Reclaim By Ps. Rick Godwin (Sesi 2 JPCC Men’s Pre Camp 2019)

Saya punya teman baik selama beberapa tahun bernama Trevor H., beliau adalah seorang pendeta dan pendiri salah satu yayasan terbesar di Inggris. Seorang yang cerdas, lucu dan begitu bermurah hati. Pelayanan yang dia lakukan ada di eropa. amerika, afrika, dan sekarang dia ada bersama dengan saya di Indonesia. Saya senang sekali bisa berada disini.

Saya ingin menceritakan sebuah cerita humor, Ada seorang gadis kecil yang sedang bermain dengan gelas teh dan mengisinya dengan air, dan dia berlari dan berpura-pura membuat teh bohongan dan memberikan teh berisi air ini kepada ayahnya. Ayahnya juga berpura-pura meminumnya, dan memuji akan rasa teh yang begitu enak dibuatnya. Tidak lama kemudian, Ibunya pulang dan terkejut, serta memberitahukan kepada sang suami bahwa isi cangkir teh yang diisi oleh anaknya itu adalah air toilet (karena dia belum begitu tinggi untuk mencapai dispenser).

Opening Verse – Apabila engkau memutuskan berbuat sesuatu, maka akan tercapai maksudmu, dan cahaya terang menyinari jalan-jalanmu Ayub 22 : 28 TB

“You will also decide and decree a thing, and it will be established for you; And the light [of God’s favor] will shine upon your ways. Job 22:28 AMP

Saya ingin berbicara mengenai Identitas dan siapa diri kita sesungguhnya, baik apakah kita orang Indonesia, datang dari keluarga yang tidak utuh, dan sebagainya. Krisis Identitas banyak terjadi di sekeliling kita, dan kalau kita tidak tahu siapa diri kita di dalam Yesus, maka musuh akan mencuri identitas kita dan menjadikan kita budaknya, sehingga kita bisa hidup di bawah potensi yang kita punya di dalam Tuhan.

Dari ayat ini, kita bisa mendapatkan bahwa kita yang menyatakan, Tuhan yang menetapkannya, dan kita akan berjalan dalam perkenananNya. Perkataan kita punya kekuatan, Iman Kristiani adalah Iman yang berbicara, kalau kita mengakui dengan mulut kita bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya di Hati kita bahwa Allah telah membangkitkan Yesus dari kematian, maka kita telah diselamatkan.

Tetapi di Kitab Ayub, dikatakan bahwa biarlah yang lemah berkata bahwa aku kuat yang miskin berkata bahwa aku kaya, ini adalah Iman yang dikatakan. Jadi, kita punya kekuatan yang luar biasa melalui perkataan kita. Katakan apa yang Firman Tuhan nyatakan sampai saatnya itu menjadi kenyataan.

Supporting Verse – For I am the least [worthy] of the apostles, and not fit to be called an apostle, because I [at one time] fiercely oppressed and violently persecuted the church of God. 10 But by the [remarkable] grace of God I am what I am, and His grace toward me was not without effect. In fact, I worked harder than all of the apostles, though it was not I, but the grace of God [His unmerited favor and blessing which was] with me. 1 Corinthians 15: 9-10 AMP

Sungguh sebuah pernyataan yang luar biasa dari Rasul Paulus. Oleh karena Kasih Karunia Tuhan, maka aku adalah aku sebagaimana aku adanya. Kalau kita berkata bahwa oleh karena aku adalah, maka kita sedang menyatakan siapa diri kita yang sesungguhnya dan menghilangkan segala ketidakpastian dan kebingungan dan pada waktu kita berdoa dan menyatakan “Aku maka kita mencabut keraguan, kebimbungan dan rasa tidak aman dari hidup kita. Ada kepastian dan rasa percaya diri statement ini.

Segala sesuatu yang menghalangi kita untuk bergerak maju selalu merupakan distorsi dari identitas kita yang sesungguhnya dalam Tuhan. Sebagai orang percaya, masalah identitas ini adalah serangan terbesar untuk kita semua seperti siapakah diri kamu sesungguhnya? Apakah kami bertemu dengan dirimu atau apakah kamu hanya mengingatkan kami dengan orang tua kamu?

