderita, dan Empati bergerak dari hanya sekedar sadar bahwa ada yang menderita, dan ikut mulai merasakan penderitaan orang lain. Tetapi yang namanya Belas Kasihan adalah bergerak dari Simpati, menuju Empati, dan berakhir dengan Tindakan.

How Can I Help? dari hanya sekedar membaca dan menulis di WA Group akan kisah penderitaan orang lain? Pray.

Perubahan belas kasihan dimulai dari gesture-gesture kecil. Belas Kasihan adalah Kesadaran akan penderitaan orang lain dan bergerak untuk meringankannya.

Orang yang sadar akan penderitaan orang lain, dimulai dengan Kasih, tetapi Kasih bukan Kasih jika tidak ada tindakan, dan pergerakan untuk meringankan penderitaan orang lain.

Bayangkan jika setiap dari kita mempraktekkan belas kasihan ini, maka dunia terdekat kita tidak akan menjadi semenderita itu. Baik dari pekerjaan, hubungan, dan lain hal. Apa yang bisa kita lakukan untuk meringankan penderitaan orang lain?

Ada 5 manfaat dari Belas Kasihan

1. Meningkatkan Kesehatan dan Panjang Umur.

Beberapa Studi menunjukkan bahwa mereka yang menolong orang lain dan mempunyai hubungan yang baik dengan mereka, akan jauh lebih sehat dan tidak mudah terkena sakit penyakit. Jika kita ingin diperhatikan oleh orang lain, pastikan bahwa kita juga melakukan hal yang sama terlebih dahulu kepada orang lain.

Orang yang berbelas kasihan dan sakit tidak akan lama sakitnya, karena begitu dia sakit, akan ada begitu banyak orang yang berbondong-bondong datang untuk meringankan penyakitnya.

2. Membantu keluar dari Ketakutan.

Kekhawatiran dan Depresi membuat kita fokus akan diri sendiri, dan jika kita terlalu berkubang disini maka kita akan fokus pada diri sendiri. Membantu orang lain disaat kita sedang sedih justru akan membantu kita untuk keluar dari kesedihan karena membantu untuk mengarahkan fokus kita dari diri sendiri ke orang lain, dan membuat kita mendapatkan perspektif yang baru tentang kehidupan.

3. Membuat kita lebih Bahagia.

Sebuah eksperimen oleh Michael Morton menunjukkan bahwa orang cenderung lebih bahagia disaat memberi uang untuk orang lain daripada membeli barang untuk dirinya.

Ada yang berkata kepada saya bahwa Orang yang belanja online ibaratnya membeli barang untuk diri sendiri, dan disaat barang datang, ibaratnya ada orang yang memberikan hadiah. Itulah sensasi yang diberikan disaat belanja online.

More things untuk kita tidak akan membuat kita lebih bahagia, karena begitu barang itu datang, besoknya kita mungkin akan mau yang lebih bagus lagi. Tetapi disaat kita bergerak dari pemikiran More for me menjadi Less for me, disitu kita akan mulai berpikir bahwa tanpa barang atau gadget yang baru, kita bisa menggunakan sumber daya kita untuk menolong orang lain dan menemukan bahwa hal itu jauh lebih membahagiakan diri kita. Tuhan kita adalah Tuhan yang penuh dengan Belas Kasihan dan membuat kita seperti itu, jadi jangan kaget.

4. Menaikan kemungkinan untuk pendamaian dan rekonsiliasi.

Hampir setiap minggu, ada prayer request tentang hubungan baik dalam pernikahan, orang tua dan anak, dan lainnya. Mungkin salah satu kunci terobosan disini adalah Belas Kasihan. Karena selama ini yang kita tuntut adalah perubahan orang lain terlebih dahulu, dan itu ciri-ciri orang yang tidak mempunyai belas kasihan.

Ketika terjadi konflik dalam hubungan, yang Belas Kasihan lakukan adalah ikut merasakan penderitaan orang lain dan bergerak untuk mengurangi penderitaannya. Di balik semua perilaku negatif seseorang, pasti ada alasan kenapa mereka menjadi seperti itu.

Belas Kasihan akan memungkinkan kita untuk mencoba untuk mengerti orang itu tanpa menghakiminya. Oleh Karena itu jugalah Yesus bisa bertemu dengan pemungut cukai, atau perempuan sundal tanpa penghakiman.

Penghakiman kita tidak akan mengurangi dan hanya akan menambah penderitaan orang-orang negatif yang mencobai kita, baik di keluarga, pelayanan, DATE, pekerjaan atau pernikahan. Cobalah berikan belas kasihan kepada mereka semua dan belajar untuk mengerti penderitaan mereka.

5. Meningkatkan Daya Tarik

Sebuah studi terhadap referensi DATING menunjukkan bahwa pria dan wanita menilai bahwa kebaikan hati adalah salah satu faktor terpenting.

