Manipulation By Dr. Robi Sonderegger

JPCC Kota Kasablanka Service 3 (23 September 2018)

Setiap pagi, biasanya kita bangun selalu mencari HP kita, dan biasanya hanya dengan satu – dua ketikan di browser HP, kita akan menemui iklan. Bahkan melalui radio dan televisi, disaat kita makan atau pergi berkendara juga selalu ada iklan yang kita lihat dan dengar.

Begitu juga disaat kita ingin menonton video di youtube, orang lain selalu ingin menjual sesuatu kepada kita, apakah kita membeli apa yang mereka tawarkan?

Dari kita bangun dan kembali tidur malamnya, Seseorang selalu berusaha menjual sesuatu kepada kita, dan mereka mencoba mendapat perhatian kita, tetapi karena begitu banyak produk dan jasa bersaing merebut perhatian kita maka beberapa pengiklan datang dengan cara yang manipulatif untuk mendapatkan perhatian kita dengan tujuan untuk menarik pikiran dan perasaan kita pada waktu bersamaan.

Alkitab berkata sebagaimana seseorang berpikir dalam hatinya, sedemikian pula jadinya dirinya, dengan kata lain apa yang menjadi keyakinan seseorang akan menjadi alasan bertindak orang tersebut. Cara lain untuk mengungkapkan kata keyakinan adalah Iman.

Opening Verse – “For as he thinks in his heart, so is he [in behavior–one who manipulates]. He says to you, “Eat and drink,” Yet his heart is not with you [but it is begrudging the cost].” ‭‭PROVERBS‬ ‭23:7‬ ‭AMP‬‬

“So faith comes from hearing [what is told], and what is heard comes by the [preaching of the] message concerning Christ.” ROMANS‬ ‭10:17‬ ‭AMP‬‬

Iman timbul dari Pendengaran Firman, Apakah kita sadar dengan apa yang kita dengarkan selama ini?

Disaat kita ke toko sepatu dan melihat sepatu merah yang berkilau, dan di toko itu ada diputar latar belakang musik dengan beberapa liriknya yang berkata “I am so in love with you, whatever you want to do, just do it…”.

Musik yang pasif seperti ini didesain secara strategis untuk mempengaruhi perilaku kita, dan musik juga bisa mempengaruhi sosiologi dan politik kita.

Sharing Dr. Robi – Beberapa bulan lalu, saya jalan-jalan di salah satu mall singapore dengan anak perempuan saya, tiba-tiba kami mendengar latar belakang lagu “Hozier (Take me to Church)”, yang membuat kami ikut menyanyikan lagu itu secara tidak sadar, dengan arti yang aneh dan begitu salah. Bahkan dengan akhir lyric lagu itu yaitu “Amen“, yang artinya kita setuju dengan pernyataan tersebut.

Sebagian Lyric tersebut berisi sbb :

Every Sunday’s getting more bleak

A fresh poison each week

‘We were born sick, ‘ you heard them say it

My church offers no absolutes

She tells me ‘worship in the bedroom’

The only heaven I’ll be sent to

Is when I’m alone with you

I was born sick, but I love it

Command me to be well

Amen, Amen, Amen

Take me to church

I’ll worship like a dog at the shrine of your lies

I’ll tell you my sins and you can sharpen your knife

Offer me that deathless death

Good God, let me give you my life.

Lagu ini menjadi nomor 1 di Asia pada bulan January 2015, mungkin kita sebagai orang tua berpikir bahwa dari judulnya, ini lagu yang rohani dan baik untuk anak-anaknya.

Produser album dan lagu tahu mengenai ini, karena jika kita lihat, dengar dan ulangi itu berkali-kali, kita mungkin akan mempercayai apa yang kita katakan. Tetapi bukan apa yang kita dengar tetapi apa yang kita lihat juga mempengaruhi kita.

Banyak iklan jaman sekarang memberikan informasi terselubung tanpa kita sadari, misalnya logo Amazon yang memberikan info bahwa mereka berjualan semua dari A-Z, sungguh “Amazing”, Sementara Fedex di logonya menceritakan arah kemana mereka pergi, dengan menyembunyikan tanda panah di balik logo mereka.

Beberapa info terselubung juga didesain untuk membangkitkan perasaan tertentu dalam diri kita, seperti haknya iklan burger KFC yang hanya seharga 99 cent, dengan lambang mata uang dollar bisa terlihat di dalam selada yang ada di iklan tersebut.