Begitu juga serangan setan terhadap Hawa mengenai identitasnya di Kitab Kejadian 3. Setan berkata kepadanya bahwa jika dia memakan buah terlarang, maka dia akan bisa menjadi seperti Tuhan. Padahal Firman sudah berkata sebelumnya bahwa Adam dan Hawa sudah diciptakan serupa dan segambar dengan Tuhan.

Saat dimana kita meragukan siapa diri kita sesungguhnya di dalam Tuhan, mungkin sama seperti pada saat Setan datang mencobai Yesus dan menyerang Identitasnya. Yesus tidak perlu membuktikan apa-apa karena Dia adalah anak Allah dan bahkan Allah juga sudah menyatakan hal ini kepada Yesus sebelumnya.

Jika musuh tidak bisa membuat kita bingung akan identitas kita, maka dia akan membuat kita meragukan hidup kita yang sesungguhnya. Karena musuh takut pada apa yang bisa kita lakukan jika kita berhasil menemukan siapa diri kita sesungguhnya di dalam Kristus.

Jadi disaat Tuhan akan memakai seseorang untuk menjadi kepanjangan tanganNya, pertama-tama Dia akan memberikan pewahyuan akan siapa diri mereka seperti halnya Gideon dalam perlawanannya dengan kaum Midian. Tuhan tahu betul bahwa Gideon punya kemampuan lebih dari apa yang dia yakini saat itu.

Otoritas kita dalam kehidupan ini sangat terhubung dengan Identitas diri kita dalam Kristus. Tanpa pewahyuan ini kita akan merasa takut dengan apapun yang musuh lemparkan kepada kita karena kita tidak menyadari bahwa kita punya otoritas.

Sharing Ps. Rick – Pada saat saya masih menjadi seorang anak baptis, kami merasa bahwa kami tidak punya otoritas untuk melakukan sesuatu, anak-anak kecil saya selalu sakit dan setiap kali ada pemberitahuan dari sekolah bahwa sedang ada virus di sekolah, apapun penyakit yang ada disana, anak kami pasti ikut sakit.

Baru setelah saya mendengar pengajaran Firman di Komsel, dan saya mengetahui bahwa saya diberikan Tuhan sepertinya otoritas itu mengikat dan melepaskan FirmanNya untuk kesehatan dan kesembuhan, saya tidak perlu menjadi pecundang yang baik karena saya bisa menghadapi musuh dan dia harus meninggalkan saya.

Besoknya setiap kali kami mendengar rumor sekolah mengenai virus penyakit yang ada, saya akan berdiri di hadapan anak saya, dan berkata “Dalam nama Yesus, saya hancurkan kuasa Flu dan kamu sudah ditaklukan Tuhan di kayu salib, dan berkata bahwa penyakit ini tidak akan terjadi pada dirimu!”.

Tahun pertama tagihan ke dokter kami langsung turun sebesar 50% setelah saya melalukan itu, itulah awal dari penemuan siapa diri saya yang sesungguhnya.

Semua ini karena Yesus yang ada dalam diri kita, tidak peduli jika saya hidup di rumah yang jelek dan punya apartment atau mobil yang kecil, saya adalah saya karena kasih karunia Tuhan dan saya punya otoritas dari Tuhan, kita semua sebagai orang percaya punya otoritas yang sama.

Supporting Verse – “A group of Jews was traveling from town to town casting out evil spirits. They tried to use the name of the Lord Jesus in their incantation, saying, “I command you in the name of Jesus, whom Paul preaches, to come out!” Seven sons of Sceva, a leading priest, were doing this. But one time when they tried it, the evil spirit replied, “I know Jesus, and I know Paul, but who are you?” Acts of the Apostles‬ ‭19:13-15‬ ‭NLT‬‬

7 anak lelaki dari kisah diatas ini meniru apa yang Rasul Paulus lakukan untuk mengusir setan, tetapi Setan menantang otoritas mereka untuk mengusir mereka karena setan tahu mereka tidak tahu siapa diri mereka yang sesungguhnya.

Tahukah kita akan siapa diri kita yang sesungguhnya? Karena jika kita mau mencapai sesuatu yang baik untuk Tuhan maka kita harus bisa menjawab ini.

