Lee Burns JPCC

There is More; Miracles By Ps. Lee Burns

JPCC Kota Kasablanka Service 2 (30 September 2018)

Sejak tahun 2006, saya telah datang ke JPCC dan saya ingin membagikan salah satu topik pembelajaran di semester pertama sekolah Hillsong, yang juga diambil dari Buku Ps. Brian Houston yaitu “There is More”, yaitu “There is More; Miracles“.

Ada lebih lagi mukjizat, ada hal-hal yang terjadi dan belum bisa kita pahami dalam dunia kita sebagai orang percaya. Seperti halnya kematian Danang, salah satu leaders di JPCC. Dari pengertian saya, dia adalah seorang pribadi yang penuh dengan iman dan membuat saya menjadi bertanya-tanya, kapankah giliran saya akan dipanggil Tuhan, tetapi jika saya harus pergi, saya ingin pergi dengan Iman dan percaya bahwa yang terbaik datang dari Tuhan.

Kita hidup dalam hidup yang diberkati Tuhan, dan Ps. Jeffrey telah mengajarkan ini dengan baik. Dari waktu ke waktu, ada saatnya dimana kita juga peelu menghidupi kehidupan iman kita agar kita bisa beemu dengan Tuhan dalam titik-titik waktu tersebut.

Sharing Ps. Lee – Di Tahun 2006, saya pertama kali datang ke Indonesia dan saat itu kami sedang ada di Kupang Timor Barat dan kami melakukan kebaktian gereja gabungan disana, dan Ps. Johannes Thelee adalah penerjemah saya pada saat itu. Saat saya selesai berkotbah, saya mengundang jemaat dalam sesi doa mukjizat penyembuhan.

Tiba-tiba ada satu bapak yang datang dengan masalah di pinggul dan kakinya, saya turun menemui bapak itu, saya bertanya apa masalahnya dan apa yang saya bisa doakan bersamanya, dia kemudian menepuk-nepuk pinggulnya beberapa kali. Saya lalu bertanya apakah dia percaya bahwa Yesus sanggup menyembuhkan Pinggulnya? Dia mengangguk-ngangguk, dan saya segera meletakkan tangan saya di pinggulnya sambil berdoa, saya berdoa dan diterjemahkan langsung oleh Ps. Johannes, saya berdoa bahwa di dalam nama Yesus, biarlah engkau sembuh!

Seketika ada sesuatu dan suara yang berbunyi di pinggul-nya, dan bapak ini segera menatap saya, tersenyum dengan lebarnya, serta mulai menggerakan pinggulnya. Bapak ini merasa terus bertambah kuat, dan mulai melompat-lompat di depan banyak orang sambil berteriak berkali-kali “Dalam Nama Yesus! Dalam Nama Yesus!”.

Pada saat kami terus berdoa, saya mulai mencoba untuk mendoakan orang yang lain, dan beberapa dari mereka berkata untuk tidak mengkhawatirkan dirinya karena telah mengalami kesembuhan disaat mendengar kesaksian bapak yang mengalami kesembuhan di pinggulnya. Pada akhir malam itu kami mengadakan sesi altar-call dan mengundang orang-orang disana untuk menerima Yesus sebagai juru selamat.

Bapak yang tadi mengalami kesembuhan di area pinggul kembali maju ke depan, bapak ini rupanya tadinya bukan orang percaya, saya sangat suka fakta ini bahwa bapak ini tidak tahu sama sekali tentang kekristenan, kesembuhan atau Iman, tetapi dia tahu bahwa ada sesuatu yang terjadi di dalam nama Yesus. Dan pada saat dia menggunakan otoritas di dalam nama Yesus, banyak orang yang ikut mengalami mukjizat penyembuhan, tidak ada yang lebih berkuasa daripada nama Yesus.