Pengiklan bisa membangkitkan perasaan tertentu, seperti perasaan nyaman agar kita cenderung membeli produk seperti minuman yang menyegarkan, tetapi mereka juga bisa membangkitkan perasaan yang negatif akan produk kompetitornya.

Contohnya Pepsico membuat kita berpikir bahwa coca cola itu menakutkan melalui iklan mereka disaat Musim Halloween. Tetapi Coca-Cola bisa membalasnya dengan memuat gambar iklan yang sama dengan konteks yang berbeda.

Sebaliknya di Film The Lord of The Rings, ada tulisan di dalam one ring yang berkata “One ring to find them, one ring to bring them all in, and in the darkness to bind them, One ring to rule them all”. Tetapi ada info terselubung disana yaitu ada tulisan Coca Cola yang mungkin menjadi raja minuman yang menaklukan semuanya.

Di Korea Selatan, sebuah perusahaan bernama Dunkin Donuts kehilangan pangsa pasar karena adanya gerai kopi seperti starbucks, selama ini disaat orang berpikir dunkin donuts, orang hanya berpikir makanan dan bukan kopi.

Mereka kemudian membuat campaign dengan membuat mesin yang bisa mengeluarkan asap atau embun yang berbau aroma kopi yang segar, dan alat ini dipasang di ribuan bis transportasi umum, dengan jingle lagu dunkin donuts yang akan dimainkan setiap kali bis tersebut ada di dalam radius terdekat gerai dunkin donuts.

Aspek biologi sekarang sudah dibaca oleh pengiklan, salah satunya melalui kampanye Dunkin Donuts. Penjualan mereka langsung naik sebesar 29%, satu perusahaan mampu mengubah pola pikir dari sebuah bangsa seperti korea selatan tentang donat dan kopi.

Pada saat yang sama, hal ini bukan sesuatu yang baru, karena setan juga sudah mempengaruhi cara orang berpikir dari dahulu kala, sebagaimana ular atau iblis yang memanipulasi hawa untuk memakan buah terlarang. Mari kita lihat bagaimana Iblis melakukan taktik manipulasi ini.

Supporting Verse – The serpent was the shrewdest of all the wild animals the Lord God had made. One day he asked the woman, “Did God really say you must not eat the fruit from any of the trees in the garden?” “You won’t die!” the serpent replied to the woman. “God knows that your eyes will be opened as soon as you eat it, and you will be like God, knowing both good and evil.” The woman was convinced. She saw that the tree was beautiful and its fruit looked delicious, and she wanted the wisdom it would give her. So she took some of the fruit and ate it. Then she gave some to her husband, who was with her, and he ate it, too. Genesis 3:1‭, ‬4‭-‬6 NLT

Perhatikan betapa cepatnya bagaimana manipulasi bergerak dari pikiran ke perasaan, dan selanjutnya tinggal tunggu waktu agar tindakan juga menyusul sebagaimana Hawa mengambil dan memakan buah itu.

Taktik manipulasi yang dipakai Iblis masih berlaku sampai hari ini, tiga hal yang ingin iblis pakai adalah seperti ini :

1. God is not Real, Kebohongan bahwa Ilmu pengetahuan membuktikan bahwa Tuhan tidak ada, dan suatu kebodohan untuk percaya kepasa Tuhan.

2. Don’t Read the Scriptures, Kebohongan bahwa Buku Alkitab itu begitu tua, outdated, dan kuno.

3. Whatever you do, Don’t go to Church, kebohongan bahwa gereja semakin bertambah suram semakin hari.

Supporting verse – Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.” Matius 18:20 TB

Setan tahu bahwa disaat orang berkumpul dan membentuk komunitas yang nyata dan otentik, kita menjadi kebal terhadap seperti beberapa manipulasi diatas.

Bicara soal komunitas, ada dua definisi dari kamus oxford, yaitu :

1. Kelompok orang yang dikumpulkan karena kesamaan karakteristik tertentu yang tampak luar.

2. Kelompok yang dikelompokkan karena minat yang ada di hati mereka yang terdalam.

Perbedaannya adalah pilihan, untuk definisi pertama, seperti lahir di suku atau negara tertentu, gender, atau lahir di dalam suatu generasi tertentu (millenials, baby boomers, etc) maka itulah komunitas dimana kita menjadi bagian daripada-nya.