Setan suka menantang akan identitas kita, di sekeliling kita ada banyak orang yang menantang dan menggantungkan dirinya dari jabatan, pencapaian, dan apa yang kita punya. Tetapi jika kita copot semua itu, harga diri mereka mungkin akan hilang.

Tetapi aku adalah aku oleh karena Kasih Karunia Tuhan. Banyak orang melihat orang lain untuk mendapatkan validasi dan identitas dirinya, kita harus menghindari hal ini karena :

1. Orang selalu akan bingung tentang diri kita yang sesungguhnya, karena bukan mereka yang menjadikan kita.

Mereka hanya mendengar salah satu aspek kehidupan kita baik di dalam pekerjaan atau pelayanan. Orang akan mendefinisikan kita berdasarkan persepsi kita tentang diri kita.

Supporting Verse – “When Jesus came to the region of Caesarea Philippi, he asked his disciples, “Who do people say that the Son of Man is?” “Well,” they replied, “some say John the Baptist, some say Elijah, and others say Jeremiah or one of the other prophets.” ‭‭Matthew‬ ‭16:13-14‬ ‭NLT‬‬

Kita bisa lihat bahwa dari ayat diatas, bahkan murid Yesus bisa bingung dan mencoba mendeskripsikan Yesus melalui persepsi mereka sendiri.

Sharing Ps. Rick – Saya sempat bekerja selamq 4 tahun dengan seorang Evangelist bernama James Robinson, saya dikenal sebagai seorang a “Go For”, saya membantu untuk melakukan apa saja seperti menerbangkan pesawat, dan hal lain yang dia butuhkan tanpa dia tahu siapa saya.

Berapa tahun kemudian saya diundang berbicara si salah satu konferensi yang dia adakan, dan saat itu dia menubuatkan kepada saya dan dia sempat juga berkata bahwa dia tidak menyangka saya bisa melakukan beberapa hal yang dia tidak sangka saya bisa. Saya katakan bahwa hal itu disebabkan karena dia tidak pernah bertanya kepada saya sebelumnya. Jadi orang-orang akan selalu bingung dan mendefinisikan siapa diri kita berdasarkan persepsi yang mereka punya.

2. Orang akan selalu meremahkan kita karena mereka akan mendefinisikan berdasarkan masa lalu kita, atau apa yang mereka ketahui tentang kita dan apa yang kita capai.

Di Seattle, Washington ada seorang pecandu berusia 16 tahun yang memakai dan menjual narkoba. Hakim sudah memberikan opsi untuk menjebloskan dia ke penjara atau ke rehabilitasi.

Sampai ada seorang marinir berkulit hitam yang sudah pensiun adalah instrukturnya. Dia dengan yakin berkata bahwa anak ini bisa berubah, tetapi sebelumnya tidak ada satu guru sekolahnya pun yang bisa melihat siapa diri anak ini sesungguhnya. Hanya Tuhan yang tahu siapa kita sesungguhnya.

Tidak ada yang pernah menyangka bahwa ada Gadis berusia 14 tahun yang tidak di kota besar bernama Maria sedang mengandung anak Allah. Sama seperti halnya tidak ada yang menyangka Gideon bisa menjadi seorang pahlawan yang gagah berani, atau tidak ada menyangka potensi Musa, karena tidak ada orang yang bisa melihat potensi yang ada di dalam diri ita selain

3. Orang gampang untuk merubah pikirannya.

Hari ini mereka mungkin bisa menyukai kita tetapi bisa jadi mereka juga akan membenci kita besok. Seperti halnya perlakukan orang-orang akan Yesus yang bisa sewaktu-waktu mengucapkan “Hosanna!” , dan dalam waktu yang tidak begitu lama orang yang sama ini juga ingin menyalibkan Yesus.

Apabila kita memberikan kuasa pada orang lain untuk memvalidasi kita, maka kita juga memberikan mereka kuasa untuk membatalkan kita.

Kalau kita berikan mereka kuasa untuk menaikkan kita, kita juga memberikan mereka kuasa untuk menurunkan kita. Pada saat Petrus memberitahu Yesus bahwa Dia adalah Mesias, Anak Allah yang hidup.

Yesus katakan kepadanya bahwa dia mendapatkan pewahyuan pasti dari Bapaku di Surga, bukan dari manusia.