Opening Verse – “Now Peter and John were going up to the temple at the hour of prayer, the ninth hour (3:00 p.m.), and a man who had been unable to walk from birth was being carried along, whom they used to set down every day at that gate of the temple which is called Beautiful, so that he could beg alms from those entering the temple. So when he saw Peter and John about to go into the temple, he began asking [them] for coins. But Peter, along with John, stared at him intently and said, “Look at us!” And the man began to pay attention to them, eagerly expecting to receive something from them. But Peter said, “Silver and gold I do not have; but what I do have I give to you: In the name (authority, power) of Jesus Christ the Nazarene–[begin now to] walk and go on walking!” ‭‭ACTS‬ ‭3:1-6‬ ‭AMP‬‬

“Then he seized the man’s right hand with a firm grip and raised him up. And at once his feet and ankles became strong and steady, and with a leap he stood up and began to walk; and he went into the temple with them, walking and leaping and praising God.” ACTS‬ ‭3:7-8‬ ‭AMP‬‬

Disaat orang yang disembukan ini melompat-lompat di bait suci, orang yahudi yang ada disana menjadi frustrasi dan bertanya bagaimana itu bisa terjadi, dan Petrus kemudian berkata :

“And on the basis of faith in His name, it is the name of Jesus which has strengthened this man whom you see and know; and the faith which comes through Him has given him this perfect health and complete wholeness in your presence.” ‭‭ACTS‬ ‭3:16‬ ‭AMP‬‬

“Demikianlah Ia, Pemimpin kepada hidup, telah kamu bunuh, tetapi Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati; dan tentang hal itu kami adalah saksi. Dan karena kepercayaan dalam Nama Yesus, maka Nama itu telah menguatkan orang yang kamu lihat dan kamu kenal ini; dan kepercayaan itu telah memberi kesembuhan kepada orang ini di depan kamu semua.” ‭‭Kisah Para Rasul‬ ‭3:15-16‬ ‭TB‬‬

Perhatikan bahwa disini Petrus mengulangi hal ini, dengan Iman dan percaya di dalam nama Yesus, dengan kata lain itu bukan urusan, posisi teologi, dan kekuatan Petrus, tetapi otoritas di dalam nama Yesus yang menyembuhkan.

Orang saduki yang berkuasa di jaman itu dan mereka yang memimpin orang yahudi mewakili penguasa romawi tidak menyukai hal ini. Mereka memastikan agar semuanya bisa bekerja di bawah otoritas mereka, dan sekarang ada sesuatu yang terjadi di luat batas otoritas mereka.

Mereka kembali bertanya kepada Petrus dan Yohanes akan bagaimana cara mereka melakukan ini, dengan bertanya :

“Lalu Petrus dan Yohanes dihadapkan kepada sidang itu dan mulai diperiksa dengan pertanyaan ini: “Dengan kuasa manakah atau dalam nama siapakah kamu bertindak demikian itu?” Kisah Para Rasul‬ ‭4:7‬ ‭TB‬‬

Perhatikan bahwa pertanyaan mereka, adalah dengan kekuatan dan otoritas manakah mereka bisa melakukan hal ini, dan Petrus kemudian kembali menjawab :

“maka ketahuilah oleh kamu sekalian dan oleh seluruh umat Israel, bahwa dalam nama Yesus Kristus, orang Nazaret, yang telah kamu salibkan, tetapi yang telah dibangkitkan Allah dari antara orang mati — bahwa oleh karena Yesus itulah orang ini berdiri dengan sehat sekarang di depan kamu.

Ketika sidang itu melihat keberanian Petrus dan Yohanes dan mengetahui, bahwa keduanya orang biasa yang tidak terpelajar, heranlah mereka; dan mereka mengenal keduanya sebagai pengikut Yesus.” ‭‭Kisah Para Rasul‬ ‭4:10, 13‬ ‭TB‬‬

Perhatikan juga bahwa di ayat 13 disebutkan bahwa mereka (Petrus dan Yohanes), adalah orang biasa, orang yang tidak terpelajar, tetapi mereka punya keberanian yang tidak datang dari diri mereka, tetapi datang dari nama Yesus.