Be Compassionate, Bagaimana cara kita bisa mengembangkan hati yang berbelas kasihan?

1. Expose yourself to the needs of other people, cara paling gampang adalag dengan memulaidengan orang-orang di sekeliling kita yang bersentuhan dengan diri kita.

Supporting Verse – 9:35 Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan. 9:36 Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala. Matius 9:35-36 TB

Kadang orang tidak berbelas kasihan, karena matanya melihat tetapi tidak melihat pada waktu yang sama, kita menjadi tidak sensitif terhadap penderitaan orang lain, bukan berarti bahwa kita harus memenuhi semua penderitaan orang lain karena banyak orang yang tidak hidup dalam kondisi yang ideal.

Mulai sadari bahwa ada orang-orang yang tertentu yang penderitaanya lebih dalam dari yang kita pikir, bahkan orang yang dari luarnya begitu bahagia, bisa jadi dia begitu menderita di dalamnya.

Supporting Verse – 25:34 Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan. 25:35 Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; 25:36 ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku. 25:37 Maka orang-orang benar itu akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum? 25:38 Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian? 25:39 Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau? 25:40 Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku. Matius 25:34-4- TB

Dalam bahasa di jaman sekarang, mungkin saya akan simpulkan contohnya menjadi seperti ini :

“Sebab ketika aku tidak mengerti Firman, Kamu mengajar Firman dan mencontohkan aplikasinya untuk aku, disaat aku tidak percaya dengan diri aku sendiri, kamu membantu aku melihat potensi yanga dalam diri aku, dan disaat aku datang ke DATE sendirian, kamu adalah orang yang pertama untuk menyapa aku, dan berteman dengan aku, disaat aku malu dengan dosa dan masa lalu aku, kamu tetap menerima aku dengan tanpa syarat, ketika aku sakit, kamu jenguk aku dan bahkan berusaha mengumpulkan uang untuk tagihan rumah sakit, dan bahkan ketika kehidupan aku kacau, kamu terus mencoba menjangkau aku, dan tidak pernah berusaha maneghakimi aku dan sebaliknya hanya berusaha untuk mengasihi aku”.

Belas Kasihan memampukan kita untuk melihat orang lain melampaui kesalahan dan kekurangannya. Membuat kita mempunyai perspektif yang baru akan dosa dan kekurangan mereka.

2 Allocate Resources to help others

Sisihkan sumber daya untuk menolong orang lain,. karena dimana harta kita berada, disitulah hati kita berada, baik di dalam waktu, hobi, uang, pemikiran, tenaga dan telinga, alokasikan semua itu untuk menolong orang lain.

Mulailah dari staff kita, anggota keluarga kita atau bahkan anggota DATE yang kita begitu tidak suka, tujuannya adalah agar kita bisa mengerti mereka, dan bukan untuk punya amunisi untuk lebih menyerang mereka.

Supporting Verse – 6:1 Saudara-saudara, kalaupun seorang kedapatan melakukan suatu pelanggaran, maka kamu yang rohani, harus memimpin orang itu ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut, sambil menjaga dirimu sendiri, supaya kamu juga jangan kena pencobaan. 6:2 Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus. 6:3 Sebab kalau seorang menyangka, bahwa ia berarti, padahal ia sama sekali tidak berarti, ia menipu dirinya sendiri. Galatia 6:1-3 TB

Kalau kita menganggap diri kita penting untuk menolong orang lain, ketahuilah bahwa kita tidak sepenting itu. Sewaktu kita saling tolong menolong untuk meringankan beban satu sama lain, dengan itu kita sudah melakukan Hukum Kasih Kristus, yaitu Love God and Love People.

3. Make Compassion a Lifestyle

Jadikan Belas Kasihan bukan sebagai sesuatu yang kita lakukan secara sporadis, dan jadikan ini sebagai gaya hidup agar perspektif hidup kita bisa berubah.

Supporting Verse – 3:12 Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran. 3:13 Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian. Kolose 3:12-13 TB

Itu sebabnya penting untuk kita bisa berada di Komunitas seperti DATE untuk belajar berbelas kasih satu dengan yang lain, salah satu tanda yang bisa kita perlihatkan kepada Dunia bahwa Tuhana da di dalam diri kita adalah melalui Hidup dengan Belas Kasihan.

Closing Verse – Maukah engkau menganggap sepi kekayaan kemurahan-Nya, kesabaran-Nya dan kelapangan hati-Nya? Tidakkah engkau tahu, bahwa maksud kemurahan Allah ialah menuntun engkau kepada pertobatan? Roma 2:4 TB

Kebaikan hati dan belas kasihan Tuhan memimpin kita kepada pertobatan, kebaikan hati dan belas kasihan kita memimpin orang kepada Tuhan.