Artinya Identitas kita semua hanya bisa datang dari satu sumber, yaitu Bapamu di Surga. Jadi, jika kita ingin tahu siapa diri kita sesungguhnya, maka kita wajib untuk mendengarkan FirmanNya dan apa yang dikatakanNya tentang kita.

Jadi jika kita ingin menjawab pertanyaan mengenai siapa diri kita sesungguhnya, tanpa berbicara mengenai berapa besar hal material yang kita miliki dan koneksi yang kita punya, maka kita harus membaca Firman dan biarlah Firman itu menyatakan siapa diri kita, itu adalah Identitas kita yang sesungguhnya.

Kita tidak lahir dari orang tua jasmani kita, tetapi kita lahir melalui orang tua jasmani kita, karena kita berasal dari Bapa yang sudah mengenal kita bahkan sebelum proses biologis dan reproduksi diri kita ada sebelumnya.

Mungkin beberapa dari kita bisa saja menjadi kecelakaan dari orang tua tetapi kita bisa hidup sesuai rencana Bapa kita di surga. Jadi, Identitas kita yang sesungguhnya tidak ada urusan dengan masa lalu, ras, kebangsaan atau kekeluargaan kita.

Supporting Verse – “I knew you before I formed you in your mother’s womb. Before you were born I set you apart and appointed you as my prophet to the nations.” ‭‭Jeremiah‬ ‭1:5‬ ‭NLT‬‬

Identitas kita yang sesungguhnya bahkan tidak tertera di surat kelahiran kita. Buat beberapa dari kita, realita kita saat ini adalah teriakan yang berasal dari pikiran itu, karena ada pikiran Tuhan yang berbeda dengan dirimu yang sekarang sedang kamu lihat.

Supporting Verse – “The nations will see your righteousness. World leaders will be blinded by your glory. And you will be given a new name by the Lord’s own mouth.” ‭‭Isaiah‬ ‭62:2‬ ‭NLT‬‬

Hanya Tuhan yang tahu nama kita yang sesungguhnya, Tuhan yang kenal masa lampau dan masa depan, serta tahu awal dan akhir kehidupan, tidak seperti orang lain yang hanya mengenal sebagian hidup kita.

Seperti halnya disaat Tuhan memanggil Gideon yang pada awalnya masih seorang pengecut sebelum diputarbalikkan menjadi pejuang yang gagah berani.

By the Grace of God, I am what I am.

Hari dimana kita bisa berkata “Aku adalah”, itu adalah hari dimana kita bisa melangkah di dalam otoritas penuh yang Tuhan berikan kepada kita. Karena Musuh seringkali membuat kita untuk fokus kepada masalah yang kita hadapi agar kita tidak fokus kepada siapa diri kita Yang sesungguhnya. Semua ini si jahat lakukan agar dia bisa membuat kita tetap terintimidasi, malu dan takut.

Supporting Verse – “So we have stopped evaluating others from a human point of view. At one time we thought of Christ merely from a human point of view. How differently we know him now! This means that anyone who belongs to Christ has become a new person. The old life is gone; a new life has begun!” ‭‭2 Corinthians‬ ‭5:16-17‬ ‭NLT‬‬

Kalendar kita terbagi dalam sebelum dan sesudah masehi. Sebelum masehi adalah masa sebelum Kristus, dan setelah masehi adalah waktu kelahiran Tuhan.

Hidup kita bisa dibagi melalui kedua waktu ini. Sebelum mengenal Yesus, saya dikenal sebagai seorang yang sombong, marah, pahit, penuh nafsu, dan Tamak. Bersyukurlah karena kita sekarang bisa hidup bersama dengan Yesus dan segala sesuatu berada dalam kekuasaannya.

Saya tidak lagi menjadi budak dari ayah atau ibu, atau bahkan pengaruh nenek moyang saya. Oleh karena itu kita harus dilahirkan kembali secara rohani. Agar tidak ada lagi perbedaan ras, kebangsaan seperti orang amerika, indonesia, dan kita bisa menjadi satu keluarga di dalam Kristus.

Kita adalah seorang pendosa yang diselamatkan karena Kasih Karunia Yesus. Ayah saya 5 kali menikah dan 5 kali bercerai, tetapi pernikahan saya sekarang sudah ada lebih dari 40 tahun. Percayalah bahwa Tuhan sudah menebus kita dari kutukan keluarga.