Kata “Unschooled“, atau orang tidak terpelajar datang dari kata bahasa yunani yaitu “Idiotes”, atau dari bahasa inggris diartikan menjadi Idiot. Tetapi karena mereka bersama dengan Yesus, alasan mereka mampu percaya dan melihat apa yang mereka tidak pernah lihat adalah karena mereka telah menghabiskan waktu bersama dengan Yesus.

Di masa perjanjian baru, kebanyakan orang selalu bertindak di bawah nama otoritas seseorang, ada film yang keluar di tahun 1970an berjudul Godfather, bercerita tentang mafia italia. Ada kepala mafia bernama Don, dan tiap kali dia berbicara, sesuatu akan terjadi. Karena ada sekelompok orang yang bertundak di bawah otoritas namanya, yang akan menjadikan semua kehendaknya menjadi nyata di muka bumi, buat mafia italia, itu artinya sebuah kerusakan yang menghancurkan.

Tetapi kita sebagai gereja bekerja di bawah otoritas nama Yesus, dan jika kita mengetahui KehendakNya, maka kita sebagai orang percaya punya otoritas, kuasa untuk menjadikan kehendakNya menjadi nyata di dunia ini. Tidak pernah untuk mendatangkan kehancuran, tetapi selalu untuk mendatangkan pemulihan.

Ada kuasa di dalam nama Yesus, 3 hal yang perlu kita mengerti disaat mengejar mukjizat. Kata mukjizat di dalam bahasa yunani datang dari akar kata yang sama dengan kata kuasa, mukjizat adalah tindakan penuh kuasa atas nama seseorang, tetapi kemuliaan itu tidak datang kepada mereka yang melakukan-nya, tetapi datang kepada sang pemilik kuasa.

3 hal yang akan saya bagikan adalah sebagai berikut :

1. Kita adalah milik dari sebuah kerajaan yang lain

Alkitab berkata bahwa ada kerajaan dunia (pada saat itu adalah kerajaan romawi), dan juga Kerajaan Tuhan. Kerajaan Romawi ada di bawah otoritas Caesar, sedangkan kerajaan surga ada dibawah otoritas Yesus.

Supporting Verse – “Setelah Yesus turun dari bukit, orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia. Maka datanglah seorang yang sakit kusta kepada-Nya, lalu sujud menyembah Dia dan berkata: “Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku.” Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata: “Aku mau, jadilah engkau tahir.” Seketika itu juga tahirlah orang itu dari pada kustanya.” ‭‭Matius‬ ‭8:1-3‬ ‭TB‬‬

Bukan hanya kulit yang dipulihkan, tetapi dia juga dipulihkan kembali ke dalam keluarga dan komunitasnya. Orang yang sakit kusta dikenal sebagai orang yang tersingkir di dunia, dan diasingkan oleh masyarakat. Tetapi saat Yesus datang, apa yang dunia katakan menjadi tidak bernilai, kerajaan surga berkata sebaliknya.

Jadi kemanapun kita pergi sebagai orang percaya, akan selalu ada tabrakan antara dia kerajaan yang berbeda ini, antara apa yang dunia perkatakan dan apa yang Firman Tuhan katakan.

Kita tidak akan pernah tidak berguna atau tidak bernilai, setiap dari kita sangat bernilai di mata Tuhan, bagi kerajaan surga dan Tuhan. Pastikan agar kita selalu mengembalikan nilai dari pribadi yang ada, bukan sebaliknya.

Sharing Ps. Lee – Disaat berurusan dengan mukjizat, seringkali kita sendiri yang bisa menjadi mukjizat dalam kehidupan seseorang. Saya merayakan pernikahan saya yang ke-20 tahun di bulan November tahun ini, untuk saya ini menjadi pelajaran dalam hal kemurahan hati menikah dengan istri saya, Cherie. Dia seperti kebanyakan dari anda begitu murah hati, jika ada kebutuhan yang bisa dibantu, dia selalu merasa bertanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Kami dulu merawat orang-orang yang baru datang ke gereja kami, dan disaat kami baru menilah, kami tidak mempunyai apa-apa. Disaat kami menyambut orang-orang baru di lounge gereja kami, ada 3 keluarga yang datang dari negara lain dan mereka tidak punya apa-apa, dan dia ingin mengundang mereka untuk makan di rumah kami.