Kita tidak punya pilihan dari generasi, gender, dan keluarga apa yang kita miliki, itu adalah sekelompok orang yang bisa kita identifikasi kesamaan-nya. Tentunya ada hal baik disana.

Beberapa waktu lalu saya sempat berkotbah di Treasures Women Conferece (TWC), itu adalah pengalaman yang luar biasa, dan Saya adalah pria satu-satunya bersama dengan Ps. Jose Carol. Jika manusia bisa dikelompokkan oleh sesuatu yang karakteristiknya menular, mereka akan gampang dimanipulasi.

Contoh : Wanita wajib memimpin pemimpin wanita untuk election, sebaliknya TWC bukan bicara tentang pembebasan hak wanita, karena mereka mengerti bahwa dalam Kristus, mereka sudah merdeka.

Karena kita mengerti bahwa kebersamaan punya kuasa, itu sebabnya kekuasaan ini dimanfaatkan oleh fraksi atau politisi tertentu untuk memanipulasi kita melakukan hal-hal yang tidak biasa-nya kita lakukan, dan bahkan bertentangan dengan apa yang kita yakini sebagai kebenaran.

Maka akibatnya kita harus membela diri untuk membenarkan perilaku kita yang sebenarnya tidak sesuai dan selaras dengan keyakinan yang kita punya.

Kita menjadi cenderung untuk tidak bertanggung jawab atas perilaku yang kkta lakukan dan bahkan cenderung untuk menyalahkan orang lain atas apa yang kita perbuat, dan pada saat seperti itulah kita sangat rentan terbuka akan manipulasi.

Kalau ada cermin yang diperhadapkan kepada kita untuk bisa menujukkan ketidakselarasan antara perilaku dengan keyakinan kita, Lebih gampang bagi kita untuk mengancurkan cermin itu daripada membuat perubahan, hal ini bahkan bisa terjadi di dalam gereja.

Dimana misalnya mungkin kita datang ke gereja karena gereja itu terlihat keren, dan setelah beberapa saat melihat ada hal yang tidak disukai di dalam gereja, dan anda menjadi tersinggung dan maka secara tidak sadar kita juga akan mencari orang lain yang juga berpikiran sama, kemudian kita akan berkumpul bersama dan menjilati luka yang ada dan dimiliki, dan menyebarkan betapa buruknya gereja ini kepada orang lain.

Tanpa tidak disadari kita menjadi dijebak untuk fokus akan kesalahan, dan bukan lagi fokus untuk memberitakan berita baik kepada dunia, sebaliknya kita malah menyebarkan berita buruk dan melemparkan batu kepada mempelai Kristus yaitu gereja.

Disaat melakukan ini, Kita juga melempari batu kepada Yesus sebagai mempelai Pria. Hal ini disebut sebagai Politik Identitas dan sudah terjadi ribuan tahun lalu kepada Yesus.

Kita ingat saat Yesus turun dari bukit zaitun dan memasuki Yerusalem, Dimana begitu banyak orang yang memuji dan menyambut Yesus hari itu sambil berteriak Hosanna!

Dan hanya dalam beberapa hari orang yang sama bisa begitu mudahnya dimanipulasi dan berteriak ingin menyalibkan Yesus. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

Orang yahudi dikelompokkan dalam karakteristik mereka yang terlahir sebagai orang yahudi, dan tidak beda dengan kita yang dilahirkan dengan karakteristik luar yang tidak bisa kita pilih.

Kalau kita bisa dirusak dalam keyakinan kita yang mendalam, dicap dengan latar belakang masa lalu kita dan bukan janji akan masa depan kita, didorong untuk menghancurkan cermin yang kita lihat dan bukan bertanggung jawab, maka kita juga bisa dimanipulasi seperti kisah diatas (orang-orang yang berteriak ingin menyalibkan Yesus).

Tetapi berita baiknya, ada jenis Komunitas Kedua, yaitu komunitas yang disatukan karena keyakinan yang mendalam dalam diri kita, seperti halnya komunitas olahraga seperti tim sepakbola.

Kita tidak lagi disamakan oleh warna tim kita, tetapi karena kita suka olahraga sepakbola. Biasanya ada seorang kapten atau pelatih yang mendorong kita untuk bisa mengoreksi agar terus bisa bertumbuh dan menang. Disaat ada satu pemain dari tim yang mencetak gol, seluruh tim juga akan merayakan-nya.

Gereja kekristenan juga seperti itu, kita tidak dikelompokkan oleh fashion atau pakaian kita yang khusus, melainkan oleh Gaya Hidup kita. Bukan Fashion JPCC melainkan Fashion Yesus.