Kita adalah ciptaan yang baru dan semua pengaruh nenek moyang tidak lagi punya kontrol atas kehidupan kita. Jadi kita ditanya siapa diri kita sesungguhnya, jawablah dengan Firman seperti dibawah ini :

Supporting Verse – “Yet God, in his grace, freely makes us right in his sight. He did this through Christ Jesus when he freed us from the penalty for our sins.” ‭‭Romans‬ ‭3:24‬ ‭NLT‬‬

“So now there is no condemnation for those who belong to Christ Jesus.” ‭‭Romans‬ ‭8:1‬ ‭NLT‬‬

“And because you belong to him, the power of the life-giving Spirit has freed you from the power of sin that leads to death.” ‭‭Romans‬ ‭8:2‬ ‭NLT‬‬

“No, despite all these things, overwhelming victory is ours through Christ, who loved us.” ‭‭Romans‬ ‭8:37‬ ‭NLT‬‬

“It is God who enables us, along with you, to stand firm for Christ. He has commissioned us,” ‭‭2 Corinthians‬ ‭1:21‬ ‭NLT‬‬

“For we are God’s masterpiece. He has created us anew in Christ Jesus, so we can do the good things he planned for us long ago.” ‭‭Ephesians‬ ‭2:10‬ ‭NLT‬‬

“And you are living stones that God is building into his spiritual temple. What’s more, you are his holy priests. Through the mediation of Jesus Christ, you offer spiritual sacrifices that please God.” ‭‭1 Peter‬ ‭2:5‬ ‭NLT‬‬

“But you are not like that, for you are a chosen people. You are royal priests, a holy nation, God’s very own possession. As a result, you can show others the goodness of God, for he called you out of the darkness into his wonderful light.” ‭‭1 Peter‬ ‭2:9‬ ‭NLT‬‬

Geografi sama sekali tidak ada kaitan karena kita adalah anak yang dijanjikan Tuhab, kita bersih, murni, kuat, bebas, dan diampuni karena Dia yang memurnikan, mengampuni, menguatkan, membebaskan dan membenarkan kita. Karena Kasih Karunia Tuhan, aku adalah aku.

Supporting Verse – “One day Moses was tending the flock of his father-in-law, Jethro, the priest of Midian. He led the flock far into the wilderness and came to Sinai, the mountain of God. There the angel of the Lord appeared to him in a blazing fire from the middle of a bush. Moses stared in amazement. Though the bush was engulfed in flames, it didn’t burn up. “This is amazing,” Moses said to himself. “Why isn’t that bush burning up? I must go see it.” When the Lord saw Moses coming to take a closer look, God called to him from the middle of the bush, “Moses! Moses!” “Here I am!” Moses replied. “Do not come any closer,” the Lord warned. “Take off your sandals, for you are standing on holy ground.

Now go, for I am sending you to Pharaoh. You must lead my people Israel out of Egypt.” But Moses protested to God, “Who am I to appear before Pharaoh? Who am I to lead the people of Israel out of Egypt?”

But Moses protested, “If I go to the people of Israel and tell them, ‘The God of your ancestors has sent me to you,’ they will ask me, ‘What is his name?’ Then what should I tell them?” God replied to Moses, “ I AM WHO I AM. Say this to the people of Israel: I AM has sent me to you.” God also said to Moses, “Say this to the people of Israel: Yahweh, the God of your ancestors—the God of Abraham, the God of Isaac, and the God of Jacob—has sent me to you. This is my eternal name, my name to remember for all generations.” ‭‭Exodus‬ ‭3:1-5, 10-11, 13-15‬ ‭NLT‬‬

Tuhan berkata kepada Musa bahwa “Aku adalah Aku”, artinya Aku akan menjadi siapapun yang Umatnya butuhkan, Dia tidak terbatas, tanpa awal dan tanpa akhir.

Pada saat Yesus kembali ke Surga, Allah Bapa memberikan kita kuasa untuk menggunakan namaNya, bukan nama rasul Petrus atau Maria, tetapi hanya melalui namaNya. Yesus dan Bapa adalah satu, Dialah Roti Kehidupan dan Terang dunia, dan bisa menerangi kegelapan yang ada di dunia kita dan gembala yang baik dan peduli terhadap kita semua.