Malamnya, istri juga saya berkata apakah memungkinkan untuk memberikan mereka sesuatu untuk dibawa pulang ke rumah mereka, tentu saja boleh kata kita. Tetapi saat saya berdiri di depan pintu untuk mengucapkan selamat jalan kepada tiga pasangan ini, salah satu dari mereka pulang dengan stereo kami, pasangan yang lain membawa mesin pembuat roti kami, dan pasangan terakhir membawa televisi.

Kami saat itu hanya punya satu televisi, dan mereka melihat kami dengan air mata berlinang, sambil tidak percaya akan apa yang kami lakukan. Saya bertanya kepada istri saya, mengapa dia melakukan itu, dan dia katakan itu karena dia merasa kasihan bahwa mereka tidak punya televisi di rumahnya.

Kadangkala untuk melihat mukjizat, kita harus bersedia menjadi mukjizat tersebut. Seringkali tidak ada yang bisa menjadi mukjizat yang luar biasa bagi dunia daripada kemurahan hati. Kemurahan hati bukan hanya berbicara, tetapi juga bertindak di dalam cara yang dunia tidak bisa mengerti.

Di dalam 20 tahun pernikahan kami, kami tidak akan pernah bisa, dan kami tidak pernah hidup kekurangan, sepertinya kita terus menumpahkan, tetapi Tuhan terus menambahkan.

2. Kita punya otoritas untuk bertindak

Kita tidak butuh posisi seperti Pastor, jika kita adalah orang percaya, maka kita punya hak untuk bertindak. Definisi dari kuasa atau otoritas adalah hak untuk bertindak ataa nama atasan, hak untuk mengendalikan benda / sasaran, orang atau peristiwa.

Perhatikan bahwa kita punya hak untuk bertindak sebagi orang percaya, disaat kita melihat sesuatu sedang terjadi diluar kelaziman dari kerajaan surga, maka kita punya otoritas di dalam namaNya untuk bertindak dan mendatangkan kehendak dan tujuan Tuhan di dunia.

Apa yang sering terjadi adalah, musuh sering datang kepada kita dan pada saat sedang terjadi sesuatu, dia akan berkata, “Kamu pikir siapa dirimu?”. Dia menantang kita akan otoritas kira, baik dari perkanjian lama atau perjanjian baru, musuh selalu menantang otoritas kita.

Supporting Verse – “Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh Tuhan Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: “Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?” ‭‭Kejadian‬ ‭3:1‬ ‭TB‬‬

“Lalu berkatalah Iblis kepada-Nya: “Jika Engkau Anak Allah, suruhlah batu ini menjadi roti.” Jawab Yesus kepadanya: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja.”” ‭‭Lukas‬ ‭4:3-4‬ ‭TB‬‬

Musuh sering melakukan ini untuk menantang otoritas kita, dia mungkin tahu masa lalu kita, tetapi jika kita orang percaya, tatap balik mereka, dan katakan bahwa kita juga tahu masa lalu dan kita juga tahu masa depanmu, dan masa depanku jauh lebih terang daripada masa depanmu.

Jangan biarkan musuh membebani dan mempertanyakan otoritas kita, seperti halnya disaat kita menerima jasa pengiriman, kita tidak bisa terima oaket itu sampai kita menandatangani paket itu, tanda tangan kita adalah otoritas kita. Musuh bekerja dengan cara yang sama, suatu pagi kita bangun dengan lemas, dan musuh kemudian berkata, ini sakit penyakit flu yang dikirim olehnya, dan kita menerima itu dengan nyaman, begitu juga disaat kita lama tidak bergereja, karena musuh tahu jika kita bertumbuh di gereja, dan mulai bertindak dalam nama Yesus, maka kita akan mendatangkan perubahan di dunia.