Kita tidan dikelompokkan dari jenis kelamin, generasi, atau suku, melainkan kita mengakui bahwa semua jenis kelamin, generasi, bangsa, gender, usia, dipersatukan oleh cinta kasih kita kepada Yesus.

Seperti halnya disaat kita ingin ke pusat kebugaran. Kita tidak harus berbadam besar untuk bisa kesana, justru karena kita tidak berbadan besar makanya kita pergi kesana.

Begitu juga di gereja, Come as we are, Kita datang sebagaimana kita adanya. Dan kita mulai terus bertumbuh dalam kasih karunia, pengetahuan dan kebenaran, dan ada pelatih atau guru yang mendorong dan terus menuntun kita agar bisa terus bertumbuh.

Ada juga aturan rohani yang kita taati, kita punya pilihan mau atau tidak menjadi bagian dari komunitas ini. Kita lakukan dan penuhi aturan itu untuk menghormati Tuhan.

Selama kita sadar kita punya pilihan akan komunitas seperti apa yang kita mau untuk menjadi bagian disana, dan selama komunitas itu berkumpul bukan karena karakteristik yang ada di luar melainkan karena karakteristik yang ada di dalam-nya, maka tidak peduli seberapa kuat dan sulitnya tantangan, kita akan punya kemampuan untuk terus bertumbuh menghadapi keadaan yang ada.

Orang-orang yang bergabung dalam satu komunitas authentik karena pilihan mereka yang bebas, dan dikelompokkan bersama karena semangat dan keyakinan mendalam, maka orang-orang ini akan kebal terhadap manipulasi yang ada.

Untuk bisa mendapatkan masa depan yang lebih baik, Kita harus punya pilihan yang lebih baik.

Ada sebuah penelitian oleh University of Houston di tahun 2012 mengenai kuasa identitas dan pilihan bebas kita, penelitian ini dilakukan dengan memisahkan semua orang yang ada disana dalam dua kelompok, dan merek semua diminta melihat layar komputer, dan akan ditampilkan beberapa gambar.

Sesekali disana ada gambar explicit seksual yang ditampilkan ke mereka. Mereka kemudian akan diminta untuk menghapuskan gambar tersebut agar menajdi ramah untuk keluarga, dan disaat mereka melakukan hal ini, kelompok pertama harus mengatakan “I cannot do this!” dengan suara yang keras.

Atau dengan kata lain mereka tidak boleh melihat gambar seperti ini disaat online. Prilaku ini tentu salah dan dilarang di Alkitab.

Sementara di sisi lain dengan kelompok kedua juga diminta melakukan yang sama dengan statement “I do not want”, atau tidak mau.

Statement “Tidak boleh” berbicara soal perilaku, sementara Statement “Tidak akan” bicara soal identitas.

Ingat bahwa di satu sisi kita tidak punya pilihan karena dilarang, tetapi di sisi lain, kita memilih untuk melakukan itu karena itu bukanlah diri kita.

Di akhir penelitian, sebuah kelompok sudah menyelesaikan file dan tugas yang ada, psikolog yang melalukan riset ini berterima kasih, dan mereka menyediakan makanan dan minuman untuk mereka yang mengambil test ini.

Tetapi ternyata disinilah penelitian ini mulai dilakukan, karena di dalam penelitian ini ada disediakan dua jenis makanan yaitu makanan yang sehat dan tidak sehat sebagai ucapan terima kasih kepada kedua kelompok.

Kelompok yang berkata “I cannot do this” mengambil makanan yang tidak sehat, sebaliknya kelompok yang berkata “I do not want because this isn’t something I do” memilih makanan yang sehat.

Lain kali setelah kita makan dengan kenyang, dan pelayan kemudian menawarkan menu dessert, kemungkinan kita berkata bahwa kita sudah full.

Tetapi karena kita bicara soal perilaku dan seolah-olah tidak punya pilihan, itu berarti kita siap dimanipulasi. Jadi, disaat lain kali pelayan menawarkan menu dessert, katakan bahwa kita tidak makan dessert! dan itu akan menjadi akhir pembicaraan.

Bukan hanya kita berhasil menolak godaan, tetapi pada saat itu kita juga lahir menjadi seorang pembeda, karena kepepimpinan kita datang dari pikiran bebas, kita punya kuasa dan kebal dari semua manipulasi yang ada.