Supporting Verse – “Jesus answered, “I tell you the truth, before Abraham was even born, I AM! ”” ‭‭John‬ ‭8:58‬ ‭NLT‬‬

Yesus berkata bahwa Dialah kebangkitan dna hidup, Dia adalah jalan yang menuntun kita dalam kebenaran, kepenuhan dan kehidupan yang kekal. Dialah awal dan akhir, dan Dialah pokok anggur, dan Dialah yang akan hidup untuk selama-lamanya. Semua deklarasi dari Yesus yang menyatakan diriNya sebagai “Aku adalah aku”, maka semuai ini juga membuat kita menjadi sama sepertiNya karena kita adalah pewaris tahkta apa yang Tuhan janjikan bersama dengan Kristus.

Jadi, Siapa diri kita? Izinkan saya untuk membaca alfabet “I am” yang saya dapat dari Firman :

  • Saya diterima
  • Saya mampu
  • Saya sudah diadopsi olehNya
  • Saya hidup dalam Kristus
  • Saya adalah Biji Mata Tuhan
  • Saya terukir di dalam TanganNya
  • Saya dilindungi oleh Kuasa Tuhan
  • Saya naik dan tidak turun
  • Saya adalah Benih Abraham
  • Saya sudah dilahirkan kembali
  • Saya tidak bercacat celah
  • Saya diberkati
  • Saya ditebus oleh darah Anak Domba
  • Saya dipanggil, dipilih dan dikasihi
  • Saya adalah Anak Raja
  • Saya lebih dari seoeang pemenang
  • Saya adalah Iman dan Raja
  • Saya diciptakan serupa dengan gambarNya
  • Saya telah disalibkan bersama denganNya
  • Saya sudah dibebaskan
  • Saya sudah dibaptis
  • Saya adalah saudara kandung Kristus
  • Saya berbuah
  • Saya telah diampuni
  • Saya bebas
  • Saya duduk bersama dengan Kristus
  • Saya kudua
  • Saya sudah disembuhkan dan Sehat
  • Saya telah ditebus dari Kutuk
  • Saya adalah penerima dari berkat Abraham
  • Saya makmur, setia dan bahagia
  • Saya adalah anak Raja dan akan memerintah bersama Kristus
  • Saya diubahkan dan berharga di MataNya
  • Saya penuh dengan keahlian dan visi
  • Saya kreatif
  • Saya adalah pejuang dan karya ciptaanNya
  • Saya adalah anak Raja dan oleh karena Kasih Karunianya, I am what i am!

Jangan pernah lagi meragukan diri kita sendiri dan ingat disaat kita menyatakan dan mengucapkannya, maka Tuhan yang akan menjadikannya. Kalau kita temukan ada penyakit, nyatakan bahwa dengan BilurNya kita pasti dan akan disembuhkan.

Jika kita sedang dalam keadaan berkekurangan, nyatakan bahwa kita akan berbuah, jika kita sedang bergumul dengan dosa, nyatakan bahwa kita adalah kebenaran Tuhan, jika kita ada masalah temper, nyatakan bahwa kita punya penguasaan diri, karena apa yang kita nyatakan, maka Tuhan akan melaksanakan dan kita akan berjalan bersamaNya sampai itu menjadi kenyataan.

Bagi kita yang punya anak dan cucu, nyatakan bahwa Kita adalah anak perjanjian, dan akan mewarisi bumi, gagah perkasa, menguasai gerbang musuh kita. Katakan Firman Tuhan untuk anak kita, berkati mereka dan mereka akan menerimanya. Nyatakan itu kepada mereka semua, meski mereka sedang bergumul dengan apapun itu.

Kita bisa membentuk masa depan kita dan juga anak-anak kita. Kekayaan datang dari Tuhan, berilah maka kita akan diberi. Apapun yang kita alami, baik dalam penolakan di dalam hubungan dan pekerjaan, nyatakan bahwa kita berakar dan berdiri teguh di dalam Kristus. Perhatikan kata-kata kita, dan jangan biarkan masa lalu kita untuk membentuk kita.

By the Grace of God, I am what i am. Thank you Jesus!