3. Kita punya Kuasa

Kita diberdayakan, Petrus dan Yohanes adalah orang biasa tetapi mereka dimampukan, menerima kemampuanNya untuk bertindak atas namaNya. Kita diberdayakan olehNya untuk menghadirkan kehendakNya di dunia ini.

Sharing Ps. Lee – Kita diberdayakan untuk melakukan perubahan, pada saat saya masih sekolah alkitab di tahun 1997, pada saat kami datang ke gereja, salah satu pendeta yang melayani disana datang kepada saya dan teman saya bernama senga. Dia meminta kami untuk mendoakan salah satu anak muda disana.

Pada saat itu kami berdua adalah Youth Leader, dan baru saja menerima Tuhan. Kami menyetujui perintah itu dan berangkat ke rumah sakit, saya bertanya kepada teman saya apa dia pernah melakukan hal ini, kami berdua tidak pernah melakukan ini, dan kami juga ridak hafal ayat-ayat di alkitab. Tetapi saya ingat bahwa ada satu ayat di kebaktian hari minggu yang berbunyi “Oleh Bilur-Bilur Darah Kristus, Kita disembuhkan”.

Kami hanya tahu kedua bagian itu, berdua kami jadi hafal satu ayat ini, dan menjadi lebih baik. Kami pergi ke rumah sakit, dan ada seorang anak bernama Timmy yang harus kami doakan. Pada saat itu pacar saya Cherie (sekarang istri), menemani orang tua timmy. Mereka sudah mencoba semua cara dan frustrasi, saya kemudian meminta cherie untuk mengajak meeeka makan siang.

Selanjutnya kami mendoakan Timmy, kami percaya Yesus bisa menyembuhkan dirinya, Timmy berkata bahwa orang tua saya sudah mencoba semua cara tetapi sia-sia. Saya kemudian meminta senga untuk mencoba membantu, Senga kemudian berkata bahwa dia membawa dokter, dan bahwa Timmy tidak bisa melihatnya. Nama dokter ini adalah Dokter “J” (Jesus), Senga berkata bahwa ini yang akan terjadi, kami akan berdoa bersama, dan disaat kami berdoa, Dokter “J” juga akan bertindak.

Kami kemudian berdoa, kami orang pentakosta, dan mulai berdoa dalam bahasa lidah, pada saat kami tidak tahu harus mendoakan apa, kami mulai berdoa dalam bahasa lidah, dan pada saat senga berdoa, dia berdoa begitu kerasnya, Timmy mulai merasa gemetar, dan setiap kali dia gemetar, ada semacam aura yang muncul. Perlu saya info kepada kalian bahwa saya bukan dokter, saya adalah seorang tukang kayu, dan saya terus mengatakan satu ayat yang kami berdua hafal sebelumnya.

Akhirnya, kami berkata, di dalam nama Yesus, sembuhlah! Suster tiba-tiba masuk dan bertanya apa yang terjadi, kami katakan bahwa kami sedang berdoa dengan lembut kepada Timmy. Dia kemudian melihat kondisi timmy, dan berkata bahwa ada tanda yang begitu bagus akan kondisinya sekarang. Timmy sengan santai berkata, “Oh mereka tadi sedang berdoa untuk saya, dan disaat mereka berdoa, Dokter “J” melakukan tindakan operasi atas penyakit saya”.

Suster itu kemudian terkejut dan menatap kami berdua. Besoknya pastir yang menyuruh kami untuk mendoakan Timmy datang kepada kami, dan dia berkata bahwa dia sudah sembuh dan dikeluarkan dari rumah sakit, dia sembuh atas nama Yesus.

Saya berterima kasih kepada Tuhan karena itu bukan atas kekuatan saya, bukan kekuatan Senga, tetapi oleh nama dan kuasa Roh Kudus, bahwa dia disembuhkan, mari kita terus bertindak dalam nama Yesus, dalam kuasa Roh Kudus untuk melihat kehendakNya terjadi di bumi sebagaimana di surga di dalam nama Yesus. Amin!

Closing Verse – “Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.” Roma‬ ‭8:26‬ ‭TB‬‬